Home Opini Densitas Waktu, Jadilah Emas Kawan!

Densitas Waktu, Jadilah Emas Kawan!

602
0
SHARE

Oleh : Rendy Saputra

Dalam ilmu fisika ada yang disebut dengan massa jenis. Satuan massa per unit volume. Dalam bahasa Inggris disebut “density”. Diserap dalam bahasa Indonesia menjadi densitas.

Saya ingin menjelaskan dengan sederhana.

Aluminium memiliki massa jenis 2,7 gr/cm[3]. Artinya sebuah dadu aluminium yang berdimensi 1 cm x 1 cm x 1 cm, beratnya 2,7 gr. Kebayang ya.

Bandingkan dengan massa jenis emas yang berada pada 19,3 gr/cm[3]. Artinya sebuah dadu emas yang berdimensi 1 cm x 1 cm x 1 cm, memiliki berat 19,3 gr.

Dengam volume yang sama, emas memiliki berat 7x lipat dari aluminium. Inilah yang disebut dengan massa jenis. Densitas emas lebih tinggi. Volumenya sama, besar bendanya sama, tapi beratnya jauh berbeda.

* * *

Setiap manusia di dunia ini memiliki taqdir waktu yang sama dalam 1 hari. Semua kita di belahan bumi ini mendapatkan jatah waktu 24 jam per hari. Siapapun dia, ras apapun, kebangsaan apapun, kelas sosial manapun, akan mendapatkan VOLUME waktu yang sama : 24 jam per hari, 1.440 menit per hari, 86.400 detik per hari.

Lalu mengapa sosok yang mampu menulis 30 buku selama hidup, tetapi banyak yang bahkan tidak pernah menulis 1 artikel pun?

Mengapa ada yang sanggup membaca 10 buku dalam 3 bulan, namun ada juga yang tidak tamat membaca 1 buku setahun?

Mengapa ada mampu membangun persahabatan dengan 100 orang strategis dalam setahun, sementara ada yang tidak mengalami pertumbuhan sama sekali?

Jawaban dari semua di atas ada pada yang disebut DENSITAS WAKTU. Setiap orang memiliki massa jenis waktu yang berbeda.

Di awal kita telah bersepakat bahwa volume waktu setiap orang sama, yang membedakan kemudian adalah aktivitas pada satuan waktu yang dianugerahkan kepada masing-masing orang.

Ada seseorang yang terbiasa bangun siang hari. Baru buka mata jam 9 pagi, lalu baru siap beraktifitas jam 11 siang. Santai beraktivitas alakadarnya hingga sore hari, lalu hang out sampai jam 22. Lalu sedikit bergadang nonton tayangan digital hingga jam 1 pagi. Begitu seterusnya. Hampir tidak ada kegiatan yang bermakna.

Namun ada juga seseorang yang bisa bangun jam 2.30 dini hari, mandi, qiyamul lail, baca Quran 1 juz, shalat subuh berjamaah di masjid, dzikir dan menghafal Quran hingga syurq, merancang aktivitas pagi hari, memulai bekerja di 8.00 tepat, break dhuha, membangun meeting yang efektif hingga Zhuhur, makan siang dan membaca hingga ashar, lalu menulis mulai bada Ashar hingga Maghrib. Malamnya bercengkrama dengan keluarga. Witr, lalu istirahat.

Anda bisa bayangkan kepadatan kedua sosok di atas. Yang mana yang sekiranya memiliki densitas waktu yang tinggi, mana yang densitas waktunya kopong. Mana yang EMAS, mana yang ALUMINIUM.

* * *

Sudah 3 hari ini Saya sign out dari FB, Instagram dan twitter. Saya keluar dari semua apps sosmed. Saya serahkan akun 100rb++ follower itu ke tim admin.

Saya sempat meneteskan air mata. 3 tahun kebelakang, sosial media adalah dunia saya kedua. Di sana saya merasakan datarnya dunia, interaksi, resonansinya sebuah ide, banjirnya informasi.

Mungkin sebagian dari Anda masih lebih mashlahat ada di sosmed, namun bagi saya sudah sangat banyak mudharatnya. He he he.

Memang tidak semuanya mengalami hal berikut :

Ada gak yang pernah merasakan, scroll status FB sampai 1 jam? Kepoin komen status orang lain sampai sub-sub komennya? Ikut ramai di perang politik status? Padahal bukan buzzer. Belum lagi ramai perang status sindir menyindir no mention. Ditambah lagi nulis status sekalian curhat. ada?

Habit tidak disiplin bersosmed inilah yang kadang membuat densitas waktu kita terbuang. Ini baru bicara sosmed, belum lagi bicara game online, drama korea, film digital bajakan, wah… bisa hancur lebur aktifitas pada waktu yang tersedia.

Kesadaran ini juga yang membuat saya jadi terhentak sadar, inilah sebab mengapa di yaumul hisab nanti, ada yang namanya timbangan amal. Karena memang amal produktiftaslah yang memberatkan timbangan pada volume waktu hidup yang diberikan.

Sama-sama belajar. sama-sama memperbaiki. Saya dan Anda. InsyaAllah.

Baru 3 hari puasa toxic sosmed, alhamdulillah Allah karuniakan kemampuan untuk rutin menyelesaikan 2 konten artikel setiap hari. 1 untuk artikel bisnis, dan 1 untuk artikel manajemen masjid serta da’wah. Ditambah 1 audio pembinaan untuk anggota SSN. Bersrti 3 konten per hari.

Waktu yang biasanya digunakan untuk scroll status FB sekarang banyak digunakan tuntuk berfikir. Menyelesaikan banyak video seminar bisnis di YouTube, membaca banyak blog tentang manajemen dan pengembangan diri, dan mulai masuk lebih dalam ke perbaikan organisasi bisnis dan SSN. Nikmat sekali. Padat, rapet, densitasnya jadi memadat, dengan sendirinya.

Inilah yang saya ingin tularkan dan bagikan ke sahabat semua. Sama sekali bukan ajak gerakan sign out sosmed, nggak sama sekali, sebagian dari sahabat tentu ada yang harus ada di sana terkait berjualan atau gerakan sosial lainnya.

Yang ingin saya ajak adalah usaha untuk memperhatikan DENSITAS WAKTU yang ada pada diri kita. Perhatikan densitas nya. Perhatikan beratnya.

Volume waktu kita sama.

Rentang durasinya sama.

Karunia besarannya sama.

Tinggal sekarang bagaimana isinya? Bagaimana beratnya? Diisi apa saja? Tercapai apa saja? Ini yang mahal.

Sudah saatnya sekarang kita menghargai setiap detak si jarum detik. Habis untuk membaca apa? Habis untuk merespon apa? Habis untuk membangun apa? Habis untuk berbuat apa?

* * *

Semoga tulisan ini bermanfaat. Saya sangat bahagia jika tulisan ini Anda hadiahkan kepada sahabat kita yang seharusnya bisa lebih berat lagi densitas waktunya.

Diantara kita ada sosok yang hebat, berbakat, berpotensi, cerdas, pekerja keras, namun hari ini masih sibuk dengan banyak DISTRAKSI.

Hari ini mereka sedang rusak fokus, gak jelas membangun apa, terbuai ilusi sana sini, yang ada malah tidak produktif dan tidak bisa bekerja efektif.

Semoga tulisan ini menjadi jalan kesembuhan. Sudah saatnya kita memilih densitas waktu si emas yang 19,3 gr per cm kubik. Berarti 19 ton per merer kubik.

Jangan jadi aluminium yang hanya 2,7 gr per cm kubik. Ringan, jauh banget beratnya sama emas.

Jadilah emas wahai saudaraku. Amien.

KR Business Notes

Rabu, 2 Januari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten − 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.