Home Hikmah Karakter Pemuda Islam

Karakter Pemuda Islam

289
0
SHARE
Ust. Fahmi Salim, MA.

Oleh : Fahmi Salim

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Mari kita mengingati sahabat-sahabat baginda Nabi Muhammad Saw. Para sahabat Nabi Saw. ini umumnya adalah para pemuda, orang-orang yang sedang berada di rentang usia yang sangat produktif, penuh semangat, fresh, dan mereka ini merupakan manusia-manusia yang dipuji oleh Nabi Saw. dengan suatu kalimat, “Ketika aku diutus sebagai Rasul, orang-orang tua di Mekah lebih memilih untuk mempertahankan posisi dan kedudukannya dan tidak mau percaya kepadaku. Tetapi yang percaya kepadaku adalah anak-anak muda!”

Anak-anak muda telah menjadi tonggak kebangkitan kaum muslimin. Anak-anak muda telah menjadi tim inti dari kerja-kerja dakwah Rasulullah Saw.

Allah Swt. berfirman di dalam Al Quran, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud…” (QS. Al Fath [48] : 20)

Mari kita renungkan ayat ini. Dalam ayat ini Allah Swt. menyatakan beberapa karakter orang-orang yang membersamai dakwah Rasulullah Saw., yaitu para sahabat, mereka adalah para pemuda.

Karakter pertama, mereka adalah tegas kepada orang kafir dan berkasih sayang terhadap sesama muslim. Tegas di sini bukan berarti melakukan kekerasan terhadap orang kafir, melainkan tegas dalam batasan akidah dengan mereka. Dalam hal akidah, pemuda muslim mestilah punya keteguhan, kekokohan. Dalam urusan akidah, seorang pemuda muslim harus memiliki ketegasan kemana Al Wala atau loyalitas harus diberikan, yaitu kepada Allah dan rasul-Nya, serta bagaimana Al Bara atau berlepas diri dari segala urusan yang bertentangan dengan syariat Allah Swt.

Karakter kedua, seorang pemuda muslim berkasih sayang dengan sesama muslim. Menjaga persaudaraan di antara mereka, ukhuwah islamiyyah, saling menjaga, saling mengingatkan dikala lupa, saling mengoreksi ketika salah dengan cara yang ber-akhlaqul karimah. Saling menguatkan di kala sebagian dari mereka lemah, saling mencerdaskan, menguatkan dan memajukan.

Jika memang di antara sesama pemuda muslim ada persengketaan, maka jawabannya adalah karena di antara mereka belum terjalin taaruf, belum terjalin saling kenal-mengenal secara erat. Bagaimana mungkin kita bisa menjalin taawun/kerjasama jika kita belum saling mengenal dengan baik. Bagaimana kita bisa menjalin takaful/saling melindungi jika kita belum saling kenal. Bagaimana kita bisa saling percaya dan saling mencintai karena Allah Swt. jika kita belum saling kenal satu sama lain.

Jangan dulu kita bicara toleransi antar umat manusia sedunia, atau antar sesama warga Indonesia, kalau kita belum bisa saling toleransi dengan sesama kaum muslimin. Untuk apa kita bicara toleransi umat manusia kalau kita belum lulus dalam bab ukhuwah islamiyyah. Kita patut malu jika terhadap non-muslim kita bisa toleran tapi dengan saudara sesama muslim kerap bersengketa. Maka, selalu pemuda muslim kita wajib menjunjung tinggi persaudaraan seakidah karena inilah yang akan memancarkan indahnya Islam kepada seluruh umat manusia.

Karakter ketiga, para pemuda Islam yang membersamai Rasulullah Saw. adalah manusia-manusia ahli ibadah. Kening mereka senantiasa rindu bersujud kepada Allah Swt., kaki mereka sangat bersemangat menjemput shalat berjamaah di masjid. Tangan mereka sangat bergairah mengambil kesempatan berderma, berinfak dan membantu tegaknya syiar Islam di atas bumi.

Tidak hanya itu, para pemuda Islam juga memiliki etos kerja yang berkualitas sebagai bentuk ibadah kepada Allah Swt. Mereka memiliki daya kreatifitas dan inovasi yang luar biasa karena didorong dengan semangat menjemput keridhaan Allah Swt. melalui karya-karyanya itu. Ibadah mereka refleksikan tidak hanya di atas sajadah namun juga di tempat-tempat kerja mereka, di lingkungan sosial mereka, di tengah komunitas-komunitas mereka. Semua itu tiada lain adalah demi tegaknya izzul Islam wal muslimin.[]

*Disarikan dari rekaman ceramah Ust. Fahmi Salim, MA. di chanel Youtube yang dipublikasikan oleh Saling Sapa TV pada 08 November 2017. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.