Home Hikmah Dzikir dan Ketenangan Batin

Dzikir dan Ketenangan Batin

1088
0
SHARE
Prof. Dr. Quraish Shihab

Oleh : Quraish Shihab

Allah Swt. berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’du [13] : 28)

Dalam ayat ini Allah Swt. memberikan petunjuk kepada kita bahwa jikalau kita dilanda kegelisahaan, gundah gulana, resah, maka berdzikirlah, ingatlah Allah, sebutlah nama-Nya sehingga hati kita akan berangsur tenang.

Pertanyaannya, bagaimana dzikir yang bisa membuat hati kita menjadi tenang? Pertama, yaitu dengan menghayati sekuat kemampuan tentang sifat-sifat Allah Swt. Dan yang kedua, berserah diri sepenuhnya kepada Allah Swt. setelah berusaha secara maksimal.

Mari kita dalami syarat yang pertama. Banyak sifat-sifat Allah, tapi ada satu ayat di dalam Al Quran yang dinamai juga dengan ayat pemelihara atau pemberi ketenangan. Di dalam ayat ini disebut tidak kurang 17 (tujuh belas) kata yang menunjukkan kepada Allah Swt. Tidak ada satu ayat di dalam Al Quran yang mengandung kata yang menunjukkan kepada Allah lebih daripada ayat tersebut. Ayat tersebut dinamai Ayat Kursi, yaitu ayat ke-255 dari surat Al Baqarah.

Mari kita lihat kandungan Ayat Kursi ini. Allahu Laa ilaaha illa huwa, tidak ada penguasa, tidak ada pengendali, tidak ada pencipta alam raya ini kecuali Dia. Al Hayyu, Dia Yang Maha Hidup dan Dia Yang Memberi Hidup. Kalau begitu, tidak perlu mengkhawatirkan hidup kita karena Allah yang memberi kehidupan kepada kita dan Allah yang memelihara kehidupan ini.

Al Qayyum, Dia Yang Mengurus seluruh makhluk dengan sempurna, termasuk diri kita tentu saja. Laa ta-khudzuhu sinatuw walaa naum, Dia tidak disentuh oleh kantuk dan tidak pula tidur. Jika demikian maka janganlah khawatir karena Dia selalu melihat kita dan bersama kita setiap saat. Bahkan ketika kita tidur nyenyak pun Allah tetap terjaga melihat dan mengetahui kita. Saat kita dirundung masalah, Allah senantiasa hadir dan membersamai setiap hamba yang beriman kepada-Nya.

Lahuu maa fissamaawati wamaa fil ardhi, milik-Nya dan di dalam kendali-Nya segala sesuatu yang ada di alam raya ini, yang di langit dan di bumi. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi idznihi, tidak ada yang bisa mengajukan permohonan apapun kecuali permohonan itu diajukan setelah diizinkan oleh-Nya. Tidak ada yang bisa mencelakai kita, mendoakan kecelakaan kepada kita selama Allah tidak mengizinkannya, selama kita senantiasa mendekat kepada-Nya.

Ya’lamu maa bainaa aidiihim wamaa khalfahum, Dia mengetahui apa-apa ancaman yang ada di hadapan dan di belakang kita. Walaa yuhiithuuna bisyainim min ‘ilmihi ilaa bimaa syaa, tidak ada seorangpun yang mengetahui sesuatu kecuali pengetahuannya itu bersumber dan atas izin Allah Swt.

Wasi’a kursiyyuhus samaawati wal ardh, kekuasaan-Nya mencakup seluruh langit dan bumi. Walaa ya-uduhuu hifdzuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘adhim, Allah tidak berat mengurus langit dan bumi ini, apalagi mengurusi persoalan hidup kita yang memohon pertolongan-Nya. Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Saudaraku, syarat yang kedua adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah Swt. Datanglah kepada-Nya setelah kita mengerahkan segenap tenaga tatkala berikhtiar. Karena sesungguhnya kita ini tiada daya tiada upaya selain karena pertolongan dari-Nya. Jika kita berpegang teguh kepada Allah maka niscaya Dia akan menyelimuti hati kita dengan rasa tenang dalam menghadapi kenyataan hidup ini.

Jika kedua syarat ini kita penuhi maka insyaa Allah ketenangan batin akan meneduhkan diri kita, menguatkan kembali langkah kita, dan mengokohkan iman kita untuk istiqamah di jalan Allah Swt. Hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita pasti akan kembali. Wallaahua’lam bishawab.[]      

*Disarikan dari ceramah Prof. Dr. Quraish Shihab pada 23 Mei 2018 di program Mutiara Hati SCTV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.