Home Hikmah Merespon Teror Dengan Jihad Al Quran

Merespon Teror Dengan Jihad Al Quran

280
0
SHARE
Ust. Abdul Somad Lc, MA.

Oleh : Abdul Somad

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Islam dan kaum muslimin beberapa dekade terakhir semakin sering disudutkan sebagai biang dari berbagai teror di penjuru bumi ini. Begitu mudahnya kaum muslimin distempel sebagai terorisme, sedangkan tidak begitu jika pelaku kekerasan adalah non-muslim.

Apalagi di dalam ajaran Islam dikenal istilah jihad yang menurut sebagian kalangan sebagai bukti bahwa Islam adalah agama yang melegitimasi kekerasan. Bahkan sebagian dari kaum muslimin sendiri memahami jihad sebagai perang, padahal sesungguhnya jihad tidak selalu bermakna perang.

Sebagai penjelasan mari kita simak surat Al Furqan [25] ayat 52, “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka, dengan jihad yang besar.”

Saudaraku, jika kita hendak bertanya mengenai sesuatu maka bertanyalah kepada ahlinya. Mau bertanya tentang penyakit dan obatnya bertanyalah kepada dokter. Bahkan dokter pun ada spesialisasinya, penyakit gigi bertanyalah kepada dokter gigi, penyakit kulit bertanyalah kepada dokter kulit. Apalagi urusan tafsir Al Quran, mestilah kita bertanya kepada ahlinya.

Salah satu rujukan tafsir Al Quran yang utama adalah Abdullah bin Abbas ra., salah satu sahabat kecil dari baginda Rasulullah Saw., sahabat yang sejak kecil senantiasa mengikuti Rasulullah Saw. dan turut melayani keperluan Rasulullah Saw. Saat Abdullah bin Abbas masih bayi, ia pernah dibawa oleh ibunya ke hadapan Rasulullah Saw. kemudian beliau mendoakannya, “Ya Allah, jadikanlah dia mengerti agama Islam secara mendalam.” Berkah dari doa Rasulullah Saw. ini  Abdullah bin Abbas tumbuh menjadi orang yang cerdas dan berpengetahuan mendalam terutama dalam tafsir Al Quran. Ibnu Mas’ud ra. pernah mengatakan, “Ahli tafsir terbaik adalah Ibnu Abbas.”

Bagaimana penjelasan Abdullah bin Abbas ra. tentang surat Al Furqan ayat 52 di atas? Beliau menjelaskan bahwa perintah berjihad di dalam ayat ini adalah berjihad dengan Al Quran, bukan berjihad dengan mengangkat senjata. Bagaimana berjihad dengan Al Quran itu? Yaitu dengan mempelajarinya, mempelajari cara bacanya, mempelajari tafsir dan maknanya, menghapalnya dan mengamalkannya, serta yang tidak kalah penting adalah mengajarkannya.

Kaum muslimin wajib hukumnya mempelajari Al Quran karena inilah kitab yang menjadi pedoman hidup seorang muslim. Inilah petunjuk keselamatan hidup seorang muslim. Mempelajari Al Quran tidak hanya menjadi tugas para da’i atau penceramah saja. Melainkan menjadi tugas setiap muslim apapun profesinya, misalnya dokter. Mengapa dokter perlu memahami Al Quran? Karena dokter bisa menyingkap ilmu pengetahuan yang petunjuknya sebenarnya ada di dalam Al Quran, seperti misteri penciptaan manusia. Fakta luar biasa ini jikalau mampu dipahami oleh seorang dokter maka ini bisa menjadi jalan dakwah Islam melalui dunia kedokteran. Dan, inilah salah satu contoh berjihad dengan Al Quran itu. Demikian juga dengan profesi lainnya, petani, astronot, peneliti fisika, ahli geologi dan lain sebagainya.

Saudaraku, kaum muslimin denga ajaran Islamnya memang pernah menguasai dunia ini. Kaum muslimin pernah menjadi pemegang peradaban tertinggi di dunia ini. Namun, perlu diingat bahwa setiap kali kaum muslimin menguasai seuatu negeri mereka tidak pernah menghancurkan. Sebagai contoh, ketika Amr bin Ash ra. memasuki Mesir dan menaklukannya, Amr bin  Ash tidak pernah menghancurkan gereja. Oleh karenanya, jika kita berziarah ke Kairo kita bisa melihat gereja-gereja bersejarah tetap tegak berdiri menjadi saksi kesantunan peradaban Islam.

Di Mesir ada bukit Thursina, tempat di mana nabi Musa as. menerima wahyu dari Allah Swt. Setiap bulan Juni sampai Agustus bukit ini biasanya banyak dikunjungi turis mancanegara. Jika kita sudah berada di puncak bukit ini, kita akan melihat di bawah sana ada gereja tua nan megah bernama gereja St. Catherine. Dalam sejarahnya, Santa Cathrine adalah seorang wanita suci yang melarikan diri dari hiruk pikuk pergolakan antara Kristen Ortodoks dengan Kristen Katholik.

Ketika Islam datang ke Mesir, gereja ini sudah lama ada di sana. Namun, ketika Amr bin Ash ra. masuk ke Afrika Utara khususnya ke Mesir, sedikitpun tidak ada bagian dari gereja ini yang dirobohkan. Ini menjadi bukti bahwa Islam tidak menebarkan teror, Islam masuk ke suatu negeri untuk menyelamatkan manusia yang asalnya menyembah batu, api atau tidak bertuhan, menjadi menyembah Allah Swt. Maasyaa Allah!

Islam memasuki suatu negeri dengan misi menjadi rahmatan lil’aalamiin. Islam mengajak manusia untuk menyembah Allah Swt., namun Islam tidak memaksa apalagi memaksa dengan kekerasan. Di Mesir, sejak Amr bin Ash pada masa Umar bin Khaththab ra. datang, sampai sekarang masih ada Kristen Ortodoks Koptik sebesar 6% dari jumlah penduduk di sana. Begitu juga di Lebanon, Paletsina dan Suriah masih ada penganut Kristen Ortodoks Maronib. Demikian juga di Indonesia yang penduduknya mayoritas Islam, sejak dahulu hingga sekarang masih ada penganut agama lain dan kita hidup berdampingan secara saling menghargai dan menghormati.

Dari penjelasan ini, semakin kuatlah bahwa Islam bukanlah agama teroris, kaum muslimin bukanlah orang-orang penyebar teror. Bahkan terbukti pada beberapa kejadian terakhir di berbagai negara bahwa para pelaku teror yang keji justru berlatarbelakang agama bukan Islam.

Saudaraku, marilah kita memperkuat diri dengan ilmu-ilmu Al Quran. Agar kita bisa memahami kandungan Al Quran dengan baik, memahami tafsir Al Quran dengan benar. Dan, dengan Al Quran ini kita bisa menjalankan misi Islam dalam berdakwah mengajak manusia ke jalan yang lurus, jalan yang Allah Swt. ridhai, serta menjadikan Islam sebagai rahmatan lil’aalamiin.[]

 

*Disarikan dari rekaman ceramah Ust. Abdul Somad Lc., MA. pada chanel Youtube yang dipublikasikan oleh Pemuda Hijrah pada 11 Oktober 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.