Home TGB's Note TGB Bantah Pesantren Sarang Radikalisme-Terorisme dan Ajak Pesantren Bangun Indonesia Maju

TGB Bantah Pesantren Sarang Radikalisme-Terorisme dan Ajak Pesantren Bangun Indonesia Maju

760
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Bangkalan—Dr. M. Zainul Majdi, MA membantah bahwa bahwa pesantren sarang gerakan radikal. Pesantren yang terindikasi paham radikal, hanyalah kasus per kasus saja, dan biasanya terjadi setelah santri menjadi alumni. Hal ini beliau sampaikan saat berkunjung ke Ponpes Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Ahad,(01/12).

Menurut TGB –singkatan dari Tuan Guru Bajang– sapaan akrab Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode itu, stigma tersebut sangat tidak benar seolah-olah pesantren  mengajarkan yang bertolak belakang dengan esensi Islam yang membawa kedamaian dan menebarkan keselamatan.

“Kalau radikalisme itu banyak sebab, salah satu yang sering di sebut adalah radikalisme beragama. Salah satu cara yang paling tepat untuk melawan radikalisme yang berkedok agama yaitu dengan cara menanamkan dan mengokohkan pemahaman yang benar,” papar ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia itu.

Upaya pencegahan paham radikalisme-terorisme tersebut menurut ketua umum Pengurus Besar Nahdhatul Wathon itu dapat dilakukan dengan berbagai cara di pesantren. Misalnya dengan terus melakukan sosialisasi, seminar paham wasathiyyah atauahlussunnah wal jamaah, workshop dan lain sebagainya.

“Yang selama ini menjadi pegangan oleh para guru dan para buyut kita adalah pemahaman wasathiyyah atau ahlussunah wal jamaah. Jadi inilah yang mejadi pegangan oleh para imam-imam mazhab untuk menangkal pemahaman radikalisme-terorisme,” ujarnya

Lebih lanjut TGB berpesan kepada para santri  harus menjadi penangkal pertama gerakan radikalisme dan terorisme yang terus berupaya memecah belah umat Islam, maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya mengajak kepada para santri mari kita kokohkan terus pemahaman Islam ahlussunnah wal jamaah karena hal itulah yang akan menjaga kita dari penyimpangan pemikiran paham radikalisme,” pesan TGB.

Dalam waktu dan tempatnya yang sama, TGB mengajak untuk berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Salah satu sikap yang fair bagi para santri adalah memberikan kesempatan kepada pemerintahan yang ada. Karena kurang lebih sudah satu bulan usai dilantik bapak Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden mari kita beri waktu, kita doakan, kita support semua yang beliau niatkan baik untuk negara yang kita cintai ini,” ajak TGB kepada santri dan keluarga besar pesantren Syaichona Moh. Cholil.

Menurutnya peran penting pesantren secara lebih luas, pesantren dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan bangsa untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran, maka tidak diragukan lagi, jika para santri hendaknya memberikan dukungan dan ikut andil dalam pembangunan Indonesia.

Beliau menambahkan bahwa para santri, sebagai generasi muda Indonesia, juga merupakan agen perubahan yang berdampak signifikan terhadap kemajuan suatau bangsa dengan pemerintahan yang sukses.

“Karena kalau pemerintahan ini sukses, maka insya Allah akan membawa maslahah kepada semua pesantren dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (WST/YNF)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.