Santri AMBS Garut Belajar Quran dan Bahasa Arab kepada Da’i Utusan Azhar Mesir

Wasathiyyah.com, Garut—Kehadiran Da’i Utusan Al Azhar Asy Syarief Mesir, Syaikh Ahmad Umar Taj, ke Al-Mashduqi Boarding School (AMBS) Garut, peluang emas bagi para santri murid belajar Al-Quran dan Bahasa Arab dari ahlinya.

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur, mab’uts Azhar di Indonesia mau berkunjung ke AMBS Garut,” ujar Mudirul ‘Aam AMBS Garut, KH. Arif Bakhtiar, S.Th.I

Rombongan Syaikh Ahmad Umar Taj. tiba di AMBS Garut, Jum’at malam. Mereka bermalam di Guest Room AMBS. Syaikh Ahmad menjadi Imam Sholat Subuh. Setelah itu, beliau mengisi Tahsin Al-Qur’an kepada para Santri Murid AMBS Garut.

“Alhamdulillah, santri semangat mengikuti tahsin bersama Syaikh Ahmad,” tutur KH. Muhammad Ikmal, Lc. Al Hafidz., Kepala Departemen Pengasuhan AMBS Garut.

Syaikh Ahmad Umar Taj bertugas di Indonesia sejak tahun 2019. Alumnus Universitas Al Azhar Mesir dan pemegang Sanad Qiro’at Al Qur’an yang menjuarai Musabaqoh Hifdzil Qur’an Internasional itu, sering keliling Indonesia.

Dalam kunjungan ke AMBS ini, Syaikh Ahmad Umar Taj berusaha meningkatkan kualitas bacaan Quran dan bahasa Arab para santri-murid. Dua program ini, diantara keunggulan AMBS Garut.

Ustadz Muchtar Arifin, SS. Al Hafidz selaku Kepala Departemen Peningkatan dan Pengembangan Mutu Akademik AMBS Garut berkata, “Para Santri Murid sangat antusias mengikuti pembelajaran Al Qur’an bersama Syaikh utusan dari Al Azhar Cairo Mesir tersebut, mulai dari pembelajaran Tahsin Al Qur’an, Hifdzil Al Qur’an serta Stadium General mengenai “Motivasi Menghafal Al Qur’an dan Penguasaan Bahasa Arab”.

Syaikh Ahmad Umar Taj menyampaikan kepada seluruh Santri Murid AMBS Garut bahwa menuntut ilmu harus serius, baik itu ilmu agama ataupun ilmu umum, dan sebagai generasi muda Muslim tentunya sejak dini mempunyai kewajiban mempelajari, membaca, menghafal dan mengamalkan isi Al Qur’an.

Beliau menegaskan bahwa Al Qur’an berbahasa Arab, maka diperlukan penguasaan Bahasa Arab yang baik, tujuannya tidak lain diantaranya untuk memahami isi dari Al Qur’an tersebut secara utuh.

Selanjutnya pembelajaran diakhiri dengan pengujian hafalan Al-Qur’an dan kemampuan percakapan Bahasa Arab para Santri Murid AMBS Garut, serta pemberian Syahadah dari Syaikh Ahmad Umar Taj kepada para Santri Murid yang dinyatakan lulus, dipandu oleh KH. Zayyan Hadyan, Lc. M.Ag. Kepala Departemen Pengembangan Bahasa dan Kerjasama Antar Lembaga AMBS Garut

Kedatangan Mab’uts Da’i Al Azhar Asy Syarief Cairo Mesir ke AMBS Garut kali ini disupport penuh oleh Paguyuban Alumni Al Azhar Mesir (PAAM) Jawa Barat. Turut hadir di AMBS Garut bersama Syaikh  Ahmad Umar Taj, Ketua Umum PAAM Jawa Barat KH. Yanyan Sofyan, Lc., yang didampingi jajaran pengurus KH. Yopi Nurdiyansyah, Lc., KH. Farid Muhammad Ramdani, Lc., M.Pd..

Pada akhir kunjungan Sabtu malam, Ketua PAAM Jawa Barat menyampaikan dukungannya terhadap program safari mab’uts Azhar ini.

“Kami sangat mendukung sekali sekaligus dengan bangga memfasilitasi kunjungan Mab’uts Da’i Al Azhar Asy Syarief Cairo Mesir ke AMBS Garut, ini merupakan sebagai bagian ikhtiar kita dalam menginspirasi dan mendakwahkan washatiyyah Islam berlandaskan tradisi keislaman ahlussunah wal jama’ah”, kata Yanyan Sofyan. {WST/YNF)

 

Kadisdik dan Kasi Pendidikan Kamenag Garut, Bangga dengan AMBS Garut

*Wasathiyyah.com, Garut– Yayasan Al Masduqiyyah Garut menggelar acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama. Acara pada hari Kamis (29/08/2021) di masjid Al-Mashduqi Boarding School itu, selain dihadiri oleh Keluarga Besar Al-Masduqiyyah—semua unit dan jenjang pendidikan, juga datang Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong, S.Pd., M.Si. dan Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Garut H. Indra Karmawan, S.Ag., M.M.Pd.

Pada acara yang dimulai bakda Asar pukul 16.30 itu, Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong, S.Pd., M.Si., mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan Al-Mashduqi Boarding School. Menurutnya, meskipun transformasi yang digulirkan oleh Yayasan Al Masduqiyyah Garut di AMBS Garut umurnya terbilang masih balita, namun perkembangannya cukup pesat, baik dari segi peminatnya maupun bangunan fisiknya.

“Saya selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kabupaten Garut ikut bangga atas pencapaian yang didapat oleh Al Mashduqi Boarding School Garut sampai saat ini, saya perhatikan dalam waktu 3 tahun lebih perkembangannya sangat signifikan, ini ditandai dengan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap AMBS Garut dan unit lainnya,” ungkap Totong di hadapan keluarga besar Al-Masduqiyyah.

Sejatinya, yayasan yang didirikan oleh Bupati Garut ke-22 periode 1999-2004 almarhum Drs. H. Dede Satibi sudah berumur 20 tahun. Hanya saja waktu itu, fokus pada Madrasah Diniyah, TK, Sekolah Luar Biasa (SLB) dan baru mendirikan SMPIT Al-Mashduqi tahun 2007.

Sepuluh tahun kemudian, tahun 2017, melakukan pembenahan dan re-branding dengan nama Al-Mashduqi Boarding School (AMBS) Garut. Tidak hanya berubah nama, melainkan juga melakukan pembenahan di bidang kurikulum, strategi pembelajaran, tenaga pendidik, ruang kelas, dan yang lainnya.

 Totong menganalisa bahwa kunci AMBS Garut merebut hati masyarakat, sebab sekolah yang berada di Jalan KH. Mashduqi No. 67, Kampung Pasawahan, RT.2/RW.2, Pananjung, Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat itu, memiliki program-program unggulan, terutama program Tahfiz dan bahasa Asing.

“Dengan program-program unggulan yang dimilikinya, AMBS Garut mampu merebut hati orang tua untuk berlomba-lomba mendaftarkan anaknya ke AMBS Garut dan unit lainnya yang diselenggarakan oleh Yayasan Al Masduqiyyah Garut, bahkan saya dengar diawal tahun 2021 ini sudah tidak menerima pendaftaran santri murid baru untuk tahun ajaran 2021-2022, akan tetapi mulai melangkah pada pendaftaran inden untuk tahun ajaran 2022-2023,” tambah Totong.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Garut H. Indra Karmawan, S.Ag., M.M.Pd. Beliau merasa bangga, sebab AMBS Garut merupakan satu-satunya Madrasah Aliyah di kabupaten Garut yang berafiliasi ke Al-Azhar Cairo.

“Saya selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Garut, merasa bangga dengan adanya AMBS Garut, ini Madrasah Aliyah Unggulan kebanggaan Kementerian Agama Kantor Kabupaten Garut, karena hanya satu-satunya Madrasah Aliyah di Kabupaten Garut yang menerapkan kurikulum Al Azhar Cairo Mesir dan terhubung langsung ke Al-Azhar Mesir,” kata Indra Karmawan dalam sambutannya.

Dua tahun lalu, tepatnya 19 Desember 2019, penandatangan MoU antara representatif Al-Azhar Asy Syarif Cairo Mesir di Indonesia Dr. H.M. Syairozi Dimyathi, M.Ed dengan Ketua Umum Yayasan Al-Mashduqiyyah Garut, H. Arif Bakhtiar, S.Th.I., bahwa AMBS Garut resmi menjadi sekolah Islam cabang Al-Azhar Cairo dan tergabung dalam Jaringan Ma’had Azhari Indonesia (Jama’i).*

Acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama ini semakin bermakna ketika tokoh alumni Al-Azhar KH. Zainurrofieq, M.Hum hadir dan memberikan taushiyah tentang pentingnya amal jama’i. Memang salah satu program AMBS Garut, mendatangkan para tokoh alumni Al-Azhar Mesir. Diantaranya yang pernah hadir, Dr. Muchlis M Hanafi (Ketua Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dan Sekjen OIAA cabang Indonesia), Dr. Abas Mansur Tamam (tokoh pendidikan dan dosen Universitas Ibnu Khaldun.

“Keunggulan bermula dari kerja tim. Islam mengajarkan sholat berjamaah mendapatkan pahala dua puluh tujuh kali lipat dibandingkan sholat sendirian, ini bukan sekedar berbicara tentang pahala, tetapi harus menjadi spirit bagi kita dalam kehidupan, bahwa kerja tim akan menghasilkan prestasi, keunggulan dan kesuksesan,” ujar Zainurrofieq dari Ponpes Cintawana Tasikmalaya. (WST/YNF)

Cetak Anak Berakhlaq Mulia, Darul Fikri Garut Adakan Pesantren Ramadhan 2021

Wasathiyyah.com, Garut—Memiliki anak yang berakhlaq mulia, merupakan idaman bagi semua orang tua. Apalagi di era industsri 4.0 ini, cukup mengenalkan anak dengan Google, maka anak akan cepat menguasai beragam informasi dan ilmu. Namun untuk memiliki anak yang beradab, membutuhkan kerja keras semua pihak. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesatren Quran Terpadu (PPQT) Darul Fikri Garut, Ustaz Udo Yamin Majdi, saat membuka acara Pesantren Ramadhan 2021 hari ini (Rabu, 14/04/2021) di Aula 712 PPQT Darul Fikri Garut.

Dalam satu dasawarsa ini, setiap tahun Darul Fikri Garut menggelar acara Pesantren Ramadhan, kecuali tahun lalu 2020 ditiadakan, sebab wabah Covid-19 sedang merajalela. Tahun 2021 ini, acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid Darul Fikri (Irmas Dafi) Garut ini, kembali dilaksanakan dengan jumlah peserta 115 orang, terdiri dari 47 putra dan 68 putri.

 

Di hadapan 115 peserta, 17 panitia, dan 8 pembimbing acara selama bulan suci Ramadhan itu, Ustaz Udo Yamin Majdi, setelah menyampaikan terima kasih dan permintaan maaf, beliau menyampaikan harapannya.

Ustaz Udo Yamin Majdi mengharapkan, salah satu out put dari Pesantren Ramadhan ini, akan melahirkan anak yang berakhlaq mulia dan beradab dalam kehidupan sehari-hari. Minimal melahirkan anak yang suka mendengarkan setiap ada orang yang bicara, baik itu orang tua, guru, khatib, teman, maupun orang yang tidak dikenal saat berbicara.

“Saya berpesan kepada para pembimbing dan panitia, tolong masalah akhlaq atau adab, lebih diperhatikan selama Pesantren Ramadhan,” ujar Ustaz muda asal Krui Lampung ini.

Beliau mendukung penuh acara selama 28 hari ini. Apalagi, baik pemateri maupun materinya, tahun ini ada hal yang baru. Tahun ini, selain materi Aqidah, Ibadah, Akhlaq, dan Al-Quran, juga ada materi memanah dan acara out door lainnya.

Selain para guru yang ada di Darul Fikri Garut, juga ada guru baru yaitu Ustaz Muhammad Husni Mubarok dan Ustazah Muftia Dwi Amini. Beliau berdua hafal Quran 30 juz, akan membimbing para peserta Pesantren Ramadhan untuk menerjemah Al-Quran.

Di penghujung sambutannya, Ustaz Udo Yamin Majdi mengatakan bahwa cara yang beliau rintis sejak tahun 2011 ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Saya berharap, acara ini terus diadakan setiap tahun dan ditingkatkan kualitasnya,” pungkas Ustaz Udo Yamin Majdi. (WST/YNF)

 

 

 

 

 

 

Fadli Ahmadi, Markaz Maqwa Krui Wujudkan Slogan Pesisir Barat

Wasathiyyah.com, Krui—Kabupaten Pesisir Barat memiliki slogan Negeri Para Saibatin dan Para Ulama, namun sayangnya slogan ini hanya sebatas slogan, belum menjadi pola kebijakan dan program utama pemerintah daerah Pesisir Barat. Hal ini disampaikan oleh Fadli Ahmadi pada Sambutan Komite Sekolah Markaz Maqwa Krui dalam acara “Wisuda & Pembagian Raport serta Launching 17 Program Umat Sejahtera dan 8 Program Wakaf Umat Produktif” hari ini (Ahad, 4/4/2021) di Hotel Sunset Beach 2 Way Redak.

“Slogan Pesisir Barat adalah Negeri Para Saibatin dan Para Ulama, namun belum ada langkah-langkah kongkrit dari pemerintah Pesisir Barat dalam mewujudkan slogan ini. Alhamdulillah, Markaz Maqwa Krui hadir, ini wujud nyata dari slogan kita,” kata anggota DPRD Pesisir Barat periode 2019-2024 itu.

Di hadapan para santri beserta ortu/walinya, para Pembina dan pengurus Yayasan Warotsatul Anbiya Lampung, dan para tamu undangan, Fadli Ahmad mendukung penuh keberadaan Sekolah Tahfiz Balita dan Anak Markaz Maqwa Krui.

Sekolah berbasis Tahfiz Quran dan beralamat di Lintas Barat Nomor 134 Dusun Simpang Kerbang Pekon Penggawa Lima Kecamatan Way Krui Kabupaten Pesisir Barat itu, menggunakan metode Tabarak berasal dari Mesir. Metode Tabarak ini, berbeda dengan metode lainnya, sebab dalam menghapal lebih dominan Audio-Visual dibandingkan anak membaca. Sehingga anak belum mengenal huruf Hijaiyyah, bisa menghafal Quran lewat metode ini.

Markaz Maqwa Krui didirikan oleh pasangan suami-isteri alumnus Universitas Allah Azhar, Ami Rahmawati Muslimah dan Udo Yamin Majdi pada akhir tahun 2019 dan mulai pembelajaran bulan Januari 2020. Tahun 2020 sekolah ini dipimpin langsung oleh Udo Yamin Majdi, dan tahun 2021 ini dipimpin oleh Ami Rahmawati Muslimah.

Untuk mengkhatamkan hafalan Quran 30 juz, ada 7 level dan setiap level diselesaikan selama 6 bulan. Wisuda dan Pembagian Raport hari ini merupakan kedua, setelah Wisuda dan Pembagian Raport pada 6 September 2019. Tahun lalu sebanyak 49 santri, sedangkan hari ini 73 santri.

Di penghujung sambutannya, Fadli Ahmad Kembali menegaskan bahwa masyarakat dan pemerintah harus mendukung penuh keberadaan Markaz Maqwa Krui. Menurutnya, Lembaga Pendidikan berbasis Quran ini akan melahirkan anak genius dan berakhlak mulia. Bahkan dia memprediksi generasi emas, 30 tahun mendatang atau tahun 2050-an akan lahir dari Rahim Markaz Maqwa Krui.

“Marilah kita dukung Markaz Maqwa Krui, baik secara pemikiran, materi, maupun secara politik, demi terwujudnya Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama,” pungkas Fadli Ahmad. (WST/YNF)

SD Quran Maqwa Krui Sekolah Berkurikulum Al-Azhar Mesir

Wasathiyyah.com, Krui—Sekolah Dasar Maqwa Krui hadir senapas dengan slogan Pesisir Barat Lampung “Negeri Para Ulama”. Hari ini (Rabu, 31/3/2021) Kasi Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat, R. Muhamad Supriadi Winata, S.Pd.I dan staf Disdikbud Subekti Sulistyan melakukan kunjungan verifikasi ke sekolah yang beralamat di Jalan Raya Kota Krui nomor 064 Pasar Ulu 01 Kelurahan Pasar Kota kecamatan Pesisir Tengah Krui kabupaten Pesisir Barat Lampung itu.

Tim verifikasi tersebut, disambut oleh pihak SD Quran Maqwa Krui diwakili oleh Ustaz Yamin Majdi –sebab kepala sekolah SD Quran Mujahid Helmi, S.Pd.SD berhalangan hadir– dan dari pihak Yayasan Warotsatul Anbiya oleh Pembina Yayasan H. Furqon Balyan dan H. Muzni HM, serta ketua Yayasan Syahrir, A.Md.

Dalam pertemuan ini, Ustaz Yamin Majdi memaparkan bahwa SD Quran Maqwa Krui berusaha menjawab persoalan yang dihadapi santri Sekolah Tahfiz Balita dan Anak Markaz Maqwa Krui. Banyak santri yang belajar 11 jam setiap hari, dari pukul 07.30 s/d 15.00 sekolah di SDIT dan dari pukul 15.00 s/d 20.00 WIB di Markaz Maqwa Krui.

“Kami mendirikan SD Quran Maqwa Krui sebagai solusi dari persoalan yang kami hadapi. Insya Allah mereka sekolah selama 5 atau 8 jam, namun pelajaran formal dan pelajaran Quran terpenuhi”, ujar ustaz muda asal Pekon Banjar Agung Kecamatan Way Krui Pesisir Barat itu.

Ustaz Yamin Majdi menambahkan bahwa berdirinya SD Quran Maqwa Krui ini sebagai persiapan untuk mendirikan Pesantren Maqwa Krui atau Krui Maqwa Islamic Boarding School yang menggunakan kurikulum Al-Azhar Mesir dan tamatannya harus hafal Quran 30 Juz. Oleh sebab itu, hadirnya SD Quran Maqwa Krui untuk menerapkan kurikulum Al-Azhar di jenjang sekolah dasar, salah satu targetnya adalah harus hafal Quran 18 juz, sehingga ketika memasuki pesantren jenjang SMP dan SMA sudah memiliki bekal hafalan Quran dan menamatkannya 12 juz lagi.

“Insya Allah, kita menggunakan kurikulum Al-Azhar Mesir. Selain kita berusaha memenuhi standar Pendidikan nasional, SD formal, kelebihan kita di tiga mata pelajaran, yaitu Al-Quran, Pendidikan agama Islam dan Bahasa Arab. Semuanya memakai kurikulum dan buku dari Al-Azhar Mesir” kata Ustaz Yamin Majdi yang pernah kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Setelah melakukan verifikasi terhadap rencana induk pengembangan satuan pendidikan dan pengecekan berkas persyaratan pendirian SD Quran Maqwa Krui, tim verifikasi meninjau langsung Gedung Maqwa dan tempat yang akan menjadi kelas bagi siswa/siswi SD Quran Maqwa Krui belajar.

Supriadi Winata mengapresiasi berdirinya SD Quran Maqwa Krui. Sebab, selama bertugas sejak tahun 2014, baru kali ini menemukan SD berbasis Quran. Sebagai muslim, katanya, sangat mendukung keberadaan sekolah Islam, apalagi dari segi sosial dan budaya tidak ada persoalan.

“Secara sosial tidak menimbulkan masalah dengan tetangga dan dari segi budaya sesuai dengan budaya yang beradab dan Islami,” ungka Supriadi Winata. (WST/YNF)

 

 

OIAA Indonesia dan PUSIBA Bantu Kemenag Matangkan Seleksi Camaba Timteng

Wasathiyyah.com, Tangsel – OIAA dan PUSIBA menghadiri acara pematangan konsep seleksi calon mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Salah satu bahasan yang dilakukan terkait dengan prosedur keberangkatan penerima beasiswa. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno menyampaikan bahwa semua proses pemberangkatan mahasiswa ke Timur Tengah atau negara lain, utamanya yang melibatkan Kemenag merupakan bentuk kerjasama antar pemerintah dengan pemerintah.

“Semua harus dilakukan dengan aturan dan regulasi yang telah diatur oleh negara, jangan sampai ada pemberangkatan yang tidak sesuai prosedur lagi,” kata Suyitno menegaskan, di Tangerang Selatan, Selasa (2/3/2021).

Selain OIAA cabang Indonesia dan PUSIBA, dalam kegiatan tersebut hadir juga Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerjasama Nuruzzaman, Direktur Timur Tengah dan Afrika Kementerian Luar Negeri Bagus Hendrayaning Kobarsih, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo-Mesir Bambang Suryadi, dan Ketua Pusat Bahasa PTKIN.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah kriteria penerima beasiswa. Suyitno meminta para calon mahasiswa yang akan berangkat dipastikan memiliki tiga syarat yang ditetapkan

Pertama, kemampuan bahasa yang bagus sebagai ilmu alat dalam belajar dan komunikasi.kedua, kompetensi akademik yang kuat agar proses pembelajaran bisa selesai dengan tepat waktu. Ketiga, memiliki komitmen wawasan kebangsaan terhadap NKRI dan pemahaman Islam Wasathiyah.

Sementara Staf Khusus Menag Bidang Kerjasama Nuruzzaman menyoroti pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam proses seleksi mahasiswa S1 ke Timur Tengah. Apalagi sebelumnya, seleksi sempat ditunda tahun 2020 dikarenakan situasi pandemi covid-19.

“Seleksi mahasiswa S1 ke Timur Tengah tahun ini harus dilaksanakan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19,” pesan Nuruzzaman.

Ia juga menuturkan, jumlah mahasiswa yang belajar di Mesir saat ini cukup banyak dan komitmen Kemenag salah satunya adalah bagaimana negara hadir untuk mereka yang sedang belajar di LN khususnya di Mesir. “Meskipun belajar dengan biaya mandiri harus menjadi perhatian serius kita untuk melakukan pembinaan,” tutur Nuruzzaman.

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Diktis M. Adib Abdushomad, mengungkapkan bahwa proses seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Akibat adanya pandemi covid-19 seluruh proses seleksi tahun ini akan dilaksanakan secara online (computer based test/CBT).

“Seleksi akan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu CBT dan wawancara. Tahun ini seleksi pada tahap wawancara dengan materi hafalan al-Qur’an, baca kitab kuning serta wawasan ke-islaman dan kebangsaan”, jelas Adib.

Rencana proses pendaftaran akan dilaksanakan pada bulan April 2021 dan akan diumumkan lebih lanjut melalui surat resmi.

Pada kesempatan ini juga dihasilkan beberapa point rekomendasi untuk perbaikan proses seleksi mahasiswa ke Timur Tengah dan pembinaan mahasiswa yg sedang belajar di luar negeri, yang akan disampaikan kepada Menteri Agama Yaqut  Cholil Qoumas. (WST/YNF/kemenag)

 

OIAA Sumut Lahirkan Tiga Agenda Utama 2021

Wasathiyyah.com, Medan–Safir Al Azhar OIAA Sumut menyelenggarakan Rakerda tahun 2021 di Restoran Wong Solo Gajah Mada Medan kemarin (Rabu, 3/3). Hadir dalam rapat ini pengurus inti, Prof. Zainal selaku Pembina, Mukhlis Mubarak, Ketua Harian, Asril Pohan, Sekjen dan Prasilo, Wakil Bendahara Umum. Hadir juga Abdul Wahid, Kabid. Litbang, Evri Heika, Kabid. Camaba dan Hendriansyah, Kabid. Hublu.

Para pengurus kantor OIAA di beberapa daerah juga hadir dalam rapat ini, Aidil Nur, Ketua OIAA Binjai dan Langkat, Usman Harahap Ketua OIAA Deli Serdang dan Iqbal Afifuddin, Ketua OIAA Medan.

Rapat dibuka Sekjen OIAASU sekaligus evaluasi program tahun 2020 saat pandemi Covid-19 melanda ibu pertiwi yang berdampak kepada seluruh Program Kerja (Proker) yang dirancang sebelumnya.

“Namun, ada beberapa proker yang sukses gemilang dilaksanakan selama tahun 2020, di antaranya Pemberkasan dan Pemberangkatan Camaba Pusiba Gel. II & III berjumlah 70 orang ke Kairo Mesir,” ujar Asril.

“Di samping itu, kegiatan One Day One Ayat di RRI Medan yang disiarkan offline setiap hari 10 menit menjelang azan Maghrib, tetap berlangsung,” tambahnya.

“Di tahun 2020, OIAA Sumut bekerja sama dengan Komisi Hubungan Luar Negeri MUI Sumut dalam rangka kegiatan Seminar Internasional dan Santri Go Internasional yang berlangsung dengan sukses. Ditambah pembuatan video tausiah berdurasi 10 menit berbahasa Arab dan Inggris yang telah diunggah di Instagram resmi @muisu_hublu,” lanjutnya kembali.

Dalam sambutannya, Prof. Zainal merespon positif atas proker yang sukses dilaksanakan tahun 2020 yang lalu meski Pandemi Covid-19 melanda dunia.

“Mari kita kokohkan wasathiyah Islam di tengah masyarakat. Di samping itu, kita rajut tali silaturahmi dengan para sesepuh dan para sahabat yang pernah belajar di Al-Azhar Mesir,” ujarnya.

Mukhlis Mubarak, Ketua Harian OIAA Sumut, memaparkan tiga proker penting tahun 2021 yang akan dilaksanakan.

“Tahun 2021 ini, ada tiga agenda utama. Pertama, pembinaan dan bimbingan Camaba Sumut yang melanjutkan studinya di Al-Azhar Mesir, baik jalur Kemenag ataupun Pusiba. Kedua, Audiensi ke Gubernur Sumut dan beberapa Kepala Daerah tentang kiprah OIAA Sumut memperkenalkan dan mengokohkan wasathiyah Islam di kalangan masyarakat Sumut. Ketiga, Merajut tali silaturahmi kepada tokoh masyarakat, para sesepuh dan sahabat kita yang pernah belajar di Univ. Al-Azhar Mesir,” ujarnya.

“Semoga OIAA Sumut ke depan lebih solid dalam mengokohkan wasathiyah Islam guna membina masyarakat Sumut yang bermartabat,” pungkasnya.

Di akhir rapat, Prof. Zainal membagi terjemahan Tafsir Sya’rawi Juz ke XV ke peserta rapat. Buku ini merupakan hasil karya alumni Al-Azhar yang berdomisili di Sumatera Utara. (WST/YNF)

Parents’ Meeting Maqwa, Membangun Hidup Berjamaah

Wasathiyyah.com, Krui—Islam mengajarkan kepada manusia untuk hidup berjamaah dalam kebaikan dan ketaqwaan. Hal ini disampaikan oleh Mudirul ‘Aam Maqwa Islamic School, Ustaz Udo Yamin Majdi,  kemarin (Ahad, 31/1) dalam acara Parents’ Meeting Markaz Maqwa Krui di Musholla Maqwa.

Pertemuan orang tua/wali santri Sekolah Tahfiz Balita dan Anak tersebut, membahas tiga agenda utama: progress report Markaz Maqwa Krui, Sosialisasi SD Quran Maqwa Islamic School dan penguatan konsep koperasi MaqwaMart Krui.

Dalam laporan perkembangan, Ustaz Udo Yamin Majdi menyampaikan bahwa ada pergantian kepengurusan Markaz Maqwa Krui bahwa Ami Rahmawati Muslimah, Lc., sebagai mudir (kepala sekolah) dan wakil bidang kurikulum Annisa Shafitri, wakil bidang kesiswaan Mar’I Aditrengginas, wakil bidang administrasi Elysya Novita dan wakil bidang sarana-prasarana Munadi.

Selain itu, ustaz kelahiran Krui tersebut, memaparkan perbedaan Metode Tabarak dengan metode menghafal Quran lainnya, bahwa metode Tabarak menggunakan multimedia dan gaya belajar dominan audio-visual, mengharuskan mengkonsumsi susu, korma dan kacang Arab, serta Kerjasama orang tua/wali untuk mendampingi anaknya mengulangi hafalan Quran di rumah.

“Metode Tabarak yang kita gunakan, berbeda dengan metode lainnya, terutama tentang komitmen orang tua dalam mendampingi anaknya muraja’ah di rumah,” kata Ustaz Udo Yamin Majdi.

Lebih lanjut lagi, beliau menegaskan bahwa 3 kunci anak sukses menghafal Quran, yaitu ikhlas semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT, berdoa sepenuh hati dan mendampingi hafalan anak setiap hari. Sedangkan penghalang kesuksesan menghafal ada 4: ketidakhadiran santri, keterlambatan hadir, tidur ketika di kelas, dan tidak konsisten dalam mendampingi hafalan anak di rumah.

Selesai menyampaikan laporan perkembangan Markaz Maqwa Krui, Ustaz Udo Yamin Majdi menjelaskan tentang Sekolah Dasar Quran Maqwa Islamic School. Ada 2 alasan utama, menurutnya, SD Quran ini dibuka tahun 2021 ini.

Pertama, permintaan dari para orang tua/wali santri Markaz Maqwa Krui yang memiliki anak usia PAUD/TK dan tahun ini akan memasuki SD. Mereka ingin anaknya sekolah di lingkungan sama seperti di Markaz Maqwa Krui, yaitu lingkungan tahfiz al-Quran.

“SD Quran hadir, untuk menjawab harapan orang tua,” kata Ustaz Udo Yamin Majdi.

Alasan berikutnya, kedua, SD Quran ini sebagai persiapan untuk melahirkan calon santri Maqwa Islamic Boarding Islamic School atau Pesantren Maqwa Krui. Dalam beberapa tahun ke depan, Yayasan Warotsatul Anbiya Lampung akan mendirikan Pesantren Maqwa Krui dan menggunakan kurikulum, bahkan akan menjadi Sekolah Islam cabang Al-Azhar Cairo. Oleh sebab itu, lulusan SD Quran ini, diharapkan sesuai dengan kriteria calon santri yang akan diterima.

“Insya Allah kita akan mendirikan Pesantren Maqwa Krui dan menggunakan kurikulum Al-Azhar Cairo. Nah, supaya santrinya sesuai dengan ekspektasi kita, maka kita membuka SD Quran dan menggunakan kurikulum Al-Azhar juga. Target hafalan   Qurannya sama yaitu 18 juz. Begitu juga dengan Bahasa Arab dan PAI juga memakai buku dari Al-Azhar. Lebih penting lagi, yang mengajarnya juga para alumni Azhar,” Ustaz Udo Yamin Majdi menjelaskan secara panjang lebar di hadapan para orang tua/wali santri Markaz Maqwa Krui.

Ustaz Udo Yamin Majdi kemudian membahas tentang koperasi MaqwaMart Krui. Beliau mengharapkan semua orang tua/wali santri Markaz Maqwa Krui untuk ikut bergabung menjadi anggota. Sebab MaqwaMart, bukan sekedar Lembaga ekonomi saja, melainkan ini pengamalan ibadah ghair mahdhah atau mu’malah.

“Kita berjamaah, bukan hanya dalam sholat saja, melainkan dalam segala bidang, mulai dari bidang Pendidikan, sosial sampai bidang ekonomi kita harus membangun hidup berjamaah,” kata Udo Yamin Majdi setelah memaparkan makna surat Al-Maidah ayat 2 berbunyi ta’aawanuu ‘alal birri wat-taqwa. (WST/YNF)

Warotsatul Anbiya Lampung, Terima Tanah Wakaf untuk Pesantren

Wasathiyyah.com, Krui– Yayasan Warotsatul Anbiya Lampung menerima sebidang tanah untuk kepentingan pondok pesantren atau kepentingan umum (umat/masyarakat), baik di bidang sosial, kemanusiaan maupun keagamaan. Tanah milik almarhum Faisal bin Bahar seluas 555 meter persegi atau 37 x 15 meter tersebut, diberikan oleh isteri beliau Leli Yunita kepada ketua Yayasan Warotsatul Anbiya Syahrir tadi pagi (Jum’at, 22/1) di Pasar Krui.

Yayasan yang berdiri 12 Juni 2012 itu, memang sejak awal bercita-cita mendirikan pondok pesantren dan telah memiliki tanah seluas 3 hektar. Namun pesantren tersebut belum dibangun, sebab Yayasan fokus pada kaderisasi para calon ulama yang akan mengelola pesantren. Melalui program Beasiswa Anak Sholeh dan Beasiswa AitamA, hingga kini sudah ada 24 kader yang belajar di berbagai pesantren di Jawa Barat dan Jawa Timur, bahkan ada yang sedang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir dan tahun ini akan mengirim kader ke Universitas International of Africa Sudan.

“Insya Allah, sambil menunggu para kader kita selesai kuliah, secara bertahap kita akan membangun fasilitas pesantren, terutama masjid, asrama dan kelas,” ujar Ustaz Udo Yamin Majdi di hadapan wakif dan nazhir.

Putra asli Krui dan pernah menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Cairo itu, juga menjelaskan bahwa tahun lalu, sudah mendirikan Markaz Maqwa Krui, Sekolah Tahfiz Balita dan Anak di Simpang Kerbang dengan jumlah santri 70 orang lebih. Tahun ini, mendirikan SD Quran Islamic School berlokasi di Pasar Ulu Krui.

Untuk mendukung Lembaga Pendidikan, Yayasan WA telah mendirikan Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Wakaf dan Fidyah (Laziswaf) Dompet MAQWA dan koperasi Maqwa Mart beralamat Jalan Raya Kota Krui No.046 Pasar Ulu 01 Kelurahan Pasar Ulu Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat Lampung.

Setelah menjelaskan sejarah singkat dan program Yayasan Warotsatul Anbiya, ustaz muda yang saat ini memimpin Pondok Pesantren Quran Terpadu (PPQT) Darul Fikri Garut itu, memberikan kesempatan kepada wakif dan nazhir untuk melakukan penandatangan Surat Ikrar Wakaf dan serah terima tanah wakaf dengan simbol penyerahan Surat Keterangan Jual Beli.

Dalam kesempatan itu, Syahrir menyampaikan ucapan terima kasih kepada almarhum dan keluarganya telah mewakafkan tanah di depan tanah wakaf Yayasan Warotasul Anbiya Lampung, sehingga pondok pesantren akan memiliki akses jalan dan tempat parkir luas.

“Kami atas nama keluarga besar Warotsatul Anbiya menghaturkan terima kasih, semoga ini menjadi amal jariyah almarhum,” ujar Syahrir kepada isteri almarhum Faisal.

Selain Ustaz Udo Yamin Majdi, Syahrir dan Leli Yunita, acara serah terima tanah wakaf itu dihadiri 2 pembina Yayasan oleh Ustaz Muzni HM dan Furqon Balyan, pihak pengurus Yayasan Ami Rahmawati Muslimah, Lc., dan Khairul Aswar, pihak wakif Sriyani, dan pengajar Markaz Maqwa Krui, Mar’I Aditrengginas. (WST/YNF)

Bupati Labuhanbatu Berikan Beasiswa Kuliah di Al-Azhar Mesir

Wasathiyyah.com, Labuhanbatu–Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe, S.T.,M.T. secara simbolis menyerahkan beasiswa S1 Universitas Al Azhar Mesir kepada putra/i daerah semalam (7/12) di Aula Rumah Dinas Bupati.

Dalam sambutannya, Ketua Al-Azhar Centre Labuhanbatu, Ust. Rendi Fitra Yana, Lc., MHI menyatakan bahwa Labuhanbatu merupakan satu-satunya kabupaten di Sumatera Utara yang konsisten memberikan beasiswa kepada putra/i daerah Labuhanbatu untuk kuliah di Al Azhar Mesir.

Turut hadir dalam acara ini Ketua MUI Labuhanbatu, KH. M. Darwis Husain Lc. beserta para alumni Al-Azhar Mesir, Ust H. Mara Sakti Harahap, Lc., Ust H. Supriadi Sarumpaet, Lc. Ust Amansyah Sinaga, Lc. Ust Taufik Sulaiman Rit, Lc.

Acara juga dihadiri para ulama, cendikiawan dan Ustadz Muda Labuhanbatu. Acara dibawakan Ust Sofyan Sauri Hasibuan.

Berikut para penerima Beasiswa Bupati tersebut:

1. Ahmad Alwi Dalimunthe
Asal Kecamatan Rantau Selatan
Alumnus PP Mawaridussalam, Tg. Morawa

2. Fadlan Harmein Harahap
Asal Kecamatan Rantau Selatan
Alumnus PP Raudhatul Hasanah, Medan

3. Nurul Syarifah
Asal Kecamatan Panai Hulu
Alumnus PP Raudhatul Hasanah, Medan

Dalam kesempatan yang lain, Sekjen OIAA Sumut, Ust. H. R. Asril Pohan, Lc., M.A. mengemukakan bahwa ketiga Camaba ini merupakan alumni Pusiba Angkatan II & III.

“Dalam proses pembelajaran, para Camaba ini dibimbing dan diasuh OIAA Sumut hingga memperoleh beasiswa yang luar biasa ini,” ujar Ust. Asril.

Asril Pohon berharap agar pimpinan daerah lain terinspirasi program Bupati Labuhanbantu dalam mewujudkan kadar ulama yang akan membimbing umat dan masyarakat pada masa yang akan datang.

“Harapan kita ke depan, semoga para pimpinan daerah di Sumut mengikuti inisiatif Bupati Labuhanbatu ini dalam mewujudkan ulama masa depan yang berdedikasi tinggi untuk umat khususnya di Sumut ini,” lanjutnya. (WST/YNF)