Home Opini Politik Santun TGB: 5 Akhlaq Mulia dalam Membangun NKRI

Politik Santun TGB: 5 Akhlaq Mulia dalam Membangun NKRI

398
0
SHARE

Oleh: Zainurrofieq

Ijtihad politik TGB (Tuan Guru Bajang), Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA., dalam memberikan dukungan kepada presiden Jokowi untuk melanjutkan masa kepemimpinannya 2 periode hingga 2024, menuai opini pro-kontra, bahkan merebak hujatan dan fitnah, serta ungkapan tidak simpatik. Semua itu ditanggapi oleh TGB dengan senyum. Beliau yakin bahwa dirinya sedang melakukan kerja besar untuk kepentingan bangsa, kemaslahatan ummat, dan sesuai dengan akal sehat.

Saya bersyukur, dalam beberapa bulan terakhir, Allah menaqdirkan saya bisa merasa dekat dan menjadi bagian dari Safari Dakwah TGB yang kemudian bermuara pada langkah ijtihad politiknya itu, sehingga menjadi kewajiban saya untuk ikut mensosialisasikan sikap baik TGB ini yang mungkin tidak diketahui atau tidak tersosialisasikan dengan wajar sehingga ada potensi seolah-olah “memecah ummat”.

Indonesia telah berumur lebih dari 73 tahun, dan membutuhkan sosok TGB yang sosok dewasa, memiliki karakter proaktif, tidak reaktif. TGB mampu mengendalikan dirinya, tidak dikendalikan orang lain atau kondisi di luar dirinya. Dari dalam dirinya terpancar cahaya akhlaq mulia.

Selama saya berintraksi dengan TGB, setidaknya ada 5 akhlaq mulia yang beliau munculkan dalam membangun bangsa ini, antara lain:

  1. Syukur dan Sabar Ketika dicaci dan di fitnah.

Kemampuan fokus dan khusyu dalam misi yang suci dengan niat yang jernih membiasakan tidak terpengaruh dengan respon atau manuver lawan. Level politisi TGB bukanlah orang “kemaren sore”, perjalanan karir politik dari DPR Pusat, Gubernur dua periode, dan kini Majlis Tinggi partai, meletakkan TGB seorang tokoh politik tinggi.

Ketika bertubi-tubi tokoh lain menohoknya dengan cacian dan fitnah yang tidak berdasar, TGB hanya menjawabnya dengan kalimat bahasa Arab penggalan hadits Rasululllah, “Syakiran Shabiran” yang artinya disikapi dengan rasa sukur dan bersabar.

  1. Ketika Lelah dalam bergerak, selalu berusaha “dinikmatkan”.

Dalam perjalanan Safari Dakwah yang banyak dibanjiri pengunjung, sering kali terlewatkan jadwal makan, bahkan tidur hanya di mobil dan agenda safari yang lebih dari 7 panggung seharian penuh, serta non-stop. Saya dan kawan-kawan yang pernah ikut langsung mengawal menyertainya, terasa sangat lelah dan badan terasa remuk, beliau selalu tersenyum mengantarkan kata-kata indah penyemangat, “Dinikmatkan aja.”

  1. Disindir Nyinyir Balas Muji.

Perbedaan pendapat dengan tokoh lain, dianggap biasa dan ketika dikonfirmasi tentang sindiran orang lain TGB selalu hanya membalas dengan komentar pujian pada tokoh yang nyinyir dan menuduh itu. Tidak semua orang akan mampu melaksanakan ini jika tanpa terbiasa berfikir tuntas dan menyeluruh secara komprehensif.

  1. Ada sengketa,  diam  dan memberi solusi

Kebiasaannya tidak reaktif, apalagi latah dan emosional. Banyak mendengar terlebih dahulu pada apa yang terjadi, namun konsen dalam memberikan solusi.

  1. Takut salah melangkah, perbanyak dzikir istighfar dan shalawat

Ketika sempat kita mendiskusikan hal-hal yang krusial buat ummat dan bangsa, dan masuk pada posisi spekulasi-spekulasi dan hitungan-hitungan politis, TGB selalu mengajak terus berdzikir istighfar, dan pada hari Jum’at selalu mengusulkan perbanyak baca shalawat.

Kebiasaan tirakat yang terkadang mengesampingkan akal fikiran. Dan ini pertanda, tidak hanya optimalisasi potensi intelektual (IQ) dan emotional (EQ), tapi lebih juga ke wilayah spiritual (SQ)nya.

Itulah 5 akhlaq mulia TGB. Cepat atau lambat, pemimpin dari Timur itu akan terbit menyinari bumi pertiwi.

Semoga!

Puri Cikeas, 15/07/2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.