Home Hikmah Bekal Hidup Optimis

Bekal Hidup Optimis

393
0
SHARE
KH. Abdullah Gymnastiar

Oleh : Abdullah Gymnastiar

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Syaikh Ibnu Athaillah, semoga Allah ridha kepada beliau, menerangkan di dalam Al Hikam, “Tidak akan terhambat suatu permintaan yang semata-mata engkau sandarkan kepada karunia (kekuasaan) Tuhanmu, dan tidak mudah tercapai permintaan yang engkau sandarkan kepada kekuatan dan daya upaya serta kepandaian dirimu sendiri.”

Saudaraku, sungguh Allah Maha Mengetahui hati kita ini bersandar kepada siapa. Kalau kita bersandar kepada Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Kaya. Berapapun yang kita perlukan, apapun yang kita butuhkan, Allah Maha Memiliki segalanya. Kalau kita bersandar kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segalanya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, semua bisa terjadi jika Allah menghendakinya.

Oleh karenanya, jika kita bersandar kepada Allah, kita tidak akan putus asa dalam menghadapi segala persoalan dalam hidup kita. Kita pun akan senantiasa optimis dalam ikhtiar kita. Kenapa? Karena kita tahu Allah Maha Kuasa menolong hamba-Nya.

Lantas, dari mana rasa putus asa dan pesimis muncul? Semua itu muncul jika kita bersandar kepada kemampuan diri sendiri. Jika kita hanya mengandalkan kepintaran, kekuatan, jaringan yang kita miliki maka sesungguhnya manusia itu sangat lemah. Kepintaran kita ada batasnya, kekuatan kita tidak akan lama, jaringan yang kita miliki tidak akan selamanya. Boleh jadi kita merasa satu kesuksesan berhasil kita raih karena kepintaran dan kemampuan kita semata, namun sungguh kesuksesan tersebut tidak akan mengantarkan kita pada ketenangan. Karena kita tetap dihantui rasa takut kesuksesan tersebut lepas dari genggaman kita. Inilah sumber utama lahirnya rasa putus asa dan pesimis dalam menjalani hidup.

Bagaimana kita bisa tenang, karena yang kita andalkan yaitu kepintaran dan kemampuan diri kita ini sesungguhnya kita akui sangat rapuh dan sangat terbatas. Bahkan ternyata jika tanpa dibantu oleh orang lain, kesuksesan tidak bisa kita raih. Betapa lemahnya kita ini.

Oleh karena itu, ketika kita menunaikan ikhtiar, pandangan kita terhadap ikhtiar ini adalah sebagai ladang ibadah. Kita perlu sungguh-sungguh dalam ikhtiar, perlu all out dalam mengerahkan pikiran dan tenaga, tapi sandaran hati kita tetap kepada Allah Swt. Kita tetap meyakini bahwa semua terjadi hanya atas izin Allah semata. Mungkin batas kemampuan kita dalam ikhtiar hanya mampu mencapai satu hasta, tapi jika Allah menolong kita dari jalan yang tiada kita sangka bisa saja kita mencapai puluhan depa.

Tidak ada satupun orang yang datang kepada kita kecuali pasti Allah yang menggerakkan. Tidak ada satupun ilmu yang datang kepada kita kecuali Allah yang kehendaki. Allah Maha Tahu keterbatasan kemampuan kita. Jika kita mengakui kelemahan dan keterbatasan diri kita ini di hadapan Allah Swt., maka itulah yang Allah sukai. Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah!

Dalam urusan ikhtiar, ketika berhadapan dengan sesama makhluk maka ucapkanlah, “Saya akan berusaha semaksimal mungkin sebatas kemampuan saya!” Tapi, jika kepada Allah maka ucapkanlah, “Hamba ini tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan-Mu, ya Allah!”

Kalau kita hanya mengandalkan diri sendiri maka kita akan mudah merasa lelah. Rasanya tidak mungkin kita mencapai ini, rasanya sangat sulit kita mencapai itu, rasanya tidak pantas kita begini, rasanya tidak layak kita begitu. Demikianlah jika kita hanya mengandalkan diri sendiri, muaranya kepada rasa cemas, pesimis, putus asa.

Tapi, jika kita mengandalkan Allah Swt., maka sungguh bumi langit dan segala kejadian di dalamnya ada dalam kekuasaan Allah Swt. Yakinlah pada pertolongan Allah, inilah sumber semangat dan gairah dalam hidup kita. Jangan menuhankan upaya kita, karena upaya kita ini bisa sukses dan bisa juga gagal. Namun, bersandarlah kepada Allah, inilah sumber kekuatan kita dalam berikhtiar dan serahkan segalanya kepada Allah.

Sukses atau gagal hasil yang kita raih, jika Allah yang ada di hati kita, semua itu tidak akan menyurutkan semangat kita. Suksesnya tidak membuat sombong, gagalnya tidak akan membuat putus asa, sebaliknya justru menjadi motivasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ikhtiar kita. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mendapat pertolongan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal’aalamiin.[]

 

*Disarikan dari https://www.youtube.com/watch?v=ZQVdKG73jMs&t=1493s

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.