Home Hikmah Shalat Tapi Korupsi

Shalat Tapi Korupsi

369
0
SHARE
Ust. Abdul Somad Lc, MA.

Oleh : Abdul Somad

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Bagaimana jika ada seorang muslim, dia menunaikan shalat dan rukun Islam lainnya, tapi dia korupsi? Ini pertanyaan yang sangat penting. Bagaimana bisa ada orang yang korupsi padahal selama ini dia menunaikan shalat, bukankah Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar.” (QS. Al Ankabut [29] : 45)

Tentu saja dalam kasus seperti ini bukan shalatnya yang dipersalahkan, melainkan orangnya lah yang salah. Jika dia shalat namun dia korupsi, maka dia tidak benar dalam shalatnya. Gambarannya seperti orang yang sakit, kemudian dia berobat ke dokter. Dokter memberinya resep obat untuk diminum tiga kali dalam satu hari dan harus habis. Namun, dia hanya meminum satu butir obat dalam satu hari dan itupun tidak setiap hari. Maka, karena ikhtiar yang dia lakukan tidak benar, hasilnya kesehatannya tidak kunjung pulih. Obatnya tidak salah, orangnya yang salah.

Jika orang itu menunaikan shalatnya dengan benar, niatnya benar, tata caranya benar, dilakukan dengan khusyu dan tumaninah, maka shalatnya akan membekas di hatinya. Hati yang bersih karena shalat yang benar, akan memancarkan akhlak yang mulia. Shalat menjadi benteng yang tangguh di dalam hatinya untuk mampu menolak segala godaan syaitan yang datang kepadanya, termasuk godaan untuk mengambil harta yang tidak halal baginya atau korupsi.

Oleh karena itu, jika ada seorang muslim melakukan korupsi, hal paling mendasar yang perlu diperbaiki dari dirinya adalah kualitas shalatnya. Boleh jadi selama ini dia shalat, namun tiada Allah di hatinya, hatinya malah dipenuhi dengan rasa cinta yang lebih besar pada urusan dunia. Boleh jadi selama ini tubuhnya hadir di antara shaf jamaah shalat, namun hatinya melanglang buana ke tempat lain.

Kita doakan agar saudara-saudara kita yang melakukan kekhilafan dengan berbuat korupsi itu bertaubat dan kembali ke jalan yang lurus, jalan yang diridhai oleh Allah Swt. Dan, semoga Allah Swt. memberikan taufik dan hidayah agar kita istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin.[]

 

*Disarikan dari rekaman ceramah Ust. Abdul Somad Lc, MA. yang dipublikasikan oleh Muslim Asia pada chanel Youtube pada 05 September 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.