Home Hikmah Masjid di Dunia, Istana di Surga

Masjid di Dunia, Istana di Surga

381
0
SHARE
Ust. Abdul Somad, Lc. MA.

Oleh : Ust. Abdul Somad

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Ada sebuah masjid kecil nan sederhana. Berada di pedalaman yang cukup terpencil. Perlu perjalanan selama delapan jam untuk sampai ke masjid ini, melintasi jalur darat sebelum kemudian menyambung langkah dengan kayuhan sampan melintasi aliran sungai di antara rimbun pepohonan. Itupun masih ditambah dengan berjalan kaki melintasi medan yang mendaki. Disinilah terdapat sebuah masjid tanpa mihrab, tanpa kubah, tanpa dinding dan lantai yang cantik. Hanya sebuah masjid kecil sederhana berdinding kayu di tengah belantara rimba.

Masjid. Terambil dari kata sajada, yang berarti tempat bersujud. Tempat menempelkan kening kita di atas bumi bersujud kepada Allah, Tuhan semesta alam. Sesederhana apapun masjid itu, maka dia tetaplah tempat mulia, itulah rumah Allah, rumah yang dibangun untuk menyembah Allah dan meninggikan kalimat Allah.

Masjid kecil di tengah Dusun Air Bomban, sebuah dusun di tengah kawasan hutan konservasi Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Riau. Siapakah dahulu yang turut serta dalam pembangunan masjid sederhana ini. Siapa yang menyumbangkan tenaga, dana dan perhatiannya untuk tegaknya masjid ini. Siapa yang mewakafkan tanahnya? Siapa yang terlibat ketika mengangkut bahan bangunannya, semen, pasir, lembaran seng untuk atap dari ibukota kecamatan padahal medan yang tidak mudah harus dilintasi untuk sampai ke tempat ini. Siapakah mereka? Sungguh beruntung mereka yang telah membela agama Allah dengan ikhtiar pembangunan masjid ini.

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Kuasa.” (QS. Al Hajj [22] : 40)

Barangsiapa yang terlibat dengan penuh keikhlasan dalam tegaknya masjid ini, masjid yang menjadi tempat bagi orang-orang untuk melantunkan adzan, menunaikan shalat, mensyiarkan dakwah, mentadaburi ayat demi ayat Al Quran, maka sungguh ia telah menolong agama Allah dan pasti Allah akan menolong dia.

Apakah yang lebih berarti daripada pertolongan Allah? Tiada yang lebih berharga dari pertolongan-Nya. Sementara di akhirat nanti, tiada yang bisa menolong selain Allah Swt. Anak-anak kita, harta kita yang setiap hari kita kumpulkan semasa di dunia, teman-teman kita yang punya kedudukan tinggi dan kekuasaan ketika di dunia, semua itu tiada berarti lagi kelak di hari kiamat. Yang bisa menolong kita hanyalah Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman, “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. Abasa [80] : 34-37)

Inilah keadaan manusia pada hari kiamat. Betapa dahsyatnya hari itu sampai-sampai setiap orang hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri dan lupa pada selainnya. Setiap diri kita sibuk memikirkan betapa banyak dosa yang pernah kita perbuat. Dan, tiada yang bisa menolong kita selain Allah Ta’ala.

Maka, betapa beruntung orang yang melibatkan dirinya meski sebatas kemampuannya namun dia ikhlas lillaahita’ala. Oleh karenanya, bagi orang yang turut serta mendirikan masjid di dunia Allah menjanjikan balasan yang luar biasa besar di akhirat nanti. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala, maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa besar penghargaan dari Allah bagi orang-orang yang membangun masjid di dunia secara ikhlas. Inilah orang-orang yang berhasil melawan egonya, menekan hawa nafsunya untuk menumpuk-numpak harta, untuk memperkaya dirinya sendiri dan keluarganya, untuk membangun kemewahan untuk dirinya sendiri sehingga tampak di hadapan manusia, ia lawan semua hasrat itu dan memilih untuk menyalurkannya di jalan Allah, membangun sebuah masjid untuk digunakan beribadah oleh orang banyak.

Orang yang ikhlas membangun masjid di dunia adalah orang yang memiliki lima mutiara di dalam dirinya yang menjadi tanda keimanan. “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At Taubah [9] : 18)

Inilah orang yang tidak takut miskin hanya karena turut menyumbang pembangunan masjid. Ia tidak takut hidupnya menjadi susah hanya karena hartanya disalurkan untuk membangun rumah Allah. Dan, subhanallah, sampai sekarang tidak ada orang yang hidupnya melarat gara-gara membangun masjid. Sebaliknya, betapa banyak orang yang hidupnya tentram, hatinya tenang, jauh dari gundah gulana dan gelisah karena diam-diam dia gemar membantu pembangunan masjid.

Saudaraku, sungguh agama ini akan tetap agung meski tanpa pertolongan kita, karena Allah yang menjaganya. Namun, apalah artinya kita ini jika tanpa agama Allah, tanpa pertolongan Allah. Amal shalih kita membangun masjid kebaikannya adalah untuk diri kita sendiri. Oleh karenanya, ambillah bagian dari kesempatan beramal shalih itu. Jangan biarkan diri kita absen dari catatan malaikat saat ada pembangunan masjid di lingkungan kita. Manfaatkan kesempatan emas itu, jangan sampai berlalu dengan sia-sia.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat pertolongan Allah Swt. dan dikumpulkan kembali di surgan-Nya. Aamiin ya Rabbal’aalamiin.[]

 

*Disarikan dari ceramah Ust . Abdul Somad, Lc. MA., di Dusun Air Bomban, desa Batang Gansal, Indragiri Hulu, Riau. Kawasan Konservasi Hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.