Home Hikmah Hakikat Niat

Hakikat Niat

365
0
SHARE
Prof. Dr. Quraish Shihab

Oleh : Quraish Shihab

Pada kesempatan kali ini kita akan bahas mengenai niat. Apa itu niat? Niat adalah tekad untuk melakukan sesuatu kegiatan atau perbuatan. Satu perbuatan bermula dari ide yang ada dalam benak. Kemudian ide tersebut dimantapkan oleh akal dan jiwa seseorang. Pemantapan akal menghasilkan pengetahuan tentang objek niat.

Nah, kita harus tahu apa yang hendak kita lakukan. Sebagai contoh, ketika kita niat berpuasa maka kita harus mengetahui apa saja urusan yang berkaitan dengan puasa itu. Misalnya, apakah hukum puasa yang hendak kita lakukan, apakah wajib ataukah sunnah. Kemudian, kapan waktunya puasa tersebut, kapan dimulai dan kapan berakhir. Lalu, apa saja yang perlu dilakukan selama kita berpuasa itu, hal apa saja yang bisa menambah kualitas puasa kita dan perkara apa saja yang bisa mengurangi nilai puasa bahkan membatalkannya.

Hal-hal seperti ini mestinya sudah ada dalam pemantapan ide di dalam akal kita tentang puasa. Selanjutnya pemantapan jiwa. Pemantapan jiwa inilah yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang merupakan hasil dari pengetahuannya tentang hal yang akan dilakukannya.

Konteks pemantapan jiwa itu menghasilkan keikhlasan kepada Allah Swt. Karena itulah, dua perbuatan yang sama yang dilakukan oleh dua orang bisa jadi berbeda nilainya sebagai akibat dari perbedaan niatnya.

Dalam pandangan madzhab Syafii, dalam konteks ibadah puasa misalnya, niat harus dilakukan setiap malam. Sementara ada juga ulama lain yang mengatakan bahwa niat boleh dilakukan satu kali dalam sebulan. Tetapi sebenarnya, niat sebagaimana yang diterangkan oleh Imam Syafii yaitu yang setiap  malam itu lebih baik. Karena, dengan berniat setiap malam kita mempunyai kesempatan untuk melakukan introspeksi. Niat yang sama pada hari sebelumnya, kita lakukan perbaikan-perbaikan sehingga pada keseesokan harinya niat dan puasa bisa kita semakin baik, demikian juga pada hari-hari berikutnya.

Saudaraku, niat memiliki posisi yang sangat penting dalam hidup kita. Rasulullah Saw. bersabda dalam salah satu haditsnya, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Perbuatan yang baik jika niatnya salah, maka perbuatan baik itu menjadi tidak bernilai di hadapan Allah Swt. Sehebat apapun perbuatan tersebut. Namun, perbuatan yang sederhana jika niatnya lurus lillaahita’ala maka nilainya akan berlipat-lipat di hadapan Allah Swt. Saudaraku, semoga kita termasuk orang-orang yang bisa senantiasa menjaga kebersihan hati kita dan lurusnya niat kita. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + eighteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.