Home Hikmah 5 Bekal Menyambut Ramadhan

5 Bekal Menyambut Ramadhan

669
0
SHARE
Ust. Abdul Somad, Lc., MA.

Oleh : Abdul Somad

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Bulan Ramadhan akan datang sebentar lagi. Begitu besar kerinduan kita pada bulan mulia yang penuh keutamaan ini. Mari kita persiapkan diri untuk menyambutnya dengan bekal yang sebaik-baiknya.

Pada kesempatan ini kita akan mengingat kembali lima bekal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan.

Pertama, perbaiki hubungan kepada Allah Swt. dengan taubat nasuha. Allah Swt. berfirman di dalam Al Quran, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)..” (QS. At Tahrim [66] : 8)

Inilah saatnya kita bertaubat kepada Allah Swt. setelah berkali-kali kita melakukan kesalahan dan dosa. Mungkin kemarin kita pernah memohon ampun namun kemudian maksiat lagi, boleh jadi kita pernah bertaubat tapi kemudian tergoda lagi berbuat dosa, maka sekaranglah waktunya untuk bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat.

Beranjaklah, bulatkan tekad untuk bertubat, bersucilah dengan mandi lalu dirikan shalat sunnah taubat. Dengan begitu semoga Allah Swt. menerima taubat kita dan kita istiqamah dalam menjauhi maksiat dan istiqamah dalam ketaatan kepada Allah Swt. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah seseorang berbuat dosa lalu dia beranjak untuk bersuci, melakukan shalat kemudian beristighfar meminta ampunan kepada Allah kecuali Allah mengampuninya.” (HR. Tirmidzi)

Bagi kita yang masih terlibat dalam lingkaran korupsi, segeralah melepaskan diri, segera bertaubat bersihkan diri. Sungguh, maut itu tidak bisa kita prediksi kapan, di mana dan bagaimana dia datang. Jangan sampai kita mati dalam keadaan tangan berlumur noda korupsi. Sungguh berat hisab yang akan kita hadapi di akhirat nanti. Bertaubatlah.

Bagi kita yang masih dekat dengan zina, segeralah bertaubat. Jauhi peluang-peluang zina, jauhi hubungan yang tidak halal dan potensi yang bisa membuat kita dekat dengannya. Jika masih pacaran, maka putuskanlah. Atau, segera datangi walinya, khitbah dan menikahlah. Jika belum mampu, berpuasa sunnahlah. Alhamdulillah, Ramadhan segera akan datang, inilah waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari noda-noda dosa akibat pacaran, yaitu di bulan yang Allah berikan fasilitas luar biasa berupa ibadah puasa selama satu bulan lamanya.

Jangan biarkan hati kita sibuk dengan nama seseorang yang tidak jelas statusnya itu. Jangan biarkan hati kita galau, sedih dan senang semu karena nama seseorang. Sungguh, itu merupakan jebakan syaitan agar membuat hati kita lalai dari mengingat Allah Swt. Bertaubatlah, bersihkah hati kita dan penuhi hati ini dengan asma Allah Swt.

Kedua, menyambung tali silaurahim. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya, dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR. Bukhari)

Mungkin selama ini kita begitu sibuk dengan pekerjaan kita sehingga tidak sempat menyambung silaturahim dengan sanak saudara, teman, atau guru-guru kita, maka menjelang Ramadhan ini sambunglah silaturahim terhadap mereka. Saling bertanya kabar dan saling mendoakan satu sama lain. Banyak sekali berkah dari silaturahim ini sebagaimana hadits Rasulullah Saw. di atas.

Khususnya terhadap guru, biasanya guru adalah orang yang jarang kita sambung silaturahim terhadap mereka. Padahal profesi kita saat ini, kesuksesan kita saat ini, tidak terlepas dari peran mereka yang sudah mengajarkan berbagai macam ilmu, mengajar kita cara membaca, menulis dan menghitung. Jenguklah guru-guru kita. Guru kita tak ubahnya orangtua kita. Betapa pun dahulu guru kita galak, sungguh karena kegalakannya lah kita menjadi pandai, kegalakannya dahulu adalah ekspresi rasa sayangnya kepada kita agar kita paham dan jadi orang berilmu.

Zaman sekarang ini kita dibuat prihatin karena begitu banyak kejadian siswa yang menyakiti gurunya, menghina, meremehkan, bahkan ada yang memukul gurunya. Ada siswa dihukum gurunya lalu dia mengadu kepada orangtuanya, kemudian mereka bersama-sama mengeroyok sang guru. Di beberapa kejadian, ada yang mengakibatkan kematian gurunya. Subhaanallah! Jika hal semacam ini terus terjadi, sungguh kita patut bertanya mau jadi apa masa depan bangsa ini?

Sambunglah silaturahim kepada guru-guru kita. Tidak ada bangsa yang besar dan kuat kecuali bangsa itu menghormati guru-gurunya. Lahirnya para pemimpin yang adil dan bijaksana juga adalah karena keberkahan guru-gurunya. Lahirnya pada ulama yang alim dan faqih juga adalah karena keberkahan guru-gurunya. Maasyaa Allah!

Ketiga, persiapkan ilmu tentang ibadah di bulan Ramadhan. Sebelum bulan Ramadhan datang, pastikan kita sudah mengerti ilmu tentang puasa, ilmu tentang tarawih, ilmu tentang tilawah Al Quran, ilmu tentang zakat infak shadaqah, dan ilmu-ilmu lainnya yang berkenaan dengan bulan Ramadhan. Jangan sampai ketika bulan Ramadhan sudah datang, kita baru membaca-baca, sangat disayangkan jika demikian.

Jika tidak mengerti maka jangan malu untuk bertanya. Jika belum tahu maka jangan malas untuk membaca. Ibnu Qayyim ra. pernah menerangkan, “Orang yang beribadah tanpa dasar ilmu itu bagaikan orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Orang yang demikian tentu akan sangat mudah tersesat dan mengalami kesulitan.”

Keempat, siapkan Al Quran dan perangkat untuk memahaminya. Allah Swt. berfirman, “Bulan Ramadhan yang di dalamnya –mulai- diturunkannya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan antara yang haq dan yang bathil.” (QS. Al Baqarah [2]: 185)

Ramadhan menjadi bulan yang paling mulia salah satunya adalah karena Al Quran diturunkan pada bulan Ramadhan. Oleh karenanya, salah satu cara kita menghidupkan bulan yang mulia ini dengan tilawah Al Quran dan mempelajari kandungannya.

Al Quran ini sangat istimewa. Dengan membacanya saja sudah mendatangkan pahala. Bahkan, orang yang membacanya dengan masih terbata-bata karena belum lancar membaca Al Quran, dia masih mendapatkan pahala dari setiap huruf yang dibacanya. Sedangkan orang yang masih terbata-bata itu biasanya membaca dengan diulang-ulang, maka banyak sekali pahala yang ia dapatkan.

Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang ahli dalam Al Quran akan bersama dengan para malaikat pencatat mulia lagi benar. Dan orang yang terbata-bata membaca Al Quran dan dia bersusah payah (untuk mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)   

Bulan Ramadhan adalah waktu yang paling kondusif untuk kita lebih dekat dengan Al Quran. Majlis taklim semakin banyak, pengajian makin semarak, tausiyah semakin sering, dan juga lebih banyak waktu untuk membaca Al Quran. Mari, kita persiapkan diri dari sekarang Al Quran yang lengkap dengan terjemahnya. Lengkapi juga dengan tafsir dan asbaabun nuzulnya. Sehingga jika pada bulan-bulan yang lain kita terbiasa membaca Al Quran, maka pada bulan Ramadhan ada nilai lebih yaitu kita membaca sekaligus mempelajari kandungannya agar kita semakin mantap mengamalkannya.

Kelima, siapkan uang yang cukup. Untuk apa? Tentu saja selain untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga, juga untuk meningkatkan derma. Jangan tunggu Idul Fitri untuk berbagi terhadap sesama, justru pada bulan Ramadhan lah amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.

Banyak orang yang sebelum bulan Ramadhan tiba mereka bekerja banting tulang agar mendapatkan harta yang cukup. Untuk apa? Untuk mereka belanjakan di jalan Allah Swt. pada bulan Ramadhan. Maasyaa Allah! Jika kita terbiasa menyediakan makanan di rumah untuk empat orang misalnya, maka pada bulan Ramadhan ini lipatgandakan jadi delapan. Sisanya untuk siapa? Untuk tetangga, kalau tidak untuk tetangga, maka untuk fakir miskin, anak yatim, atau panti jompo yang ada di lingkungan sekitar kita.

Rasulullah Saw. adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin besar manakala datang bulan Ramadhan. Ibnu Abbas ra. menyampaikan dalam satu riwayat, “Rasulullah Saw. adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Quran. Dan kedermawanan Rasulullah Saw. melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari)

Demikianlah lima bekal yang patut kita persiapkan dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Semoga Allah Swt. melimpahkan kesehatan dan kesempatan kepada kita untuk menikmati indahnya ibadah di bulan Ramadhan dan menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin.[]

*Disarikan dari https://www.youtube.com/watch?v=pnkmoShZxwM .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.