Home Hikmah Dimanakah Qalbu?

Dimanakah Qalbu?

2225
0
SHARE
Dr. Saiful Islam Mubarak

Oleh : Saiful Islam Mubarak

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Allah Swt. telah menciptakan manusia dengan diberi bekal yang lengkap dan cukup. Dan bekal yang paling utama yang harus kita jaga dan pelihara adalah bekal berupa qalbu.

Berbicara tentang qalbu, orang sering mengisyaratkannya dengan istilah “hati”. Dimanakah letak hati tersebut? Ada orang yang menunjuk hati ke tengah antara dada dan perut. Saat seseorang sakit hati maka ia mengekspresikannya dengan menunjuk bagian itu. Ada orang yang diberitakan dioperasi hati maka telunjuknya menunjuk ke bawah dekat bagian perut atau lambung. Tapi, ketika diminta menggambarkan bentuk hati maka yang digambarkan adalah mirip dengan organ yang berada di bagian dada sebelah kiri.

Lantas, yang mana sebenarnya yang disebut dengan qalbu? Memang Al Quran tidak berbicara fisik ketika mengulas tentang qalbu. Tapi, Al Quran lebih banyak berbicara tentang qalbu dari sisi fungsinya.

Seperti dalam surat Al Baqarah Allah Swt. berfirman, “Tsumma qasat quluubukum min ba’di dzalik”, yang artinya, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu..” (QS. Al Baqarah [2] : 74)

Atau seperti di dalam surat Al Anbiya kita bisa temukan ayat yang berbunyi,”Laahiyatan quluubuhum”, yang artinya, “(Lagi) hati mereka dalam keadaan lalai..” (QS. Al Anbiya [21] : 3)

Atau dalam surat Al Anfal kita temukan ayat yang termasyhur, “Wajilat quluubuhum”, yang artinya, “gemetarlah hati mereka..” (QS. Al Anfal [8] : 2)

Apa yang bisa kita petik dari contoh-contoh ayat di atas? Ketika qalbu bisa mengeras seperti batu, qalbu bisa lalai, qalbu bisa bergetar tatkala disebutkan asma Allah, apa pelajaran yang bisa kita dapatkan? Ternyata qalbu bisa menjadi sumber kemaksiatan namun juga bisa menjadi sumber ketaatan kepada Allah Swt.

Mana yang harus kita cari? Tentu kita harus mencari qalbu yang berfungsi sebagai sumber ketaatan kepada Allah. Langkah apa yang mesti kita tempuh agar qalbu yang kita miliki ini mengantarkan kita menjadi hamba yang taat kepada Allah Swt.?

Taat kepada Allah merupakan jalan yang bersih. Jalan yang suci dan menuju kesucian. Sedangkan qalbu yang kotor tidak mungkin dapat bertemu dengan Dzat Yang Maha Suci. Maka, betapa penting bagi kita untuk berjuang membersihkan qalbu.

Kita ketahui dari ayat-ayat tadi bahwa ternyata qalbu adalah hal yang abstrak, maka kotor dan bersihnya sulit untuk diukur. Orang yang senantiasa berjuang ingin membersihkan qalbunya, tentu dia akan sadar betul bahwa tidak ada yang menguasai qalbu kita selain Allah Swt. Karena itu Rasulullah Saw. pernah berdoa di hadapan para sahabat yang membuat para sahabat kaget. Saat itu Rasulullah Saw. berdoa, “Yaa Muqallibal quluub tsabbit qalbii ‘alaa diinik”, “Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan qalbu, tetapkan qalbuku untuk berada di atas agama-Mu.”

Anas bin Malik ra., salah seorang sahabat Rasul Saw. yang sangat dekat kepada beliau mendengar beliau berdoa dengan ungkapan seperti itu kaget. Anas bertanya, “Ya Rasulullah, kenapa seperti itu engkau berdoa? Kami sudah siap untuk berjuang bersamamu, kami sudah siap untuk mengorbankan segala apa yang ada pada diri kami demi engkau, demi berjuang membela agama yang engkau ajarkan kepada kami. Tapi, kenapa engkau berdoa seperti itu?”

Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah ada satu hatipun melainkan berada di antara dua jemari dari jari-jemari Ar Rahman. Bila Dia kehendaki maka Dia akan meneguhkannya, dan bila Dia kehendaki maka Dia akan menyesatkannya.” (HR. Imam Ahmad)

Saudaraku, ketika kita mendengar nasihat seorang ulama maka terenyuhlah hati kita. Kita pun teringat pada dosa-dosa kita dan seketika itu beristighfar memohon ampun kepada Allah. Akantetapi begitu keluar dari majlis tersebut, mata kita melihat hal-hal yang bukan haknya untuk dilihat maka seketika itu juga kita lupa kepada Allah Swt. karena tergiur dengan godaan syaitan melalui jendela pandangan mata. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang baik di masa lalu maupun di masa sekarang.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk senantiasa waspada jangan sampai kita terbawa arus oleh tipudaya syaitan yang selalu berupaya membuat qalbu kita menjadi kotor dan hitam legam dengan noda-noda dosa. Jika qalbu sudah kotor apalagi hitam legam dengan noda dosa maka kita akan sangat mudah terseret pada jurang kehancuran.

Qalbu adalah tempatnya iman, tempatnya takwa. Dalam surat Al Hujurat Allah Swt. berfirman, “Walamma yadkhulul iimaan fii quluubikum”, “Karena belum masuk iman ke dalam qalbumu..” (QS. Al Hujurat [49] : 14)

Semoga Allah Swt. senantiasa menguatkan qalbu kita agar senantiasa berisi kecintaan kepada-Nya, kecintaan kepada Al Quran, kecintaan pada ketaatan kepada Allah Swt. dan Rasulullah Saw. Wallaahua’lambishawab.[]

 

*Disarikan dari rekaman ceramah Ust. Saiful Islam Mubarak, Lc., M.Ag., di Youtube yang dipublikasikan oleh chanel Fawzan Husen pada 22 September 2011.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.