Home Opini Ustadz Presiden

Ustadz Presiden

372
0
SHARE

“Dari dulu sampai sekarang, saya memanggilnya Ustadz Gubernur.” Kata Ikhwanul Kirom Masyhuri, moderator Halaqah Kebangsaan.

Acara tersebut, merupakan salah satu rangkaian acara Silaturahmi Akbar Ulama & Alumni Al-Azhar Indonesia yang dilaksanakan tanggal 1 Mei 2018 di Auditorium Hotel Alila Surakarta.

Ustadz Gubernur yang dimaksud oleh wartawan senior Republika itu adalah Tuan Guru Bajang, Dr. Muhammad Zainul Majdi.

Di hadapan para alumni Al-Azhar, ulama dan tokoh masyarakat yang hadir, sang moderator mengemukakan alasannya bahwa TGB sebelum gubernur menjadi ustadz dan setelah menjadi gubernur, status ustadz tidak boleh ditinggalkan.

* * *

“Ustadz Ikhwanul Kirom Masyhuri, IKM, memanggil saya Ustadz Gubernur, saya panggil balik beliau, dengan Ustadz Wartawan.” Ujar TGB di awal pembicaraannya, sebelum menjelaskan tentang Wasathiyah.

Menurut TGB, panggilan Ustadz dan diikuti dengan profesi: Ustadz Gubernur, Ustadz Wartawan, Ustadz Pendidikan, Ustadz Pedagang dan seterusnya, ada bagusnya sebab mengingatkan pada panggilan jiwa, yaitu dakwah dan menyebarkan nilai-nilai baik, amar ma’ruf nahi munkar.

* * *

Saya pun memiliki pengalaman sama dengan Ustadz Wartawan, sejak pertama bertemu hingga detik ini, saya memanggil TGB dengan sebutan “Ustadz”.

Alasan saya sederhana, saya ingin membangun nuansa ketika kami kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir.

Dulu, kami memanggil satu sama lainnya, sesama mahasiswa, dengan sebutan ustadz.

Dengan memanggil TGB sebagai Ustadz, maka yang terbangun adalah: 1). bahwa terbangunnya emosional antara saya dengan TGB, sebab kami memiliki latar belakang pendidikan dan sebutan bersama, yaitu alumni Al-Azhar;

2). Saya memanggil beliau Ustadz, sebab apapun profesi TGB, di mata saya doktor jurusan tafsir Al Azhar dan hapal Qur’an 30 itu adalah ulama.

Betul, saat ini beliau mendapatkan amanah sebagai Umara, namun kesan keulamaan beliau tetap lebih menonjol.

* * *

Saat ini, TGB dipanggil IKM dengan sebutan “Ustadz Gubernur” dan saya memanggil beliau, “Ustadz” saja, maka saya merindukan suatu saat nanti, baik saya, IKM dan maupun Anda, memanggil TGB: “Ustadz Presiden.”

Semoga harapan saya ini –mungkin juga harapan bagi rakyat Indonesia– menjadi sebuah doa yang dikabulkan oleh Allah SWT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.