Home Hikmah Doa Nabi Musa

Doa Nabi Musa

974
0
SHARE
KH. Abdullah Gymnastiar

Oleh : Abdullah Gymnastiar

Semoga Allah Swt. Yang Maha Mengetahui setiap gerakan-gerakan halus di ruang angkasa hingga di dasar terdalam samudera, menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa istiqamah menjaga lurusnya niat dalam setiap ucapan dan perbuatan. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Barangsiapa yang ingin ucapannya dimudahkan oleh Allah Swt. sehingga hilang kelu, kemudian bisa menjadi jalan perbaikan, memiliki daya ubah yang menggugah dan penuh makna, maka amalkanlah doa nabi Musa a.s.

Doa tersebut diabadikan oleh Allah Swt. di dalam Al Quran, “Rabbisyrahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatan min lisaani yafqahuu qaulii”, yang artinya, “Duhai Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lisanku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha [20] : 25-28)

Doa ini dipanjatkan oleh nabi Musa a.s manakala Allah Swt. memerintahkannya untuk datang kepada Firaun dan menyampaikan kebenaran kepada raja yang zhalim itu. Allah Swt. berfirman, “Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas.” (QS. Thaha [20] : 24)

Para ahli tafsir menerangkan bahwa nabi Musa a.s adalah utusan Allah Swt. yang memiliki kekurangan sebagaimana manusia pada umumnya. Kekurangan nabi Musa a.s adalah kekakuan lisannya manakala berbicara. Maka dari itu, agar bisa memenuhi perintah Allah Swt. untuk berdakwah kepada Firaun, nabi Musa a.s memanjatkan doa tersebut kepada Allah Swt.

Saudaraku sekalian, mari kita perhatikan urutan dalam doa ini. Setelah kita perhatikan maka kita bisa melihat berarti orang yang bisa dimengerti ucapannya, bisa dimudahkan urusannya, adalah orang yang paling lapang hatinya. Maka kita harus meminta kepada Allah Swt. agar dilapangkan hati kita.

Ada sebuah perumpamaan. Di sebuah padang rumput yang luas, ada seekor gajah besar tak akan jadi masalah. Namun, jika di dalam kamar yang sempit, seekor tikus pun bisa menjadi masalah yang besar.

Demikianlah orang yang berhati lapang, ia akan lebih mudah dalam menghadapi persoalan hidupnya. Orang yang berhati lapang pun, setiap ucapannya tidak diselimuti dengan hawa nafsu dan emosi. Sehingga setiap perkataan yang lahir dari lisannya akan menjadi indah, santun, mengandung kebenaran dan kebaikan, penuh manfaat, berkah, menggugah dan berdaya ubah.

Allah yang menggenggam hati, Allah yang menguasai segala urusan, dan Allah kuasa menuntun lisan kita dalam menyampaikan kebenaran. Mintalah kepada Allah, Dzat Yang Maha Kuasa atas segalanya. Wallahu a’lam bishawab.[]  

 

*Sumber : www.smstauhiid.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.