Home Hikmah Nasihat Ramadhan di Tengah Wabah

Nasihat Ramadhan di Tengah Wabah

217
0
SHARE
Prof. Dr. Quraish Shihab

Oleh : Quraish Shihab

Bismillaahirrahmaanirrahiim. 

Saudaraku, Ramadhan kali ini berbeda dengan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya yang telah kita lalui. Pada Ramadhan kali ini kita menjalankan ibadah dalam situasi di tengah wabah Corona yang baru kali ini terjadi, dan keadaan seperti sekarang merupakan keadaan luar biasa. Di luar perkiraan kita semua.

Ada banyak kebiasaan, tradisi di bulan Ramadhan yang biasanya kita rutin lakukan, ternyata tidak bisa kita lakukan kali ini. Meski di antara tradisi itu mengandung nilai kebaikan, namun dalam keadaan seperti sekarang, banyak tradisi kebaikan yang tak bisa kita lakukan. Tapi, yakinlah bahwa perbuatan atau amal yang mengandung kebaikan itu sangatlah banyak bentuknya.

Kita tentu menjalankan ibadah puasa. Kita shalat. Kita tetap tilawah Al Quran, tetap bersedekah dan berzakat. Namun, untuk sementara waktu kita tidak menunaikan tarawih berjamaah di masjid. Bahkan, untuk di banyak wilayah kita menunaikan shalat fardlu pun di rumah masing-masing.

Tentu kita akan merasa kehilangan di saat bulan Ramadhan tapi tidak bisa melakukan itu semua. Namun, masih banyak kebaikan yang bisa kita amalkan dan akan diridhai oleh Allah selama kita mengamalkannya dengan ikhlas lillaahita’ala. 

Saudaraku, ada satu prinsip dalam agama kita yaitu bahwa menghindarkan kemadharatan atau keburukan itu lebih baik daripada mendatangkan kemanfaatan.

Memang sangat bagus kita berkumpul menjalin silaturahim dengan buka puasa bersama. Memang sangat dianjurkan kita melakukan itikaf di masjid. Demikian pula sangat bagus pelaksanaan Tarawih berjamaah di masjid.

Tetapi, di saat pandemi Corona seperti sekarang, kalau semua amal tersebut dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak negatif akibat penularan virus yang tidak bisa kita jangkau dengan indera penglihatan dan hal tersebut sudah terjadi di banyak tempat, maka menghindari resiko negatif itu lebih baik daripada mengambil manfaat dari amal-amal tersebut.

Rasulullah Saw. bersabda, “Laa dharar walaa dhirar, tidak boleh ada hal yang memberi madharat kepada diri dan kepada orang lain.”

Atas dasar prinsip-prinsip dasar ini, menjadi pedoman bagi kita untuk dapat memilih apa yang lebih baik kita lakukan dan apa yang lebih baik kita tinggalkan di masa-masa pandemi Corona seperti sekarang.

Apalagi untuk amal-amal yang sifatnya sunnah. Tidak perlu memaksakan diri untuk melakukannya jika memang bisa menimbulkan madharat bagi diri sendiri atau orang lain. Karena, masih banyak amal alternatif yang sama-sama mengandung nilai kebaikan di hadapan Allah Swt.

Satu contoh, shalat di masjid adalah hal yang mulia dan ciri orang yang beriman. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Jika engkau melihat seorang hamba yang selalu mengunjungi masjid maka persaksikanlah keimanannya.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Hakim)

Setelah berkata demikian, Rasulullah Saw. lantas membacakan ayat,

{مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ. إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ}

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala).” (QS. At Taubah: 18)

Namun, di waktu yang lain Rasulullah Saw. juga bersabda bahwa Allah Ta’ala memberikan lima keistimewaan kepada umatnya yang tidak diberikan kepada umat-umat terdahulu. Dan, salah satu keistimewaan itu dijadikannya oleh Allah seluruh tempat di muka bumi ini sebagai tempat untuk bersujud (shalat), kecuali tempat yang terdapat najis.

Artinya, seluruh muka bumi ini, baik di masjid, di tempat kerja, di rumah, merupakan tempat yang bisa dipergunakan untuk bersujud kepada Allah Swt. Jika kita maknai secara lebih luas lagi maka semua tempat di muka bumi ini bisa dijadikan tempat untuk mengabdi, beramal shalih sebagai wujud ketundukan kita kepada Allah Ta’ala.

Sebagaimana Tarawih. Rasulullah Saw. menunaikan shalat malam di bulan Ramadhan di masjid, hanya beliau lakukan pada tiga malam pertama saja. Selebihnya, beliau lakukan di rumah. Mengapa Rasulullah Saw. melakukan hal itu? Siti Aisyah ra. mengungkapkan bahwa beliau melanjutkan shalat malam di rumah karena khawatir umat menganggapnya wajib.

Tarawih berjamaah di masjid baru dipopulerkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab ra. Ketika Umar melihat di masjid ada yang menunaikan shalat malam secara sendiri-sendiri. Maka, Umar berijtihad untuk menunaikannya secara berjamaah. Inilah tonggak awal pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah di masjid.

Tentu kita tidak sedang membicarakan bahwa shalat Tarawih berjamaah di masjid itu buruk. Bukan itu. Melainkan kita sedang membicarakan situasi saat ini dimana wabah Corona terjadi di mana-mana dan penularannya seringkali tak terduga, bahkan kini ada istilah OTG atau orang tanpa gejala bagi pengidap Corona yang tidak menunjukkan gejala apa-apa, maka pelaksanaan shalat sunnah tarawih di masjid secara berjamaah menjadi lebih baik untuk ditinggalkan, dan diganti dengan Tarawih di rumah.

Bukankah shalat Tarawih di rumah pun bisa dilakukan secara berjamaah dengan keluarga. Dan, itu bisa kita jadikan kesempatan untuk meningkatkan keharmonisan keluarga. Disamping bisa saling nasihat-menasihati.

Jadi saudaraku, Allah tentu tidak pernah menjadikan suatu kejadian secara sia-sia. Selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa. Termasuk kejadian wabah Corona ini. Salah satu hikmahnya adalah kita bisa lebih banyak waktu di rumah, lebih dekat dengan keluarga. Bisa lebih mengerti kondisi anak-anak, pasangan dan orangtua kita. Saling nasihat-menasihati di antara keluarga.

Mari saling menguatkan satu sama lain. Terus berdoa kepada Allah. Saling menularkan pesan-pesan kebaikan dan rasa optimis bahwa Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang istimewa di mana Allah pasti akan menolong hamba-hamba yang bertakwa kepada-Nya. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin.[]

Disarikan dari https://www.youtube.com/watch?v=6H2Yb4kewiY

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.