Home Hikmah Belajar dari Air

Belajar dari Air

1197
0
SHARE
Ust Abdul Somad Lc., MA.

Oleh : Ust. Abdul Somad

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Allah Swt. menciptakan segala bentuk makhluk dan salah satunya adalah air. Air ini adalah makhluk Allah yang memiliki banyak keistimewaan. Di dalam Al Quran Allah Swt. berfirman, “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah mereka beriman?” (QS. Al Anbiya [21] : 30)

Tidak ada makhluk yang Allah ciptakan secara sia-sia, selalu ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari mereka selama kita mau menafakurinya. Termasuk dari air, ada pelajaran penting yang bisa kita petik dari air.

Pertama, air akan selalu mengalir tanpa bisa ditahan. Ketika ia ditahan atau dibendung, maka ia tetap akan mencari celah-celah terkecil untuk terus mengalir, dan di saat yang sama ia pun sedang mengumpulkan tenaga yang besar untuk menembus penghalang. Hikmahnya, jadilah manusia yang pantang menyerah, kreatif, inovatif, pantang mudah putus asa terhadap pertolongan Allah Swt.

Kedua, air nampaknya lemah dan tidak punya daya apa-apa saat kita permainkan. Namun, itu bisa terjadi manakala jumlah atau volumenya kecil. Akantetapi, ketika dia sudah berkumpul dalam jumlah yang besar maka ia menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa. Ketika ia dalam jumlah besar maka ia bisa menghasilkan energi listrik yang memberi manfaat bagi sekian banyak orang dan menggerakkan roda kehidupan. Ketika ia dalam jumlah besar pula ia bisa menyapu dan menenggelamkan apa saja yang ada tanpa bisa ditahan.

Hikmahnya, hendaklah kita hidup secara berjamaah, saling tolong-menolong, saling bekerja sama dan bersinergi, jauhkan sifat egois dari hidup kita. Karena dalam kesendirian kita akan lemah dan mudah ditaklukkan, sedangkan dengan kebersamaan kita akan jauh lebih kuat dan jauh lebih produktif. Bukankah dalam hal shalat pun berjamaah akan jauh lebih besar pahalanya dibandingkan shalat sendirian?

Ketiga, dari air kita juga belajar bahwa air yang nampak lemah saat berupa tetesan, padahal dengan tetesan demi tetesan itulah batu yang besar dan kokoh lama-lama bisa menjadi cekung bahkan berlubang disebabkan tetesan demi tetesan air.

Hikmahnya, jadilah pribadi yang istiqamah, konsisten dalam mengerjakan sesuatu. Mungkin saat ini amal yang bisa kita lakukan hanyalah amalan kecil. Tidak mengapa, karena Rasulullah Saw. bersabda, “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim)

Keempat, air juga menjadi jalan bagi kita selaku umat muslim untuk bersuci. Oleh karenanya, jangan pernah mencemari air, pantang bagi orang yang beriman untuk mengotori air. Karena air bagi kita memiliki peran yang sangat vital menyangkut sah dan tidaknya suatu ibadah. Air harus dijaga kebersihan dan kesuciannya karena dalam keadaan yang demikianlah air bisa menjadi manfaat bagi kehidupan manusia. Namun sebaliknya, ada juga air yang kotor dan najis yang jika terpercik sedikit saja kepada kita maka itu bisa merusak kualitas ibadah kita.

Hikmahnya, senantiasa jagalah kebersihan dan kesucian hati kita. Jangan biarkan dosa mengotori hati kita. Karena bagaimana kualitas kita di hadapan Allah Swt. adalah sebagaimana kualitas hati kita. Jika baik hati kita maka baik pula seluruh diri kita, jika kotor hati kita maka seluruh dari diri kita pun akan kotor, begitu baginda Rasulullah Saw. berpesan kepada kita.

Saudaraku, air adalah karunia yang sangat besar dari Allah Swt. Maka, wajib bagi kita mensyukurinya. Bersyukurlah dengan cara memuji Allah serta melestarikan sumber-sumber air yang telah Allah limpahkan di negeri yang kita cintai ini. Karena, jika tanpa makanan manusia bisa bertahan hingga tiga bulan lamanya, sedangkan tanpa air manusia paling bisa bertahan hidup tiga hari saja.

Mari, kita menjadi pribadi yang pandai bersyukur kepada Allah Ta’ala, pribadi yang melestarikan lingkungannya dan pribadi yang bisa menjadi manfaat bagi orang lain serta bagi lingkungan sekitarnya. Wallaahua’lam bishawab.[]

*Disarikan dari ceramah singkat Ust. Abdul Somad, Lc. MA. di air terjun Lembah Anai, Kawasan Cagar Alam Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.