Home TGB's Note Karakter Pemuda

Karakter Pemuda

328
0
SHARE
Karakter Pemuda

Oleh: TGB. Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA.

Salam dari Timur, pesan damai untuk Indonesia tercinta.

Salah satu kisah yang sangat fenomenal, monumental, yang dikekalkan dalam Quran adalah seorang hamba Allah yang namanya Nabi Ibrahim As. Seorang Nabi yang disebut sebagai Abul Anbiyaa, Bapak dari Para Nabi. Karena keturunan beliaulah yang kemudian menghasilkan para Nabi dan Rasul, sampai kemudian Nabi kita, Nabi Muhammad SAW.

Nabi Ibrahim As juga seorang pemuda. Lalu ketika kita beranjak kepada episode kehidupan Rasulullah SAW, maka kita akan menemukan bahwa di sekitar beliau, juga penuh dengan anak-anak muda.

Al-Quran, Hadits, bahkan eksprimen kita sebagai bangsa, juga menunjukan bahwa para pemuda sesungguhnya adalah elemen perubahan yang sangat penting bagi suatu bangsa.

Tahun 1945, kita bisa merekonstruksi bagaimana para pemuda mendorong para tokoh bangsa untuk segera memproklamirkan Indonesia. Kalau bukan karena mereka, mungkin saja, proklamasi tertunda beberapa waktu.

Ilustrasi-ilustrasi ini menunjukan bahwa sesungguhnya para pemuda lekat pada hal-hal yang positif. Maka ketika akhir-akhir ini mendengarkan ungkapan, “anak-anak muda adalah biang kerok, anak-anak muda menjadi sebab masalah sosial.”

Sesungguhnya ungkapan-ungkapan itu adalah bagian dari menghilangkan kepercayaan diri dari anak-anak muda kita.

Pada masa sekarang, kita bisa melihat anak-anak muda berkontribusi di seluruh sektor kehidupan di Indonesia. Pemimpin-pemimpin muda semakin banyak lahir, entrepreuner-entrepreuner muda juga menghiasi wajah ekonomi kita.

Para penemu, ilmuan, pendidik, pekerja sosial, anak-anak muda di seluruh bidang kehidupan, sekarang kita rasakan telah berkontribusi untuk Indonesia.

Dan Kontribusi itu ke depan insya Allah lebih besar lagi. Karena Indonesia adalah salah satu negara yg mendapat karunia dari Allah SWT, bonus demografi.

Tahun 2020 sampai beberapa tahun ke depan, komposisi dari usia produktif jauh lebih besar 70 % dibanding usia non-produktif. Di sana ada anak-anak muda yang luar biasa.

Maka tugas kita, tidak hanya saat ini, juga di masa yang akan datang, adalah bagaimana membangun bersama-sama karakter anak muda Indonesia yang kokoh-kuat, yang mampu untuk berkontribusi bagi bangsa, mampu bersaing di kancah global internasional.

Anak muda kita, seperti dalam surat al-Kahfi (Quran surat ke-18 ayat 13-14, ed), dia harus memiliki spritualitas yang tinggi, aamanu bi robbihim; dia memiliki semangat bersinergi dalam kebaikan, wa rabathna ‘ala qulubihim; dia juga harus memiliki keberanian untuk menyuarakan ide-ide dan kreasi-kreasi, mampu menyuarakan kebenaran, berani menyuarakan ide-ide dan gagasan-gagasan.idz qaamuu faqaaluu.

Dengan pemuda yg memiliki spritualitas yang tinggi, memiliki jejaring atau networking kebaikan, memiliki idealisme untuk menyuarakan kebenaran, maka insya Allah anak-anak muda kita akan selalu mewarnai sejarah bangsa, bahkan lebih dari itu –tidak hanya sekedar mewarnai– akan menjadi lokomotif kemajuan Indonesia.

Allahumma ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan keberkahan bulan Ramadhan ini, jadikanlah anak-anak muda kami, anak-anak muda yang sholeh/sholehah, kokoh dalam kebaikan, cinta Allah-rasul-Nya, dan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai bagian amanah dari-Mu ya Allah.

===

Tulisan rubrik TGB’Note di portal www.wasathiyyah.com ini adalah ceramah TGB serial “Salam dari Timur” di JakTV dan ditranskrip dalam bentuk tulisan oleh Udo Yamin Majdi.

SHARE
Previous articlePancasila dan NKRI
Next articleMembersihan Hati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen + eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.