Home Syubhat Pemikiran Setelah Kematian Al Baghdadi, Apa Selanjutnya?

Setelah Kematian Al Baghdadi, Apa Selanjutnya?

182
0
SHARE

Setelah invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003, teroris Al-Qaeda mulai runtuh dan lenyap. Dua tahun kemudian, ISI (Islam State in Iraq) lahir dari ideologi ekstremis Al-Qaeda. Dipimpin oleh Abu Ayyub al Masri hingga 2006, kelompok itu beralih di bawah kepemimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi sejak saat itu. Namun, kelompok ini masih belum aktif sampai saat meletusnya Arab Spring di mana ia mengambil kesempatan untuk menyerang Suriah. Sejak saat itu, kelompok teroris ini dikenal sebagai ISIS. Pada 2013, ISIS mengumumkan pendirian Khilafah yang diklaimnya, dengan demikian mengubah namanya menjadi ISIL (Islamic State Iraq and Levant) atau NIIS (Negara Islam Irak dan Syam)

Kelompok teroris ini kemudian mulai melakukan beberapa kekejaman paling kejam terhadap kemanusiaan, termasuk membunuh, membantai, dan membakar orang hidup-hidup, dan lain sebagainya, dengan tujuan menyampaikan pesan kepada seluruh dunia bahwa “ISIS adalah kelompok yang tidak memiliki belas kasihan”. Insiden pilot Yordania, Muath al-Kaseasbeh, yang dibakar hidup-hidup oleh kelompok teroris ini di depan kamera, merupakan contoh kasusnya.

Teror semacam itu memprovokasi seluruh dunia untuk mengambil langkah bersama melawan kelompok teroris haus darah itu. Dengan dukungan AS, koalisi internasional dibentuk untuk melawannya. Berbagai serangan udara dan serangan darat terhadap ISIS dan para pejuangnya berhasil melemahkan dan merusak fondasi militernya, sehingga pasukan koalisi dengan demikian mendapatkan kembali kendali atas tanah-tanah yang sebelumnya direbut oleh kelompok teroris itu. Sampai kemudian pada akhir 2018, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kekalahan ISIS.

Setelah merayakan kekalahan teroris ISIS, banyak yang mempertanyakan nasib pemimpin kelompok Al-Baghdadi, yang tampaknya absen dari peristiwa yang sedang berlangsung. Al-Baghdadi kemudian tiba-tiba muncul dengan cara yang sangat tidak disukai setelah serangan teroris terhadap gereja di Sri Lanka. Melalui serangan itu  dia ingin memberi tahu dunia bahwa ISIS masih ada dan terus merekrut pejuang baru. Dan juga untuk mengkonfirmasi kepada dunia bahwa dia masih hidup dan bertanggungjawab meski ada berbagai klaim tentang kematiannya. Penampilan visual dirinya juga bertujuan untuk menggalang dan meminta afiliasi-afiliasinya di seluruh dunia untuk melancarkan serangan dan melanjutkan perjuangan demi Ad Daulah yang mereka klaim.

Banyak ahli bertanya-tanya apakah kekalahan teritorial ISIS berarti bahwa kelompok itu telah berakhir selamanya, atau akankah itu hanya masa pemulihan bagi para pejuang yang tersebar untuk berkumpul kembali, mengatur kembali strategi dan memulihkan kembali kekuatan mereka. Dengan semua pertanyaan yang sedang berlangsung tentang masa depan para pejuang ISIS, istri dan anak-anak mereka, presiden AS Trump membuat pidato ucapan selamat kepada dunia bahwa Al-Baghdadi benar-benar telah terbunuh. Akhirnya, dunia telah menyingkirkan satu dari penjahat paling berdarah yang pernah ada. Ini memang berita ucapan selamat; namun sejauh mana dunia akan gembira dan lega? Membunuh Al-Baghdadi sama sekali tidak berarti bahwa ideologi ekstremis ISIS juga telah berakhir dengan sendirinya, juga tidak berarti bahwa pejuang ISIS, baik pria dan wanita, akan meninggalkan ideologi ekstremis mereka atau tidak akan mencoba merencanakan untuk meluncurkan serangan baru.

Sebaliknya, kematian Al-Baghdadi bisa saja ternyata membangkitkan antusiasme para pejuang ISIS untuk melancarkan lebih banyak dan lebih banyak lagi serangan paling mematikan dan paling berdarah. Itulah sebabnya mengapa seluruh dunia harus siap menghadapi kemungkinan serangan yang tentu tidak diharapkan itu. Lembaga-lembaga yang memiliki perhatian terhadap pemikiran dan ideologi ekstremis sangat perlu menyusun rencana untuk membantu mereka yang akan meninggalkan kelompok teroris setelah kematian pemimpinnya, supaya mereka tidak menghimpun kekuatan atau membentuk kelompok teroris lainnya. (WST/RS/azhareg/observer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.