Home Hikmah Tasbih Alam Semesta

Tasbih Alam Semesta

590
0
SHARE
Ust. Abdul Somad, Lc., MA.

Oleh : Ust. Abdul Somad

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Saudaraku yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala, belajar dari apa yang ditunjukkan Allah pada alam semesta ini, air yang mengalir, dahan-dahan pohon yang tertiup angin, dedaunan yang jatuh di atas bumi, semuanya bergerak hampir tidak ada yang diam. Ketika satu dahan pohon ditebas, maka esok pagi akan perlahan tumbuh bagian yang baru dari dahan itu. Air yang keruh karena tertimpa tanah atau dasarnya tertumbuk suatu benda, karena ia terus mengalir maka bergantilah keruh itu menjadi jernih kembali.

Ada yang mati, lalu tumbuh yang baru. Pepohonan yang awalnya hijau, kemudian menguning, layu lalu mati, namun tumbuh lagi tunas pohon yang baru. Begitulah hidup ini saudaraku, sejatinya kita harus terus bergerak. Karena jika kita tidak bergerak, tidak melakukan aktifitas apapun maka kita sama saja sedang mati, kita tak ubahnya mayat-mayat yang berjalan sebelum kematian benar-benar datang.

Sebagaimana tercantum dalam Al Quran surah Al Insyirah ayat 7-8, Islam mengajarkan “Fa idzaa faraghta, fanshab!”, jika engkau selesai pada suatu pekerjaan maka lakukanlah pekerjaan yang lain. Namun, jangan pula kita melakoni aktifitas di dunia ini dengan kesombongan. Sehebat apapun jabatan kita, sebesar apapun jasa kita, sesungguhnya “Fa ilaa Rabbika farghab!”, hanya kepada Allah-lah kamu berharap.

Setiap tugas yang kita emban, setiap misi yang kita pikul, setiap kesuksesan demi kesuksesan pada pekerjaan yang kita lakukan sesungguhnya di sana mutlak ada kekuasaan Allah. Jika Allah tidak memberikan kekuatan kepada kita maka tentu kita tidak akan mampu sedikitpun melakukan tugas-tugas itu.

Hari ini kita bisa hidup, kita bisa bekerja dengan baik, semua yang kita miliki ini bukanlah milik kita. Semua yang kita jalankan saat ini hanyalah pinjaman, titipan dari Allah Swt. “Allah Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk [67] : 2)

Ketika kita sedang bergerak maka sesungguhnya kita sedang hidup. Dalam proses Thawaf kita melihat jamaah haji terus bergerak, berputar mengelilingi Ka’bah. Begitu juga dalam Sa’i, jamaah haji terus bergerak terus dari Shafa dan Marwah. Demikian juga dengan semua benda-benda langit, bumi berputar mengeliling matahari, bulan berputar mengelilingi bumi, semua bergerak tanpa saling bersinggungan satu sama lain karena semua bergerak pada garis edarnya masing-masing.

Maka, teruslah bergerak saudaraku. Jauhkan rasa malas, obati rasa jemu dengan aktifitas yang baru. Selesaikan satu pekerjaan sebaik mungkin sebatas yang kita mampu. Lalu, kerjakan aktifitas lain. Belajarlah dari alam semesta ini, bahwa semua yang ada di alam ini senantiasa bergerak, bertasbih kepada Allah Swt. Maka, bergeraklah kita sebagai bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala. Semoga setiap aktifitas yang kita lakukan bisa menjadi amal shalih di hadapan Allah Ta’ala. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.[]

 

*Disarikan dari ceramah Ust. Abdul Somad di sungai Batang Gansal, kawasan hutan konservasi Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Kab. Indragiri Hulu, Riau.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.