Home Hikmah Rendah Hati

Rendah Hati

417
0
SHARE
Prof. Dr. Quraish Shihab

Oleh : Quraish Shibab

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Al Quran sejak dini mengingatkan, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat [49]: 13)

Melalui ayat ini Allah Swt. menegaskan kepada kita dengan terang-benderang bahwasanya Allah menciptakan kita dalam keadaan yang berbeda-beda dengan tujuan agar kita bisa saling mengenal, saling membantu dan saling melengkapi.

Pada ayat ini juga Allah Swt. menyinggung manusia yang paling mulia di antara manusia adalah yang bertakwa. Adapun kemuliaan atau ketakwaan akan menghasilkan buah yang manis yaitu kerendahan hati. Bagaimana bisa? Karena hanya Allah Yang Maha Mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang bertakwa. Allah juga melarang orang untuk angkuh. Allah pula yang melarang manusia agar jangan sekali-kali membangga-banggakan diri.

Kendati manusia memang berbeda-beda, ada yang kaya ada yang miskin, ada yang kuat ada yang lemah, ada yang pandai ada yang bodoh, tetapi yakinlah bahwa di atas semua yang pandai ada yang lebih pandai, di atas semua yang kuat ada yang lebih kuat, di atas yang kaya ada yang lebih kaya. Yakinlah bahwa tidak semua pengetahuan telah diraih oleh seseorang, bisa jadi apa yang kita ketahui tidak diketahui oleh orang lain dan apa yang diketahui orang lain tidak diketahui oleh kita.

Orang yang paling kaya sekalipun, senantiasa membutuhkan yang miskin. Orang yang paling kuat pun membutuhkan yang lemah. Karena itu, Nabi Muhammad Saw. mengingatkan kita memperoleh rezeki, kita memperoleh kemenangan, itu disebabkan bantuan orang-orang lemah di antara kita. Dengan demikian, tidak ada tempatnya untuk berbangga-bangga atau menyombongkan diri.

Saudaraku, teladanilah air. Kendati air dibutuhkan oleh semua yang hidup, bahkan ia menjadi sumber semua kejadian yang hidup, namun dia terus saja mencari tempat yang rendah dan lebih rendah. Dia turuni setiap celah yang bisa mengantarkannya ke tempat paling rendah.

Akan tetapi, hal ini tidak menjadikan dia makhluk yang lemah. Air adalah makhluk yang kuat. Karena jika manusia membendungnya, dia akan menghimpun tenaganya, menghasilkan energi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Dan, air yang terbendung juga akan menyimpan potensi kekuatan yang bisa mendobrak apa saja.

Demikianlah manusia yang rendah hati. Menjadi rendah hati sama sekali tidak akan menurunkan kemuliaan kita. Rendah hati tidak menjadi tanda kelemahan kita. Sebaliknya, kemampuan merendahkan hati adalah kekuatan yang sejati.

Bagi manusia yang angkuh, betapapun ia meninggikan kepalanya, ia tidak akan pernah bisa menandingi tingginya langit. Betapapun kuatnya ia menghentakkan kaki di atas bumi, ia tidak akan mampu menembus bumi. Lihatlah lalat yang berhasil mencuri sesuatu darinya, ia akan kesulitan merebutnya kembali. Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi manusia untuk menyombongkan diri.

Namun, tidak pula kerendahan hati diartikan dengan sikap yang lemah, cara berjalan yang lesu dan rapuh, cara berpakaian yang lusuh. Karena Nabi Saw. jika berjalan maka berjalan dengan gagah, dalam banyak riwayat dilukiskan bahwa jika Nabi Saw. sedang berjalan maka beliau seperti sedang berjalan dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.

Seorang sahabat pernah bertanya kepada baginda Nabi Saw., “Wahai Nabi, sesungguhnya aku senang karena alas kaki dan pakaianku indah. Apakah itu keangkuhan?” Kemudian, Nabi Saw. menjawab, “Tidak. Keangkuhan adalah mengingkari hak orang lain dan menghina orang lain.”

Rendah hati berbeda dengan keangkuhan. Bahkan, Rasulullah Saw. mengingatkan, “Allah merahmati seseorang yang mengetahui kadar dirinya, menempatkan dirinya pada tempat yang sebaik-baiknya.” Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw. berpesan, “Bersikap angkuh terhadap orang yang angkuh adalah sedekah pada sang angkuh.”

Semoga kita termasuk orang-orang yang rendah hati.[]

 

*Disarikan dari rekaman ceramah Prof. Dr. Quraish Shihab pada chanel Youtube yang dipublikasikan oleh KultumQS pada 08 Oktober 2010.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.