Home Hikmah Menjaga Ukhuwah Di Tahun Politik

Menjaga Ukhuwah Di Tahun Politik

269
0
SHARE
Dr. Saiful Islam Mubarak

Oleh : Saiful Islam Mubarak

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Salah satu karunia Allah Swt. yang sangat besar terhadap kita adalah karunia persaudaraan. Jika kita tafakuri shalat berjamaah yang sudah sering kita lakukan, yang banyak diamalkan oleh jutaan orang di dunia ini, maka ada suatu hikmah agung yang mengandung banyak sekali pelajaran. Tidak sedikit kejadian shalat berjamaah, di mana makmumnya sampai puluhan bahkan ratusan orang, dipimpin oleh seorang imam, namun makmum sama sekali tidak mengenal sang imam. Lantas, mengapa para makmum itu mau berimam kepadanya? Tiada lain adalah karena memenuhi panggilan Allah Azza wa Jalla.

Sekian banyak manusia berkumpul di satu masjid, menunaikan shalat berjamaah, karena sama-sama memenuhi panggilan iman, bukan panggilan kepentingan dunia. Kalau sudah adzan berkumandang, manusia berbondong-bondong datang ke masjid, ditanggalkannya semua identitas keduniaan, tiada lagi tanda-tanda pangkat jabatan, tidak dibawanya simbol-simbol, termasuk simbol politik atau kecenderungan politiknya. Semua duduk sama rendah, berdiri sama tinggi di hadapan Allah Swt., yang membedakan adalah kadar ketakwaannya.

Oleh karenanya, umat Islam adalah umat yang sangat menarik perhatian dunia sebagai umat yang senantiasa memperhatikan pentingnya ukhuwah atau persaudaraan. Inilah umat yang senantiasa sadar bahwa persaudaraan jauh lebih penting daripada perbedaan duniawi. Maka, tidak heran jika setiap hari Jumat masjid-masjid Jami di seluruh dunia selalu penuh dengan jamaah shalat tanpa mempedulikan jabatan, pangkat, simbol politik. Semua berkumpul dengan kepentingan yang sama : mengharap ridha Allah Swt.

Inilah karunia yang wajib kita syukuri. Di tengah tahun politik yang banyak orang katakan sebagai tahun yang “panas”, namun umat Islam di Indonesia tetap menyadari bahwa ukhuwah Islamiyyah senantiasa ada di atas segala hiruk pikuk perpolitikan saat ini. Mungkin saat berada di luar, umat Islam boleh terbagi karena perbedaan pandangan politik. Bahkan ada juga yang saling berbantahan dengan cukup keras karena argumentasi yang berbeda. Namun, jika sudah masuk ke masjid, shalat berjamaah, semua menyatu dalam tali ikatan yang padu, itulah tali ukhuwah.

Berbeda bendera, berbeda calon pemimpin yang diidolakan, namun ketika sudah berada di masjid, kita ruku, sujud, bertasbih kepada satu Dzat yang sama, yaitu Allah Swt. Alhamdulillah.

Maka, beruntunglah orang-orang yang senantiasa mengusahakan hadir dalam shalat berjamaah secara disiplin dan teratur. Karena dengan shalat berjamaah ini kita senantiasa disegarkan kembali, dikuatkan kembali mengenai makna persaudaraan dalam Islam. Sekencang apapun perbedaan dalam urusan dunia, itu tidak akan menggoyahkan sedikitpun hakikat persaudaraan yang sudah Allah Swt. jelaskan di dalam Al Quran.

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran [3] : 103)

Saudaraku, perbedaan pandangan politik sesungguhnya tidaklah pantas jika sampai memporak-porandakan persaudaraan di antara kita. Kenapa? Karena kita ini, umat Islam, dipersaudarakan oleh Allah Swt. melalui kemuliaan tangan baginda Rasulullah Saw. Adakah yang lebih berharga dari kenyataan ini?

Akan tetapi, memang akan selalu ada orang-orang yang berupaya agar kita terpecah-belah, saling memusuhi satu sama lain, bahkan saling menyakiti di antara sesama umat Islam. Keinginan orang-orang seperti ini akan jauh lebih mudah jika kita lalai, jika kita lebih mementingkan urusan politik daripada shalat berjamaah, lebih mementingkan loyalitas terhadap capres daripada kepada Allah Swt. dan rasul-Nya.

Padahal sungguh, capres yang kita idolakan belum tentu hidup satu bulan ke depan. Calon wakil rakyat yang kita puji di hadapan manusia belum tentu hidup satu minggu ke depan. Semua diri kita ini adalah milik Allah Swt. Jika Allah Swt. menghendaki kita bersaudara, maka sungguh tidak patut kita lebih sibuk dalam perselisihan sampai-sampai melupakan persaudaraan di antara kita.

Apa artinya janji-janji kampanye itu dibandingkan janji-janji Allah Swt. di dalam Al Quran. Tidak boleh kita lebih tertarik para janji-janji capres daripada janji-janji Allah Swt. di dalam Al Quran bagi orang yang beriman. Tidak boleh kita lebih mempercayai capres melebihi rasa percaya kita kepada pemimpin seluruh umat manusia yang tidak diragukan lagi kapasitasnya yaitu Muhammad Rasulullah Saw.

Di tahun politik seperti ini, mari kita perkuat ibadah kepada Allah Swt. Gencarkan shalat berjamaah di masjid. Bahkan ada kejadian di beberapa masjid yang jamaahnya senantiasa penuh, telapak kaki orang yang sujud bersentuhan dengan kepala orang yang sujud di belakangnya. Apakah orang yang di belakang itu marah? Apakah keduanya lantas berkelahi? Tidak. Karena mereka sadar sedang sama-sama bersujud kepada Allah Swt. Indah sekali.

Sering sekali para ulama yang menyampaikan firman Allah Swt.,  “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian, dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat.” (QS. Al Hujurat [49] : 10)

Saudaraku, kesamaan pilihan politik biasanya akan selesai setelah selesainya pemilu/pilkada. Namun, kesamaan persaudaraan dalam Islam akan senantiasa langgeng hingga hari kiamat bahkan hingga di akhirat.

Sebagai penutup, mari kita renungkan firman Allah Swt. berikut ini, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az Zukhruf [43] : 67)

Marilah kita jadikan tahun politik ini sebagai madrasah bagi kita untuk meningkatkan kualitas persaudaraan kita sebagai sesama umat Islam. Tidak lupa, mari kita tingkatkan pula kualitas persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa yang Allah Swt. takdirkan menjadi warga dari negara yang kita cintai ini. Semoga Allah Swt. melindungi kita. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin.[]

 

*Disarikan dari rekaman khutbah Jumat Ust. Saiful Islam Mubarak Lc., M.Ag., di Masjid Al Anshor Margahayu Raya, Bandung. Yang dipublikasikan pada 31 Januari 2019 di Youtube.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.