Home Hikmah Hamba Yang Bersyukur

Hamba Yang Bersyukur

332
0
SHARE

Oleh : Zainurrofieq

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Di dalam Al Quran, Allah Swt. berfirman yang artinya, “(Iblis berkata), “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan, Engkau tidak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur.” (QS. Al A’raaf [7] : 16-17)

Ayat ini menggambarkan dialog antara Allah dan iblis. Iblis mengajukan sebuah permintaan kepada Allah Swt. Iblis mengajukan proposal kepada Allah disebabkan Allah telah menghukumnya. Iblis mempunyai keinginan ingin mencari kawan atau teman. Kata iblis, “Karena engkau telah menghancurkan aku, maka aku akan datangi seluruh anak Adam agar mereka tidak pandai bersyukur!”

Dari ayat ini kita bisa memperoleh gambaran bahwa tujuan besar iblis ketika mengganggu dan melancarkan tipudaya kepada kita sebagai umat manusia adalah digoyahkannya kekuatan syukur yang sebenarnya telah Allah telah simpan di dalam diri kita. Iblis mengatakan kepada Allah Swt., “Engkau akan menyaksikan bahwa kebanyakan dari hamba-hamba-Mu adalah makhluk yang tidak bersyukur!”

Dalam ayat ini pula kita bisa membaca betapa hebatnya syaitan dalam menggoda manusia. Digambarkan dalam ayat yang agung ini bahwa syaitan akan menggoda manusia dari segala arah, depan, belakang, kanan dan kiri kita. Sehingga tidak sedikit manusia yang terseret dan terjerumus kepada jebakan syaitan sehingga menjadi orang yang tidak bisa bersyukur kepada Allah Swt.

Di dalam ayat yang lain Allah Swt. berfirman yang artinya, “Dan, sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Sabaa [34] : 13)

Subhanallah! Ayat ini menambahkan sebuah keyakinan kepada kita bahwa ternyata manakala kita tidak pandai bersyukur, maka hakikatnya ketika itu kita sedang didekati oleh syaitan ‘aduwullah. Dan, tiada lain dari tujuan syaitan ini selain untuk mencelakai kita, menjadikan kita sebagai temannya di dalam neraka. Na’udzubillah! Semoga Allah Swt. melindungi kita dari godaan syaitan.

Pembaca yang dirahmati Allah, oleh karena itulah kita selaku umat manusia diperintahkan oleh Allah agar menjadi musuh syaitan dalam menjalani kehidupan ini. Sebagaimana firman Allah Swt. di dalam Al Quran, “Sungguh, syaitan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh..

Jadikanlah syaitan sebagai musuh kita. Dengan menjadikan syaitan sebagai musuh kita, maka berarti ketika kita sudah siap untuk melawan syaitan beserta dengan strategi cara melawannya. Ketika kita memproklamirkan syaitan sebagai musuh kita dan kita pun bertekad untuk memeranginya, maka ketika itu pula kita harus menyiapkan langkah-langkahnya.

Dan, setelah kita mentadaburi firman Allah Swt. pada awal tulisan ini, maka kita bertambah yakin bahwa langkah yang harus kita tempuh adalah dengan menjadi orang yang pandai bersyukur. Setiap kali kita menjadi orang yang melatih diri untuk pandai bersyukur, maka setiap itulah hakikatnya kita sedang berperang dengan melawan syaitan ‘aduwullah.

Rasullulah Saw. memberikan bimbingan kepada kita mengenai cara agar kita menjadi orang yang pandai bersyukur. Rasullulah Saw. mengajarkan sebuah doa untuk kita panjatkan pada setiap selesai melaksanakan shalat. Doa tersebut berbunyi, “Allaahumma ‘a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik”, “Duhai Allah, kuatkanlah aku untuk senantiasa bisa berdzikir serta senantiasa bisa bersyukur dan senantiasa menjadi orang yang baik dalam beribadah kepada-Mu.”

Marilah kita dawamkan doa ini sebagai ikhtiar kita memupuk kemampuan bersyukur kepada Allah Swt. Hanya kepada Allah kita memohon kekuatan dan hanya kepada Allah pula kita memohon perlindungan dari kecelakaan akibat godaan syaitan yang terkutuk.[]

 

*Disarikan dari buku The Power of Syukur karya penulis.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two + five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.