Home Opini Betulkah TGB dan UAS Pecah Kongsi?

Betulkah TGB dan UAS Pecah Kongsi?

651
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Jakarta–Tuan Guru Bajang (TGB), Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA., kemaren (6/7/2018) di Jakarta berjumpa dengan Ustadz Abdul Somad, Lc. MA. (UAS). TGB menegaskan bahwa beliau berdua tetap satu visi-misi dan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Tentu saja, pernyataan TGB tersebut menepis isu yang sedang berkembang di dunia maya saat ini bahwa beliau berdua berseberangan, padahal sebelumnya beliau berdua sepakat ingin bersama membina umat dan membangun bangsa.

Dalam acara Kongkow Kekeluargaan, Keorganisasian, dan Kebangsaan yang diselenggarakan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia 6 bulan lalu, Sabtu (13/1/2018) di Pondok Cabe, para alumni Universitas Al-Azhar Mesir dari berbagai provinsi mendorong TGB untuk maju menjadi Pemimpin Nasional.

Di penghujung acara tersebut, UAS hadir dan memberikan dukungan terhadap TGB. Rekaman dukungan UAS ini sempat viral dan netizen pun menyambutnya dengan suka-cita. Dalam pertemuan itu –dan terekam dalam video yang diunggah di Youtube– bahwa UAS berjanji kepada TGB untuk duet maut hingga Pilres 2019.

“Saya berjanji kepada Tuan Guru, saya tidak datang ke NTB, tapi jadwal saya yang 2018 dan 2019 sampai hari H pencoblosan itu, saya akan sampaikan di mana-mana posisi, di mana yang Tuan Guru bisa datang, kita duet maut di situ.” Janji UAS di hadapan ratusan anggota OIAA Cabang Indonesia saat pertemuan di Pondok Cabe itu.

Apalagi, sempat beberapa kali, TGB dan UAS tampil bersama, diantaranya di Daarut Tauhid Bandung tanggal 1 April 2018 yang lalu, dua nama ini semakin berkibar di tengah-tengah umat dan masyarakat.

Namun, dalam beberapa hari ini, muncul isu –bahkan ada kesan adu domba– bahwa beliau berdua berseberangan. Ini berawal dari pernyataan TGB bahwa mendukung Jokowi 2 Periode. Meskipun UAS mengatakan “tunggu HRS”, namun tidak sedikit berasumsi bahwa TGB-UAS tidak sejalan lagi.

Pertemuan beliau berdua di Jakarta itu, menjawab bahwa isu “pecah kongsi” itu tidak benar. TGB menceritakan bahwa perjumpaan mereka hangat, santai dan terbuka. Beliau berdua berbagi cerita dan tukar pandangan tentang isu-isu umat dan beragam persoalan kebangsaan terkini.

“Kami tetap satu visi-misi dan dalam konteks persatuan-kesatuan umat. Bahwa kekompakan, kebersamaan, kemaslahatan umat, dan keutuhan NKRI adalah tujuan kami.” Ujar TGB. (WST/YNF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.