Home Resensi Buku Buku Wajib Kuliah di Al-Azhar

Buku Wajib Kuliah di Al-Azhar

890
0
SHARE

Judul Buku : Menuju Kiblat Ilmu : Panduan Studi di Universitas Al-Azhar Mesir
Nama Penulis : Cecep Taufikurrohman, S.Ag., M.A.
Nama Penerbit : Yayasan Misykat Rabbaniyyah dan OIAA cabang Indonesia
Tahun Terbit I : 2017
Cetakan II : Juni 2018
ISBN : 978-602-60730-3-7
Jumlah Halaman : 258 Halaman

“Karya sastra yang baik,” kata pujangga Romawi, Horatius, “adalah yang memadukan unsur utile dan dulce.” Apa itu utile dan dulce?

Utile adalah karya yang berguna, bermanfaat dan mengandung hikmah. Sedangkan dulce adalah indah, menghibur, atau manis.

Dua unsur itu, saya dapatkan ketika membaca “Menuju Kiblat Ilmu : Panduan Studi di Universitas Al-Azhar Mesir”. Meskipun buku yang ditulis oleh Kang Cecep — panggilan Cecep Taufikurrohman, S.Ag., M.A.— itu bukan karya sastra, namun dua unsur: utile dan dulce, sangat nyata.

Dari halaman depan hingga halaman 120, utile itu dijabarkan 5 bagian, mulai dari alasan memiliah studi di Al-Azhar, mengenal lebih dekat lembaga Al-Azhar, tahapan menjadi mahasiswa Al-Azhar, gambaran mahasiswa Indonesia Al-Azhar sampai strategi sukses studi di Al-Azhar.

Adapun satu bagian lagi dan ditambah kalam akhir, tepatnya dari halaman 121 sampai halaman 241, saya merasakan keindahan (dulce) buku yang diterbitkan oleh Yayasan Misykat Rabbaniyyah bekerjasama dengan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia itu.

Setengah isi buku menjadi nutrisi bergizi bagi otak kiri saya, sebab berisi informasi yang sangat berharga, sedangkan separonya lagi mengaduk-aduk perasaan saya atau otak kanan saya, seperti saya membaca kisah Nabi Yusuf dalam Quran yang mendapat testimoni dari Allah sebagai The Best Story (Ahsan al-Qashash).

Betul apa yang dikatakan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab, MA., bahwa buku ini sangat layak dijadikan rujukan para generasi muda yang bercita-cita menempuh studi di Universitas Al-Azhar Mesir, para orang tua yang menghendaki putra/putrinya menjadi sarjana Al-Azhar, dan para pengelola lembaga pendidikan di tanah air yang menghendaki siswa/siswinya melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 di Negeri Para Nabi.

Dalam Kata Pengantar dari Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA. mengatakan hal yang senada. Mantan Guberbur NTB ini menegaskan, “Menurut saya, buku ini sangat perlu menjadi bacaan utama bagi para generasi muda Muslim yang berminat studi di Timur Tengah, terutama di Universitas Al-Azhar.”

Lebih luar biasa lagi, buku ini bukan hanya memberikan informasi, motivasi, dan inspirasi kuliah di Universitas Islam tertua di dunia, melainkan juga sarana beramal, sebab seluruh hasil penjualan buku Menuju Kiblat Ilmu (MKI) ini diwakafkan untuk merintis Pesantren Modern Profesi Misykat Rabbaniyyah di Jawa Barat.

Tentu saja, sebagaimana kata pepatah “tak ada gading yang tak retak”, buku ini akan lebih sempurna manakala masalah redaksional (kekurangan, kelebihan, atau terbalik huruf), masalah lay out berupa penambahan photo sehingga mata tidak jemu membaca teks, dan pencantuman Edisi Revisi di cover depan, terselesaikan.

‘Ala kulli hal, sampai detik ini saya belum menemukan buku yang membahas kuliah di Universitas Al-Azhar yang lebih baik dari buku MKI ini. Oleh sebab itu, saya merekomendasikan kepada siapapun yang ingin kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir untuk menjadikannya sebagai buku wajib. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.