Home Hikmah Hikmah Kepahitan Jamu

Hikmah Kepahitan Jamu

162
0
SHARE
KH. Abdullah Gymnastiar

Oleh : Abdullah Gymnastiar

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dzat Yang Maha Memberi. Allah limpahkan karunia yang tiada pernah bisa kita hitung banyaknya. Allah limpahkan berbagai macam nikmat yang meski seringkali luput dari perhatian kita namun tetap Dia curahkan kepada kita. Alhamdulillah. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Allah, baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, pernahkah meminum jamu demi tujuan kesehatan atau kebugaran? Atau pernahkah melihat seseorang yang minum jamu? Kita tentu mengetahui khasiat jamu yang akan kita minum. Dan begitu jamu itu masuk di mulut kita, kita mengetahui rasanya pahit, apakah kita lantas memarahi tukang jamu? Tentu saja tidak. Bahkan kita berterimakasih dan membayarnya. Mengapa? Karena kita tahu dan sadar bagaimana khasiat jamu itu dan bagaimana rasanya di lidah kita.

Demikianlah kepahitan dalam hidup kita. Sungguh, hidup di dunia banyak berisi kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan. Bahkan tidak jarang terjadi peristiwa-peristiwa yang tidak mengenakkan hati kita. Pahit dan getir rasanya.

Akan tetapi, menghadapi kenyataan yang demikian, banyak orang yang tidak pandai menyikapinya secara bijaksana. Ada orang yang sangat mudah berkeluh kesah, meratap, mengutuki keadaan, hingga berburuk sangka kepada Allah Swt. Na’udzubillahi mindzalik.

Padahal bagi orang yang beriman, setiap kenyataan hidup sepahit apapun pasti ada dalam kekuasaan Allah dan setiap apa yang dikehendaki Allah untuk terjadi pastilah mengandung kebaikan. Bagi orang yang beriman, kepahitan hidup akan disikapi dengan tiga hal. Pertama, mengevaluasi diri dan memeriksa perbuatan apakah yang telah mengundang datangnya kepahitan itu. Kedua, berbaik sangka bahwa ketetapan Allah pasti kebaikan bagi dirinya. Dan yang ketiga, meyakini bahwa hanya kebaikan Allah Swt. yang bisa menyelamatkan kita.

Jadi, jikalau ada kepahitan yang terjadi di dalam hidup kita, sikap terbaik adalah sungguh-sungguh bertaubat kepada Allah Swt., berbaik sangka kepada-Nya dan berburu kebaikan Allah dengan cara meningkatkan kualitas sabar dan kualitas ibadah kita kepada-Nya.

Saudaraku, jika suatu saat terjadi kepahitan dalam hidup kita, janganlah membencinya. Sikapilah dengan kesabaran dan baik sangka kepada Allah Swt. Karena sesungguhnya kita tidak pernah mengetahui hal apakah yang terbaik bagi kita sebenarnya. Seringkali yang awalnya kita pandang baik bagi kita, di kemudian hari kita bersyukur tidak mendapatkannya karena ternyata itu mengandung keburukan. Dan, tidak jarang yang awalnya kita pikir kejelekan bagi kita, kelak di kemudian hari kita bersyukur telah merasakannya karena ternyata mengandung kebaikan bagi kita.

Allah Swt. berfirman, “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216).

Wallahua’lambishawab.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.