Home Hikmah Mengaji Hujan

Mengaji Hujan

373
0
SHARE

Oleh : Zainurrofieq

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Allah Swt. berfirman di dalam Al Quran, “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2] : 22)

Imam Ibnu Katsir ra. menerangkan bahwa hujan adalah karunia yang sangat besar dari Allah Swt. bagi umat manusia dan semua penghuni bumi ini. Pada ayat ini disebutkan bahwa Allah jadikan bumi ini sebagai ‘hamparan’ untuk kita dan langit sebagai atapnya. Kalimat ini menunjukkan bahwa Allah jadikan bumi ini tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali, tidak hanya memberikan ketenangan secara lahir saja melainkan juga ketenangan secara batin.

Karena di bumi ini makhluk hidup khususnya manusia tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan lahiriahnya saja dengan makan dan minum atau pemenuhan kebutuhan lain yang bersifat fisik, namun juga bisa memenuhi kebutuhan bathiniahnya dengan berkeluarga, berketurunan, atau berhubungan sosial. Di mana bumi menjadi hamparannya yang nyaman dan langit sebagai atapnya yang memberi keamanan.

Ibnu Katsir juga menerangkan bahwa untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan manusia, Allah Swt. melimpahkan nikmat-Nya ke bumi ini dalam bentuk curahan hujan. Air hujan akan membasahi tanah, memenuhi kebutuhan sawah, ladang, kebun dan hutan yang menjadi sumber makanan bagi manusia.

Ada fakta ilmiah yang sangat mengejutkan mengenai hujan. Yaitu, bahwa secara umum, curah hujan yang turun ke bumi setiap detiknya terhitung berjumlah 16 ton. Ternyata, jumlah ini sama dengan besaran air yang menguap dari bumi setiap detiknya pula. Artinya, siklus air yang turun ke bumi dan menguap dari bumi selalu teratur pada kadar tertentu.

Tidak hanya itu, para peneliti juga mengukur kecepatan jatuhnya air hujan ke permukaan bumi. Rata-rata ketinggian minimum awan adalah 12.000 meter. Sebuah benda yang memiliki bentuk dan bobot seperti tetesan air hujan jika jatuh dari ketinggian tersebut maka akan jatuh dengan kecepatan 558 km/jam. Sedangkan jika benda sebesar tetesan hujan jatuh ke permukaan bumi dengan kecepatan seperti itu, maka ia akan mampu merusak apapun yang ditimpanya, tanaman, hunian, atau kendaraan. Itu jika dihitung ketinggian awan pada 12.000 meter, padahal faktanya ada juga awan yang ketinggiannya hanya 10.000 meter, pada ketinggian ini tentu tetesan hujan yang jatuh akan menimbulkan kerusakan lebih parah.

Namun, faktanya tidak demikian yang terjadi. Berapapun ketinggian awan, hujan yang turun ke bumi akan memiliki kecepatan rata-rata yang sama yaitu hanya 8-10 km/jam saja! Mengapa bisa demikian? Karena bentuk tetesan hujan memiliki desain yang luar biasa sempurna, yang meningkatkan efek gesekan atmosfer sehingga menjaga kecepatan laju tetesan hujan pada batas tertentu. Hasilnya, perhitungan matematis manusia yang memperkirakan bahwa tetesan air hujan bisa menimbulkan kerusakan, faktanya tidak demikian. Allahu Akbar!

Maha Benar Allah Swt. yang telah menfirmankan, “Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az Zukhruf [43] : 11)

Para ulama tafsir menyerukan bahwa sejatinya ayat-ayat mengenai hujan yang mengagumkan ini menjadi bahan renungan dan pemikiran bagi setiap hamba Allah Swt. yang berakal. Karena dari ayat-ayat mengenai hujan ini saja, betapa besar tanda keagungan Allah, bahkan untuk satu urusan bernama hujan ini saja manusia tak mampu menjangkau seluruhnya. Sehingga betapa urusan hujan ini bisa menjadi penguat keyakinan kepada Allah Swt.

Semoga Allah Swt. melimpahkan rezeki, keselamatan, kemakmuran untuk negeri kita ini. Dan, Allah golongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Aamiin ya Rabbal’aalamiin.[]

 

*Disarikan dari buku Bercocok Tanam Adalah Ibadah karya penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.