Home Hikmah Tanda Jodoh Sudah Dekat

Tanda Jodoh Sudah Dekat

6226
0
SHARE
Prof. Dr. Quraish Shihab

Oleh : Quraish Shihab

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Jodoh dalam bahasa Indonesia itu bisa diartikan pasangan. Sehingga jika kita kehilangan sandal sebelah kanan maka kita bisa bertanya, “Mana jodoh sandal sebelah kiri saya?” Jadi, jodoh itu pasangan.

Di dalam Al Quran terdapat padanan kata untuk “jodoh” yaitu “zauj”. Allah Swt. berfirman di dalam Al Quran, “Wa min kulli syai-in khalaqnaa zaujaini la’allakum tadzakkaruun”, yang artinya, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu sekalian mengingat akan kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat [51] : 49)

Allah Swt. menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini secara berpasangan supaya kita sadar bahwa Sang Pencipta yaitu Allah Swt. adalah tunggal, Maha Esa. Demikian halnya dengan manusia, diciptakan secara berpasangan.

Mengenai jodoh, ada jodoh yang sudah ditetapkan Allah dan tidak bisa berubah. Yaitu seperti siang yang berjodoh dengan malam, mereka berpasangan dan tidak bisa berubah. Adapun manusia, manusia itu diberikan oleh Allah suatu kebebasan yang terbatas. Manusia tidaklah seperti daun yang ketika dihembus oleh angin maka ia bergerak begitu saja sesuai arah angin. Manusia bisa bebas menentukan arah perjalanannya, namun meski begitu manusia tidak bisa bebas sepenuhnya. Alangkah banyak yang manusia peroleh padahal manusia tidak minta, pun begitu alangkah banyak yang manusia minta tapi tidak ia peroleh.

Manusia dalam pandangan mayoritas ulama itu memiliki kemampuan untuk berusaha. Dan, hasil usahanya itu pada akhirnya ditentukan oleh Allah Swt. Anda mau, dia pun mau, tapi yang menentukan hanya Allah Swt. Dalam konteks jodoh, manusia perlu berusaha menjemputnya tapi yang menentukan tetaplah Allah Swt.

Manusia harus berusaha menemukan jodohnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan manusia dan ini mudah adalah berdoa kepada Allah Swt., “Ya Allah, semoga apa yang aku kehendaki, Engkau restui.” Lalu, berusahalah mencari jodoh, jangan tidak usaha. Siapa tahu Allah menetapkan bahwa orang yang diharapkannya menjadi jodohnya itu benar-benar menjadi jodohnya jika ia berusaha. Sama halnya dengan kematian. Orang yang sakit ini akan mati kalau dia tidak berobat, tapi kalau dia berobat maka hidupnya akan berlanjut hingga sekian tahun. Demikianlah keterkaitan antara usaha manusia dengan ketetapan Allah Swt.

Jodoh yang sedang diusahakan, bisa jadi mudah, bisa jadi sulit. Bisa jadi juga tanpa kita usaha keras, eh dia datang begitu saja. Sama dengan rezeki, jodoh itu salah satu bagian dari rezeki. Nah, kita harus usahakan itu. Bisa jadi usaha yang kita lakukan itu mudah, bisa jadi usaha kita juga sulit.

Apa yang disebut rezeki adalah yang kita peroleh dan dapat kita manfaatkan. Jodoh juga begitu. Ada orang yang sudah berusaha mendapatkan jodoh, kenal sekian tahun lamanya, tapi ternyata batal. Sampai akhirnya dia berjumpa seseorang, berkenalan hanya satu bulan, dan menikah, berketurunan, hidup bahagia. Jadi jangan melihat pada mudah dan sulitnya upaya yang sedang dilakukan, lihat saja bahwa jodoh itu perlu diupayakan, terlepas dari apakah itu mudah ataukah sulit.

Salah satu doa yang bisa diamalkan ketika kita berusaha menemukan jodoh kita adalah doa, “Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrota a’yunin waj’alnaa lilmuttaqiina imaama”, yang artinya “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan [25] : 74) Atau, boleh juga kita berdoa dengan bahasa yang kita mampu.

Yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa ada sesuatu yang bisa menjadi penghambat bagi doa-doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Swt. Apa itu? Yaitu dosa kita. Dosa-dosa yang diakibatkan dari kemaksiatan akan membuat seorang hamba menjauh dari Rabb-nya. Sedangkan taubat dan ketaatan akan membuat seorang hamba semakin dekat dengan Rabb-nya. Kedekatan dengan Allah akan membuat doa kita dikabulkan oleh-Nya.

Kita tentu mendambakan jodoh yang baik. Langkah penting yang harus dilakukan untuk mendapatkannya adalah memperbaiki diri. Jadilah pribadi yang baik dulu sehingga kita pantas mendapatkan yang baik pula.

Apa tanda atau sinyal jodoh sudah dekat? Yaitu hati yang bergetar. Pikiran kita bisa memikirkan sesuatu. Saat laki-laki melihat seorang perempuan atau sebaliknya, maka akal bekerja dan hati juga bekerja. Akal bisa salah dan akal mempunyai pertimbangan berbeda dengan pertimbangan hati. Tidak ada seorang pun yang tidak memiliki kekurangan yang tidak terjangkau oleh akal. Oleh karenanya, kalau kita menyukai seseorang, jangan lagi tanya akal kita karena akal akan menemukan kekurangan-kekurangan orang itu dan memberitahukannya kepada kita.

Maka, tanyalah kepada hati kita. Ketika hati kita memang bergetar kala melihatnya, maka carilah pembenar untuk menjawab akal kita. Jika ini yang terjadi, maka kemungkinan besar jodoh bertemu, segala kekurangan diterima dan muncul kerelaan untuk saling melengkapi kekurangan-kekurangan tersebut. Maka, tidak heran jika pernikahan senantiasa dikaitkan dengan sakinah, mawaddah wa rahmah, ketiga hal ini sangat berkaitan dengan hati.

Semoga Allah Swt. memberi kita hidayah sehingga kita bisa istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya. Dan, semoga bagi siapa saja yang tengah mencari jodohnya, semoga diberi kemudahan oleh Allah Swt., dipertemukan dengan jodoh yang tidak hanya membahagiakan di dunia namun juga membahagiakan di akhirat. Aamiin ya Rabbal’aalamiin.[]

 

*Disarikan dari rekaman wawancara Prof. Dr. Quraish Shihab oleh Najwa Shihab pada chanel Youtube yang dipublikasikan pada 19 Maret 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.