Home Hikmah Sikap Mukmin di Malam Tahun Baru

Sikap Mukmin di Malam Tahun Baru

389
0
SHARE
Ust. Abdul Somad, Lc., MA.

Oleh : Ust. Abdul Somad

Bismillaahirrahmaanirrahiim!

Hanya ada dua pilihan bagi orang yang beriman pada malam pergantian tahun baru. Pertama, berkumpul di masjid atau majlis ilmu untuk mengaji dan menimba ilmu. Atau kedua, setelah shalat Isya langsung istirahat tidur agar cukup energi untuk bangun di sepertiga malam terakhir shalat tahajud dan bermunajat kepada Allah Swt.

Di luar dua pilihan itu, ada pilihan lain seperti keluyuran malam, menyalakan petasan dan kembang api di tengah malam, konvoi kendaraan sambil meniup terompet dan bersorak-sorak menimbulkan kebisingan, ini semua bukanlah pilihan orang yang beriman kepada Allah Ta’ala.

Saudaraku, sesungguhnya pergantian hari, pergantian minggu, pergantian tahun adalah bukti dari keagungan Allah Swt. Inilah yang wajib kita yakini setiap kali menyaksikan pergantian waktu, baik hari, minggu, bulan, tahun bahkan jam demi jam. Wajib bagi kita meyakini bahwa semua itu berlangsung tiada pernah terlepas dari kekuasaan Allah Swt.

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’” (QS.Ali Imran [3]: 190-191)

Oleh karenanya, bagi orang yang yakin, orang yang beriman kepada Allah Swt., dia pasti tidak akan mengisi setiap pergantian waktu itu dengan hal-hal yang tiada bermanfaat, apalagi dengan perbuatan maksiat yang mendatangkan dosa. Orang mukmin akan mengisinya dengan aktifitas-aktifitas yang semakin memperkuat keyakinannya kepada Allah Swt., semakin mempertebal rasa cintanya kepada baginda Rasulullah Saw.

Terkhusus untuk pergantian tahun yang sebentar lagi kita alami, pastikanlah diri kita tidak akan menjadi bagian dari orang-orang yang berkonvoi kendaraan menimbulkan kebisingan dengan terompet dan petasan, pastikan diri kita tidak termasuk orang-orang yang melalui malam dengan kemaksiatan. Sebaliknya, pastikan diri kita sebagai bagian dari orang-orang yang mengisi pergantian waktu dengan shalawat, orang-orang yang mengisi sepertiga malam dengan munajat mengharapkan ampunan dan petunjuk Allah Swt.

Semoga Allah Swt. mengampuni dosa-dosa kita di tahun yang sudah berlalu, dan semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita sehingga di tahun yang baru kita bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi dan semakin dekat dengan Allah Swt., lagi semakin cinta kepada baginda Rasulullah Saw.

*Disarikan dari ceramah Ust. Abdul Somad di Majlis Raudhatul Muhibbin, Riau. Dengan pengembangan dari redaksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen + 14 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.