Home Hikmah Lima Jalan Dikabulkannya Doa

Lima Jalan Dikabulkannya Doa

273
0
SHARE
Dr. Saiful Islam Mubarak

Oleh : Saiful Islam Mubarak

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Allah Swt. telah menciptakan kita sebagai makhluk yang senantiasa membutuhkan-Nya. Oleh karena kebutuhan kita terhadap Allah maka kita memanjatkan doa kepada-Nya baik dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan senang maupun sedih, dalam keadaan mudah maupun sulit.

Akan tetapi, orang kadang merasa doanya tidak juga dikabulkan. Padahal Allah Maha Mengabulkan permohonan hamba-Nya yang beriman. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mu’min [40] : 60)

Lantas, langkah apa saja yang perlu kita ikhtiarkan untuk menjemput pertolongan Allah Swt. melalui jalan doa-doa kita?

Pertama, penting bagi kita untuk menanamkan di dalam hati tentang kesadaran diri bahwa kita ini sangat memerlukan Allah Swt. Buktinya, kita selalu membutuhkan oksigen untuk bernafas di setiap waktu dan kita mendapatkan oksigen tersebut secara gratis. Kita pun mendapatkan kemampuan bernafas dengan lancar pun secara gratis. Ini tiada lain adalah karena kemurahan Allah Swt. kepada kita. Itu baru dari satu contoh saja.

Allah yang menciptakan kita. Allah pun tentu Maha Mengetahui keadaan kita, kebutuhan kita dan Allah penuhi kebutuhan kita itu meski kita tidak memintanya.

Kedua, ketika kita berdoa memohon sesuatu kepada Allah, hakikatnya itu merupakan bentuk ibadah kepada-Nya. Maka, ketika kita berdoa niatkanlah itu sebagai bentuk ibadah kepada Allah, kita mengakui kelemahan diri, ketidakberdayaan diri yang tiada daya upaya kecuali atas pertolongan-Nya.

Ketiga, tidak hanya membangun kesadaran di dalam hati dan mengakui kelemahan di dalam hati saja, melainkan nyatakanlah itu semua melalui lisan kita. Bagaimana cara menyatakannya? Ungkapkanlah sifat-sifat Allah. Misalnya dengan mengungkapkan Ar Rahmaan, Ar Rahiim. Kita memuji Allah Swt. dengan menyatakan sifat-sifat-Nya.

Al Quran yang kandungannya sangat kaya dan lengkap pun diawali dengan kalimat Basmallah dan Hamdallah pada surat Al Fatihah. Mari kita ikuti urutan Al Quran ini dalam doa yang kita panjatkan kepada Allah Swt. Awali dengan memuji Allah melalui sifat-sifatnya sebelum menyampaikan doa kita.

Pujian yang paling utama adalah dengan mengungkapkan, “Alhamdulillah” atau “Lakalhamdu”. Maka dipersilakan sebelum kita menyampaikan doa kita, kita awali dengan kalimat, “Alhamdulillaahi Rabbil’aalamiin” atau dengan “Yaa Rabbii lakal hamdu kama yanbaghi lijalali wajhika wa li’adziimi sulthanik.”

Pada satu keterangan yang diriwayatkan Ibnu Majah ra. disebutkan bahwa ada seseorang yang membaca doa ini, “Yaa Rabbii lakal hamdu kama yanbaghi lijalali wajhika wa li’adziimi sulthanik (Ya Rabbi, bagi-Mu segala puji sebagaimana seyogyanya; bagi kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu)”.

Malaikat yang mendengar bacaan tersebut bingung dan tidak tahu bagaimana memberikan nilai ganjaran atas kalimat pujian itu. Maka, malaikat ini pun naik menghadap kepada Allah Swt. Malaikat itu berkata, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya hamba-Mu telah berdzikir dengan kalimat yang kami tidak mengetahui bagaimana harus menulisnya.”

Allah Azza wa Jalla bertanya kepada mereka, meski tentu Allah telah mengetahui apa yang terjadi. “Wahai malaikat, apa yang diucapkan hambaku itu?” Malaikat itu menjawab, “Wahai Tuhanku, ia mengucapkan ‘Ya Rabbi lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘adhiimi sulthaanik”.

Lantas Allah Azza wa Jalla pun memberikan keputusan-Nya, “Tulislah sebagaimana yang diucapkan oleh hamba-Ku itu hingga kelak ia berjumpa dengan-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan ganjaran kepadanya.”

Keempat, memohon ampun kepada Allah Swt. atas dosa yang pernah kita perbuat. Inilah adalah bentuk pengakuan kita di hadapan Allah atas segala kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan, baik karena pengaruh orang lain maupun yang kita lakukan ketika sendirian. Kita mengakui kerapuhan diri kita, kita mengakui betapa kotornya diri kita ini dan tiada yang bisa menyelamatkan kita selain ampunan Allah Swt.

Kelima, setelah semua itu barulah ungkapkan apa permohonan kita. Jangan ragu-ragu dalam berdoa karena sesungguhnya Allah Maha Kaya, Allah Maha Pemberi, Allah Maha Kuasa atas segala apa yang ada  di langit, bumi dan yang ada di antara keduanya. Kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu.

Namun, ada yang penting kita sadari bahwa cara Allah Swt. mengabulkan doa kita itu tidak selalu sesuai dengan apa yang kita bayangkan atau yang kita inginkan. Bahkan bisa jadi Allah sudah mengabulkan permohonan kita namun kita tidak menyadarinya. Kita pun tidak tahu kapankah doa kita itu terkabul, apakah hari ini, ataukah besok atau satu bulan lagi atau kapan kita tidak pernah tahu.

Allah Swt. juga seringkali mengabulkan doa hamba-hamba-Nya dengan cara memberi sesuatu yang jauh lebih baik dan lebih dibutuhkan oleh mereka. Ketika seseorang berdoa memohon diberi A dan B, Allah mengabulkannya dengan memberikan C dan D melalui jalan yang tidak terduga dan ternyata itu yang jauh lebih dibutuhkan olehnya.

Mengapa demikian? Karena Allah Swt. berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2] : 216)

Kalau ada seorang anak yang meminta motor kepada orangtuanya. Padahal orangtuanya mengerti bahwa anaknya sedang pada usia yang rentan, senang bergaul dan belum sepenuhnya bisa mengendalikan diri, jika diberikan sepeda motor kemungkinan besar ia akan mengendarainya secara ugal-ugalan.

Maka, sadar akan hal ini orangtua tentu tidak akan memberikan sepeda motor kepada anaknya. Bukan karena tidak sayang, justru sikap tersebut didorong karena rasa sayang. Bukan pula karena tidak mampu membelikan sepeda motor karena ternyata orangtuanya kaya raya, namun karena orangtuanya menyadari bahwa sepeda motor jika dikendarai bukan oleh orang yang tepat bisa menjadi sumber malapetaka. Maka kemudian orangtua itu menyediakan mobil lengkap dengan sopir untuk kebutuhan mengantar anaknya.

Ini hanya gambaran kecil. Jika manusia saja bisa seperti itu terhadap anaknya, bisa memberi sesuatu yang jauh lebih baik daripada pemintaan anaknya, maka tentu Allah Maha Kuasa untuk melakukan hal yang jauh lebih besar dari contoh tadi. Nah, inilah gambaran cara Allah Swt. mengabulkan permohonan hamba-hamba-Nya.

Seringkali juga Allah Swt. mengabulkan doa hamba-Nya bukan dengan cara memberikan sebagaimana persis isi doa itu, namun Allah ganti pemberian itu dengan keselamatan. Bukankah banyak orang yang berdoa agar diberikan kesejahteraan, keluasan harta kekayaan. Untuk apa semua itu? Tentu untuk memenuhi berbagai keinginan, untuk merasakan kegembiraan. Padahal jikapun harta kekayaan yang banyak itu sudah dimiliki namun tubuh dihinggapi berbagai penyakit, maka semua kekayaan itu tidak terasa nikmat lagi. Maka, Allah kabulkan permohonan seorang hamba itu bukan dengan kekayaan harta, namun langsung berupa kesehatan jiwa dan raga. Maasyaa Allah!

Saudaraku, kuncinya adalah kita yakin dan berbaik sangka kepada Allah Swt. Jika kita yakin kepada Allah, beriman kepada-Nya, mentaati setiap perintah dan larangan-Nya, maka kita akan menjadi hamba yang dekat dengan-Nya. Sangat mudah bagi Allah memenuhi segala kebutuhan kita. Maka, yakinlah dan berdoalah kepada Allah, niscaya Allah kabulkan dengan sesuatu yang paling baik untuk kita melalui jalan yang tidak kita duga. Insyaa Allah![]

 

*Disarikan dari https://www.youtube.com/watch?v=V7ilMgJVOeg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.