Home Hikmah Sampaikan Dengan Kelembutan

Sampaikan Dengan Kelembutan

731
0
SHARE
TGB Muhammad Zainul Majdi

Oleh : TGB. Zainul Majdi

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Suatu ketika datanglah seorang ulama kepada khalifah Harun Al Rasyid. Kedatangan ulama itu untuk menasehati sang khalifah karena menurutnya sang khalifah sudah melakukan suatu kesalahan. Namun, nasehat itu disampaikan dengan kata-kata yang kasar dan kemarahan. Sang khalifah ditunjuk-tunjuk dan dimarahi dengan suara yang lantang.

Melihat hal itu, khalifah Harun Al Rasyid berkata kepadanya, “Sebentar saudaraku, engkau tidaklah lebih baik dari nabi Musa, dan aku tidak lebih buruk dari Firaun. Ketika Nabi Musa dan nabi Harun hendak menemui Firaun, Allah Swt. berpesan pada keduanya, “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (QS. Thahaa [20] : 44)

Harun al Rasyid melanjutkan, “Jika nabi Musa dan nabi Harun yang hendak menemui Firaun saja diperintahkan berkata-kata dengan lembut, maka apakah engkau lebih baik dari nabi Musa dan aku lebih buruk dari Firaun?!”

Apa sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan oleh Harun Al Rasyid? Sang khalifah bermaksud menyampaikan pesan bahwa ia siap menerima nasihat bahkan kritik namun sampaikanlah dengan cara yang baik.

Saudaraku, dakwah baginda Nabi Muhammad Saw. salah satunya adalah memenangkan hati manusia dengan kemaafan. Ada Suhaib al Rumi dari Romawi yang luluh hatinya dengan kemuliaan akhlak Rasulullah Saw. sehingga ia pun mengikrarkan dirinya ke dalam pelukan Islam. Ada Salman al Farisi yang sudah melakukan perjalanan demi menemukan kebenaran, begitu berjumpa dengan Rasulullah Saw. dan menyaksikan keindahan akhlaknya maka ia pun luluh dan mengakui kebenaran Islam dengan ikrar syahadatain.

Maasyaa Allah!

Betapa agung pesan kelembutan akhlak ini. Pesan yang Allah sampaikan kepada nabi Musa dan nabi Harun, pesan yang Allah sampaikan melalui ucapan dan perbuatan baginda nabi Muhammad Saw., semua itu sangat terang-benderang menjadi pesan untuk kita agar mengamalkan kelembutan, kemaafan dan kemuliaan akhlak.

Maka, tidak ada alasan bagi kita untuk bersikap kasar terhadap sesama muslim dan begitu pula terhadap sesama manusia. Kita memiliki misi dakwah, menyampaikan kebenaran Islam, namun di saat yang sama kita pun memiliki misi menyampaikannya dengan tata cara yang sesuai keteladanan dari Rasulullah Saw.

Dalam salah satu hadits Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah lemah lembut dalam sesuatu kecuali akan menghiasinya. Dan, tidaklah sikap keras dalam segala sesuatu kecuali dia akan merusaknya.” (HR. Muslim)

Islam adalah kebenaran. Maka hiasilah ia dengan kelembutan. Sehingga Islam akan semakin mudah menyebar dengan indah sebagai rahmat untuk seluruh alam. Wallaahua’lam bishawab.[]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.