SHARE

Oleh : Ririn

Bersama langit aku bermimpi

Melihat tetesan hujan membasahi bumi

Dalam rinai kejap tak bersuara

Kau tahu?

Ini bukan tentang bulir kecil dari sudut mata yg tak mampu kuhitung

Bukan pula tentang rasa yg tak mampu kuterka, hanya tertahan

Coba kau lihat !

Banyak tubuh tak bertubuh

Banyak goresan yang membendung

Dan jemari kecil berayun mencari kasih

Si hartawan tak memiliki harta

Si miskinpun demikian

Sama,  rata

Ah, tak mampu kutahan setiap batin yang membatin

Pilu memilukan

Kukira bumiku sakit

Ternyata ia bernyanyi dan menari

Tanahku menari, perahuku pun demikian

Gulungan ombak berirama

Gunung-gunung menghangatkan tubuhnya

Mereka hanya tengah patuh pada titah

Membuat cakrawalaku lepas pada sangkakala

Menjadikan ini pertanda

Bahwa ada Sang Pemilik nadi

Maka tanduk janganlah dinampakkan

Sebab tanda terkadang tak mampu ditangkap nalar.

 

Palembang, Oktober 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen + three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.