Home Hikmah Dakwah Itu Mengajak

Dakwah Itu Mengajak

303
0
SHARE
KH. Ahmad Mustofa Bisri

Oleh : Ahmad Mustofa Bisri

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Dakwah itu seperti lafadznya, maknanya adalah mengajak. Mengajak itu berbeda dengan menyuruh, juga berbeda dengan memerintah, apalagi dengan memaksa. Dakwah itu mengajak.

Oleh karena itu, di dalam Al Quran Allah Swt. berfirman, “Ajaklah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl [16] : 125)

Dari ayat ini kita bisa menangkap bahwa dakwah itu mengajak dengan bijaksana, dengan nasihat yang baik, atau dengan berdebat itupun tetap dengan cara yang baik, dengan mengedepankan akhlak mulia ketika berdebat dengan lawan bicara kita.

Untuk berdakwah, modal yang paling awal itu diperlukan ruuhud da’wah atau ruh dakwah. Namun, inilah yang sekarang sedang mengalami krisis. Ruh dakwah adalah semangat mengajak. Sedangkan yang sekarang muncul adalah semangat membenarkan, semangat mengharuskan. Adapun yang kita butuhkan dalam dakwah adalah semangat mengajak.

Rasulullah Saw. ketika pertama kali mengajak orang-orang di Thaif itu beliau sampai dilempari batu. Bahkan malaikat sampai jengkel dan menawarkan kepada beliau pembalasan atas perbuatan mereka. Namun, apa jawab Rasulullah Saw.? Beliau menjawab bahwa beliau diutus oleh Allah Swt. bukan untuk membalas keburukan dengan hal yang sama, bukan untuk melaknat, melainkan untuk mengajak umat manusia ke jalan yang lurus.

Coba kita perhatikan apa yang dilakukan Rasulullah Saw. setelah mendapat perlakuan yang sedemikian kasar dari orang-orang di Thaif. Rasulullah Saw. lantas mendoakan mereka denga doa yang sangat menggetarkan jiwa kita, “Ya Allah, andaikan mereka pada saat ini tidak menerima Islam, semoga kelak mereka akan menjadi orang-orang yang beribadah kepada Allah Swt.”

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw. berdoa, “Allahumma ihdi qaumiy, fainnahum laa ya’lamuun. Duhai Allah, tunjukilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui (bahwa yang aku bawa ini benar.”)

Jika orang diajak kepada kebenaran kemudian dia menolak, itu karena dia tidak tahu akan kebenaran tersebut. Namun, jika orang yang diajak tersebut selain menolak dia juga melempari batu, maka dia lebih tidak tahu lagi. Dia tidak tahu, tidak mengerti, sehingga berbuat seperti itu.

Nah, agar orang bisa mengetahui dan mengerti maka dia memerlukan petunjuk, hidayah Allah Swt. Maka, tugas kita adalah mengajak mereka agar mau membuka hatinya, membuka pikirannya menerima petunjuk-petunjuk kebenaran, dengan jalan yang bijaksana, dengan contoh keteladanan dan ajakan yang mengedepankan akhlak mulia.

Contoh yang paling sederhana tentang praktik mengajak adalah di terminal bis. Coba kita perhatikan para calo bis yang berusaha meyakinkan calon penumpang untuk menaiki bis yang ditawarkannya. Dia hanya mengajak dengan cara meyakinkan bahwa bis ini bagus, ber-AC, akan segera berangkat. Dia hanya mengajak, dia tidak memaksa apalagi sambil menyakiti calon penumpang itu dengan lisan dan perbuatannya.

Marilah kita menjadi agen-agen dakwah, mengajak orang lain kepada jalan Allah Swt. dengan cara-cara yang berakhlak dan dengan semangat cinta kasih sebagai sesama hamba Allah Swt. Wallahhua’lam bishawab.[]

 

*Disarikan dari rekaman ceramah KH. Ahmad Mustofa Bisri pada chanel Youtube yang dipublikasikan oleh GusMus Channel pada 25 Mei 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 + fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.