Home Hikmah Pentingnya Penafsiran Al Quran

Pentingnya Penafsiran Al Quran [2]

310
0
SHARE
Dr. Muchlis M. Hanafi

Oleh : Muchlis M. Hanafi

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Al Quran sebagai sumber petunjuk menggunakan bahasa Arab. Oleh karenanya, untuk bisa memahami Al Quran, hal yang paling mendasar adalah mengerti bahasa Arab, baik kosa kata, tata bahasa hingga sastranya.

Al Quran itu mengajak kita untuk memahaminya. Bahkan Sayyidina Ali ibn Abi Thalib ra. pernah mengatakan, “Dzalikal kitaabu, fastamtiquh. Ajaklah Al Quran itu berbicara.” Maksudnya, kalau kita membaca Al Quran itu bukan sekedar melafalkan kalimat-kalimatnya, tapi Al Quran meminta kita untuk mentadaburinya, memahami apa yang dimaksud oleh kalam Allah Swt. tersebut.

Sehingga ketika kita membaca Al Quran, kita bisa merasakan maknanya. Ketika bertemu dengan ayat-ayat yang menerangkan tentang adzab, maka kita merasa sedih. Begitu kita membaca ayat-ayat tentang surga, maka hati kita berbunga-bunga dan penuh semangat. Begitulah cara kita berinteraksi dengan Al Quran. Untuk bisa seperti itu maka kita harus paham ayat-ayat Al Quran.

Dalam menafsirkan Al Quran, maka kita pun bisa melihat bahwa satu ayat dengan ayat yang lainnya ada keterkaitan. Misalnya, saat kita membaca satu ayat yang sifatnya global seperti surat Al Fatihah, kita membaca ayat yang juga mengandung doa, “Ihdinash shiraaathal mustaqim, shiraathalladziina ‘an’amta ‘alaihim”, ayat di mana kita memohon petunjuk jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Allah berikan nikmat kepada mereka. Tentu kita perlu penjelasan mengenai seperti apa orang-orang yang diberi nikmat itu. Dan, ketika kita membaca kelanjutan ayatnya, “Ghairil maghdlubi’alaihim waladh dhaalliin”, “Bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat”. (QS. AL Fatihah [1] : 6-7) Inipun tentu kita membutuhkan penjelasan seperti apa orang yang dimurkai dan orang yang sesat itu.

Penjelasan mengenai orang-orang yang diberi nikmat itu akan kita temukan pada ayat lain. Yaitu pada surat An Nisaa [4] ayat 69, “Dan barangsiapa yang mentaati Allah Swt. dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah Swt., yaitu: para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.

Demikianlah, dalam menafsirkan Al Quran, satu ayat dengan ayat lainnya memiliki keterkaitan. Jadi, untuk menafsirkan ayat Al Quran kita bisa menafsirkannya dengan ayat lainnya di dalam Al Quran. Jika kita tidak menemukan penjelasannya dalam Al Quran, maka lihatlah apakah Nabi Saw. pernah menjelaskan ayat tersebut.

Misalnya, di dalam Al Quran ada ayat tentang perintah shalat, namun tidak ada penjelasan mengenai shalat Subuh dua rakaat, shalat Maghrib tiga rakaat, tidak ada penjelasan jumlah-jumlah rakaat dalam shalat. Al Quran memang tidak menjelaskan detail rakaat-rakaat shalat, tapi Nabi Saw. memberikan contoh tentang hal itu, Nabi Saw. mengajarkannya kepada para sahabat. Oleh karenanya, untuk ayat-ayat yang penjelasannya tidak kita temukan di dalam Al Quran maka kita cari pada hadits-hadits Nabi Saw.

Kalau dalam hadits masih tidak kita temukan, maka carilah pada penjelasan para sahabat yang berguru langsung kepada Rasulullah Saw. Para sahabat belajar langsung dari Rasulullah Saw. Para sahabat pun menjadi saksi sejarah pada peristiwa turunnya ayat demi ayat Al Quran. Para sahabat pun menyaksikan peristiwa apa yang melatarbelakangi turunnya ayat-ayat Al Quran. Jika masih belum cukup dengan penjelasan para sahabat, maka kita pun menelusuri riwayat-riwayat dari murid-murid para sahabat dan generasi setelahnya.

Namun, jika masih juga belum cukup kita temukan penjelasannya dari generasi tersebut, maka disinilah akal kita berperan. Karena Al Quran menggunakan bahasa Arab, maka penting bagi kita mempelajari bahasa Arab sebagai kunci mempelajari kandungan Al Quran. Dengan kemampuan bahasa Arab, maka kita bisa mempelajari istilah-istilah, ungkapan-ungkapan dalam bahasa Arab. Kita pun bisa mempelajari ilmu-ilmu Al Quran dengan merujuk langsung kepada kitab-kitab utama.[]     

 

*Disarikan dari rekaman ceramah Dr. Muchlis M. Hanafi pada chanel Youtube yang dipublikasikan oleh Aishaderm Cosmetics pada 8 Juni 2018.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.