Home Hikmah Muhasabah Akhir Tahun

Muhasabah Akhir Tahun

530
0
SHARE
Ust. Hanan Attaki

Oleh : Ust. Hanan Attaqi

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan hidayah-Nya kepada kita. Hanya karena hidayah Allah Swt. kita bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan selamat dan mendapatkan ridha-Nya.

Begitu juga di malam pada penghujung tahun, jika kita tidak mendapat hidayah Allah maka kita tentu sudah terjebak dan terlibat dalam hingar bingar pesta malam tahun baru yang sesungguhnya didalamnya banyak sekali urusan-urusan yang sia-sia. Uang yang jumlahnya begitu besar habis dalam sekejap hanya demi sensasi sesaat. Dan, urusan-urusan yang sesaat tersebut nanti akan berbuah pertanggungjawaban yang lama di akhirat.

Mungkin banyak orang yang bersorak gembira dan tertawa saat mercon demi mercon dibakar dan diledakkan, mungkin banyak orang yang berpesta di tengah malam sembari meniup terompet sehingga malam yang biasanya tenang dan menjadi waktu untuk beristirahat, menjadi malam yang riuh dengan suara-suara yang gaduh.

Padahal setiap amal pasti diperhitungkan, setiap harta yang dikeluarkan pasti dimintai pertanggungjawaban kelak di padang Mahsyar, menit demi menit dan jam demi jam yang dipakai untuk berpesta itu pasti dimintai pertanggungjawaban di hadapan pengadilan Allah Swt. Sebagaimana di dalam Al Quran, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah [99] : 7-8)

Bayangkan, satu amal kecil yang sebesar butiran debu saja pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Padahal, berapa sih harga sebutir debu dibandingkan harga sebuah mercon? Jika amal seharga sebutir debu saja akan dipertanggungjawabkan, apalagi amal seharga sebuah mercon. Kalau kita perkirakan satu mercon harganya seratus ribu rupiah, maka berapa banyak butiran debu yang bisa kita dapat dengan uang sebesar itu. Dan, jika amal sebutir debu akan dipertangguhjawabkan, maka betapa banyak amal yang harus kita pertanggungjawabkan sebagai akibat dari membelanjakan uang seratus ribu itu.

Maasyaa Allah!

Itu baru petanggungjawaban harta yang terpakai di malam tahun baru. Bagaimana dengan pertanggungjawaban waktu yang berlalu secara sia-sia. Bagaimana pula dengan pertanggungjawaban atas kebisingan yang kita perbuat dan mengganggu orang lain. Belum lagi pertanggungjawaban sosial di hadapan Allah karena ketika kita membelanjakan harta untuk pesta malam tahun baru, di saat yang sama begitu banyak saudara-saudara kita yang sedang berada dalam keadaan sulit bahkan dalam kondisi memprihatinkan akibat bencana alam.

Maka saudaraku, mari kita bertekad untuk tidak mengisi malam pergantian tahun dengan amal-amal yang sia-sia dan dosa, karena demi Allah, setiap ama kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala. Gunakanlah malam tahun baru sebagai momentum untuk muhasabah, mengevaluasi amal kita dalam satu tahun terakhir. Betapa banyak dosa sudah kita lakukan dan betapa masih rapuhnya kualitas ibadah yang sudah kita amalkan.

Semoga Allah Swt. menerima taubat kita, melimpahkan hidayah-Nya untuk kita dan melindungi bangsa kita ini dari segala marabahaya. Aamiin ya Allah ya Rabbal’aalamiin.

 

*Disarikan dari ceramah Ust. Hanan Attaqi di masjid Said Naum, Tanah Abang, Jakarta. Dengan pengembangan oleh redaksi.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.