Home TGB's Note TGB: Madrasah Muallimin Yogya Tetap Eksis, Sebab keikhlasan Pendirinya

TGB: Madrasah Muallimin Yogya Tetap Eksis, Sebab keikhlasan Pendirinya

235
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Jogyakarta–Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia TGB Dr. M Zainul Majdi mengisi acara Tabligh Akbar Milad Sinar Kaum Muhammadiyah ke-95 yang digelar oleh Madrasah Muallimin Yogyakarta, Sabtu malam (1/2).

Acara yang digagas oleh santri Madrasah Muallimin dan dihadiri ribuan orang, baik santri ataupun warga sekitar ini, disambut langsung oleh Mudir Madrasah Muallimin Muhammadiyah Ustad H Aly Aulia.

Dalam sambutannya, Ustad Aly Aulia mengatakan, Madrasah Muallimin Muhammadiyah sebagai institusi pendidikan tingkat menengah yang unggul dalam pencetak kader pemimpin  kader ulama, dan ulama untuk gerak perserikatan.

“Kader pendidik, pemimpin, dan ulama ada pada tuan guru. Bagaimana kita bisa melihat sosok pemimpin yang ulama, ulama yang pemimpin,” katanya. Lalu beliau lanjutkan, “Bahkan beliau seorang terdidik yang mau mendidik, Alhamdulillah kami civitas Muhammadiyah menyambut baik.”

Dalam Tabligh Akbar, TGB `M Zainul Majdi menguraikan beberapa hal. Madrasah Muallimin Muhammadiyah dari foto para mudirnya,  foto pertama adalah Almaghfurlah KH Ahmad Dahlan, pendiri perserikatan.

“Beliau meniatkan tempat ini untuk mendidik para kader terhebat dari perserikatan. Saya bersyukur bisa bersilaturahim,”  kata mantan Gubernur NTB dua periode itu.

 

Ketua Umum Tanfidziyah Nahdlatul Wathan itu mengungkapkan bahwa tidak banyak sekolah menengah yang usianya lebih dari satu abad, terlebih sekolah itu bukan dari pemerintah.

“Maka adik-adik, saya berharap di dada kalian tidak ada ucapan lain selain syukur kepada Allah. Apa yang diniatkan karena Allah, maka Allah akan menjaganya,” sambungnya.

Di saat banyak sekolah kesulitan murid, sambung TGB, Madrasah Muallimin kelebihan murid. Setiap tahun 800 siswa ingin masuk di madrasah ini. Namun, hanya setengahnya bisa diterima.

“Maka di depan saya ini putra-putra pilihan,” katanya.

Cucu Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin Abdul Madjid ini kepada para santri mengatakan, bila ingin dihargai, maka seseorang harus terlebih dahulu menghargai dirinya sendiri. Para pelajar Madrasah Muallimin harus menggunakan kesehariannya untuk hal bermanfaat.

“Sehingga adik-adik bisa menyinari seluruh dunia, bukan daerah atau negaranya saja,” ucapnya.

Kiai Ahmad Dahlan, kata TGB, membuktikan keikhlasan dalam mendirikan madrasah. Disaat banyak madrasah sudah tutup, justru Madrasah Muallimin bersiap membangun kampus baru. Itu bukan hanya karena sumber daya untuk membangun, ini juga karena keikhlasan pendiri madrasah.

“Orang yang ikhlas itu mau dipuji atau dihina sama saja. Kalian bisa uji dengan diri kalian, ketika belajar karena ingin dipuji tandanya belum ikhlas,” tandasnya. (WST/YNF/FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten − six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.