Home Editorial Teman Syetan Membakar Uang 239 Milyar dalam 15 Menit

Teman Syetan Membakar Uang 239 Milyar dalam 15 Menit

234
0
SHARE

Wasathiyyah.com–Tahun baru identik dengan pesta kembang api. Baik individu maupun lembaga, berlomba-lomba membuat pertunjukan kembang api, semewah; sebesar; dan semahal mungkin.

Taman Impian Jaya Ancol menggelar acara bertemakan ‘Symphony Of The Sea’ Countdown 2020 yang akan diadakan pada 31 Desember mendatang di lima titik: Pantai Lagoon, Pantai Carnaval, Pantai Festival, Danau Monumen, dan Putri Duyung ancol.

Tak ketinggalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar acara serupa di 5 titik: Bundaran HI Halaman Balai Kota Jakarta, Pintu Barat Daya Monas, Jalan Wahid Hasyim (Depan Gedung Jaya), dan Spot Budaya Dukuh Atas.

Belum Monumen Nasional (Monas) mengadakan pekan pameran bertajuk ‘Monas Week’, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan mengadakan perayaan bertema ‘Magical New Year 2020’, Central Park juga menghadirkan ‘Post New Year Celebration’, dan masih banyak berbagai tempat di 34 provinsi melakukan hal yang sama.

Semua acara itu, dalam kaca mata Quran, ini disebut pemubaziran: proses, cara, perbuatan menjadikan mubazir (tabzir).

Mengapa demikian?

Sebab, percikan kembang api itu menjadi menjadi sia-sia; tidak berguna; tidak bermanfaat sama sekali. Hanya sebatas kesenangan sesaat. Antara besarnya biaya, tidak sebanding dengan manfaatnya.

Pertunjukan Pesta Kembang Api di Danau Arsipel TMII akan menembakan kembang api sejumlah 7.042 buah.

Coba Anda search di Google harga kembang api. Termurah Happy Flower Rp. 1.000 dan termahal Star Warrior 600 Shots seharga Rp. 7.800.000.

Tentu saja, kembang api yang dipakai di TMII, bukan murahan, pasti mewah. Misalnya kita ambil harga rata-rata, Rp. 1.000.000. Berarti kembang api di TMII itu senilai Rp. 7.042.000.000.

Itu satu titik. Bagaimana kalau setiap provinsi saja ada satu titik, maka Rp. 7.042.000.000 x 34 provinsi sama dengan Rp. 239.428.000.000.

Masyaa Allah, dalam satu malam bangsa Indonesia membakar uang lebih 239 milyar! Ini hanya untuk kembang api, belum untuk dekorasi, konsumsi, artis, band, panggung dan seterusnya.

Ironisnya, sebagai bangsa mayoritas muslim, yang melakukan pemubaziran itu adalah orang Islam.

Seandainya uang 239 milyar itu digunakan untuk pendidikan, kesehatan atau ekonomi, maka dapat memberikan perubahan pada keluarga, masyarakat, negara, bangsa dan umat manusia.

Ada baiknya, kita sebagai Muslim, kembali mendengarkan firman Allah ini:

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).

Semoga pada pergantian tahun 2019 ke tahun 2020 ini, kita tidak termasuk temannya syetan.

Udo Yamin Majdi
Pemimpin Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + fifteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.