Home Hikmah Mulia Karena Al Quran

Mulia Karena Al Quran

597
0
SHARE
Ust Abdul Somad Lc., MA.

Oleh : Abdul Somad

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Al Quran adalah kalam Allah Swt. Di dalam Al Quran Allah Swt. berfirman, “Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh Ar Ruh Al Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy Syu’araa [26] : 192-195)

Allah Swt. menurunkan Al Quran ke Lauh Mahfudz dan dijaga oleh para malaikat. Dari Lauh Mahfudz turun ke Baitul ‘Izzah, kemudian malaikat Jibril as. menyampaikannya kepada nabi Muhammad Saw. Selanjutnya, Nabi Saw. menyampaikan Al Quran kepada para sahabat. Sahabat menyampaikannya kepada para tabi’in. Tabi’in menyampaikannya kepada taabi’ut taabi’iin. Al Quran terus dibacakan, disampaikan, diajarkan dari generasi ke generasi hingga sampailah para kita saat ini. Dan, insyaa Allah kita pun akan melanjutkan pengajaran dan penyampaian Al Quran kepad generasi setelah kita.

Dari rangkaian proses turunnya Al Quran sampai pengajaran yang dilakukan baginda Nabi Muhammad Saw. kepada para sahabat dan seterusnya ini, maka kita bisa memetik pelajaran bahwa kita pun hendaknya berguru dalam mempelajari Al Quran. Jika belum mampun membaca Al Quran, maka bergurulah kepada orang yang memang menguasai ilmu-ilmu Al Quran.

Orang yang tidak belajar, tidak akan mampu membedakan cara membaca huruf Alif, Lam , Mim pada permulaan surat Al Baqarah dengan permulaan surat Al Insyirah, karena cara penulisannya sama. Namun, setelah kita belajar kepada yang mengerti Al Quran, kita mendengar bagaimana cara membaca Al Quran barulah kita mengerti bahwa yang satu dibaca “Alif laam miim”, sedangkan yang satu lagi dibawa “Alam”.

Maka, tidak heran jika dahulu nabi Muhammad Saw. menerima Al Quran tidak dengan cara membaca melainkan mendengarnya dari Jibril as. Karena selain nabi Muhammad Saw. tidak memiliki kemampuan menulis dan membaca tulisan, juga karena Al Quran bukanlah tulisan melainkan suara yang dimasukkan ke dalam hati.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. berpesan bahwa di dalam tubuh kita ini ada segumpal daging yang jika segumpal daging ini baik maka baiklah seluruh jasad kita. Itulah hati. Sebagian ulama menafsirkannya sebagai jantung. Hati atau jantung yang berisi Al Quran, maka apa yang akan tersebar ke seluruh tubuh adalah Al Quran. Apa yang ada dalam pikiran, diwarnai Al Quran. Apa yang nampak pada amal perbuatan, diwarnai Al Quran. Apa yang muncul pada ucapan, juga diwarnai Al Quran. Inilah hidup yang Qurani.

Maka, beberapa peristiwa terjadi mencengangkan masyarakat kita. Yaitu, tatkala makam para ulama dan orang-orang shalih hendak dipindahkan karena lahannya termasuk pada lintasan pembangunan, maka ketika digali jasadnya tetap utuh bahkan harum meski kematiannya sudah berlalu puluhan tahun yang lalu. Inilah karomah yang Allah berikan kepada mereka karena kecintaan mereka terhadap Al Quran. Allah muliakan jasad mereka.

Satu bulan dengan bulan yang lain itu sesungguhnya sama saja. Tapi, mengapa ada satu bulan yang lebih mulia dari bulan-bulan yang lain? Tiada lain karena pada bulan tersebut terdapat satu peristiwa turunnya Al Quran, maka bulan itu terbawa oleh kemuliaan Al Quran. Itulah bulan Ramadhan. Allah Swt. berfirman, Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..” (QS. Al Baqarah [2] : 185)

Satu malam dengan malam yang lainnya pun sesungguhnya sama saja. Tapi, mengapa ada satu malam yang lebih mulia daripada malam-malam lainnya? Tiada lain adalah karena malam tersebut Terangkat oleh kemuliaan Al Quran. Sebagaimana firman Allah Swt., “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadr [97] : 1)

Demikian juga dengan lembaran kertas, dia hanya sebagai kertas biasa, tidak ada beda dia dengan kertas lainnya. Namun, setelah kertas itu ditulisi Al Quran, maka terangkatlah derajatnya dibanding kertas-kertas lainnya. Ia disimpan di tempat yang mulia, diperlakukan juga dengan perlakuan mulia.

Jika suatu bulan menjadi mulia karena Al Quran, suatu malam menjadi mulia karena Al Quran, lembaran kertas biasa menjadi mulia karena Al Quran. Tentu demikian pula dengan manusia yang menghadirkan Al Quran di dalam hati dan jiwanya. Allah Swt. akan memuliakan, mengangkat derajat orang-orang yang memiliki kecintaan tinggi terhadap Al Quran. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa membaca Al Quran, mempelajari Al Quran, menghafalkan, mengamalkan dan mengajarkan Al Quran.

Semoga kita termasuk orang-orang yang cinta pada Al Quran dan menjadi sebab diangkatnya derajat kita oleh Allah Swt. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin.[]

 

*Disarikan dari https://www.youtube.com/watch?v=n4lHVG_k0Vc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.