Home Editorial Download Energi Allah

Download Energi Allah

295
0
SHARE

Wasathiyyah.com–Dalam tulisan sebelumnya, kita telah membahas unsur pertama produktivitas tentang fokus, sekarang kita bahas unsur kedua, tentang energi.

Tanpa motivasi dan kemauan, maka produktivitas itu tidak pernah akan terjadi.

Apa itu energi, dan dari mana sumbernya?

Energi itu adalah ruh. Sumbernya dari Allah. Sesimpel itu jawabannya.

Namun, seringkali otak kita membutuhkan penjelasan, supaya masuk akal. Agar paham. Ini yang terjadi dengan Bani Israil, atau Yahudi. Mereka bertanya tentang ruh.

“Katakan wahai Muhammad, ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan tentang ruh itu melainkan sedikit.” Jawab Allah dalam Quran surat Al-Israa ayat 85.

Iya, ilmu kita memang sedikit. Terbatas.

Izinkan saya menyampaikan pemahaman saya yang sedikit dan terbatas itu.

Bagi saya, ruh itu ibarat listrik. Anda yakin adanya listrik? Saya yakin, jawaban Anda adalah “yakin”. Namun, pernahkah Anda melihat listrik itu?

Saya pernah menanyakan hal yang sama kepada karyawan yang sehari-harinya berhubungan dengan listrik, “apakah pernah melihat listrik?”

“Tidak pernah Ustaz!” Jawabnya.

Saya kembali bertanya, “Lantas, mengapa Anda yakin dan bilang ada listrik, sedangkan Anda tidak pernah melihatnya?”

“Saya yakin adanya listrik dari gelajanya. Tanda listrik itu ada di lampu, kalau kalau itu bersinar. Listrik ada di kipas angin, jika bergerak. Ada di seterika, manakala ada panas. Sound system ada listrik, kalau ada suara.” Jawabnya.

Kurang lebih begitulah ruh.

Kita semua tidak pernah melihat ruh, namun kita yang dengan entitasnya. Ketika kita berpikir, berarti ruh itu ada. Kita merasa, menunjukan ruh itu ada. Kaki dan kanan kita bisa bergerak, karena ada ruh.

Tanpa ruh, kita tidak bisa mendengar, melihat, dan berpikir. Tanpa ruh, kita tidak bisa belajar, bekerja, dan berkeluarga. Tanpa ruh, kita tidak bisa melakukan apa pun. Jasad tanpa ruh, inilah yang mayat.

Ruh itu, tempat motivasi, kemauan, semangat, dan tekad bersemanyam. Semakin kuat ruh kita, semakin termotivasi, mau, semangat, dan tekad kita kuat. Ibarat lampu, ketika motivasi bekerja tidak ada, maka akan redum. Di sinilah butuhnya sumber energi yang konstan.

Bagaimana cara supaya energi itu terus berpijar?

Saya teringat dengan sebuah buku. Judulnya “Mengunduh Energi Allah, Terapi Energi Kelistrikan Otak Lewat Ibadah”. Karya Adji S. Syuhada.

Dalam buku itu, dia mengatakan bahwa Allah sumber energi dan kita bisa men-download energi ilahi itu. Caranya? Melalui ibadah, baik itu mahdhoh seperti sholat, zikir, dan seterusnya, maupun ghair mahdhah misalnya berbuat baik, berbagi, dan seterusnya.

Saya mengamini penjelasan dalam buku itu. Apalagi setelah mentadabburi Quran surat Al-Israa ayat 77-84. Ayat-ayat sebelum berbicara tentang ruh itu, menurut saya, cara bagi kita untuk mendownload energi ilahi atau supaya ruh kita dekat kepada Allah. Dalam buku KH. Toto Tasmara, beliau sebut dengan istilah “kecerdasan ruhaniyah” (transcendental intelligence).

Dalam 8 ayat sebelum membahas ruh itu disebutkan tentang sholat lima waktu, tahajud, al-haq, al-Quran dan tentang bekerja sesuai dengan profesi masing-masing.

Nah, kalau ingin men-download energi ilahi itu, maka coba tadabburi dan amalkan 8 ayat yang saya sebutkan. Semakin dekat kepada Allah, hidup semakin produktif. Insya Allah.

Wallahu a’lam.

Udo Yamin Majdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.