Home Editorial Produktivitas

Produktivitas

309
0
SHARE

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.”
(HR. Bukhari)

Wasathiyyah.com–Berdasarkan petuah Nabi itu bahwa kualitas amal kita selama satu tahun ini, tergantung dengan cara kita mengakhirinya. Di hadapan kita ada 3 pilihan: sama dengan tahun sebelumnya, lebih buruk dari tahun sebelumnya, atau lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sama dan lebih buruk dari tahun sebelumnya, tidak perlu kita diskusikan. Yang perlu kita bahas adalah bagaimana kita mengakhiri bulan Desember 2019 sehingga tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya?

Caranya: produktiflah! Lantas, apa itu produktivitas?

Selama ini, ada sebagian kita beranggapan bahwa produktif itu adalah sibuk –meeting, menelpon, chatting, bermedsos-ria, dan seterusnya. Ada juga yang berpendapat produktif itu sebuah kejadian. Anda yang biasa bangun kesiangan dan tiba-tiba bangun pagi, lalu teriak, “Hari ini saya produktif!” Ada lagi mengklaim bahwa produktif itu adalah meninggalkan hobi, kesenangan, dan menutup diri dari orang lain.

Itu bukan produktif! Sekali lagi, apa itu produktivitas?

Ada banyak definisi produktif. Namun saya lebih memilih definisi Muhammed Faris dalam bukunya Muslim Produktif –judul aslinya The Productive Muslim, Where Faith Meets Productivity. Pendiri ProductiveMuslim.com itu membuat rumus seperti ini:

Produktivitas = Fokus x Energi x Waktu.

Menurut penulis yang masuk dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh versi The Royal Islamic Strategic Studies Center di Yordania itu, produktif memiliki tiga unsur: fokus, energi dan waktu.

Ketika kita memiliki fokus dan waktu, namun tidak berenergi, maka kita akan kelelahan, bosan dan putus asa. Atau kita memiliki banyak energi dan waktu banyak, tapi tidak fokus, maka kita tidak konsentrasi, tidak serius, melompat dari satu tugas ke tugas lain, sehingga tidak ada satu pekerjaan yang tuntas. Atau, kita memiliki energi dan fokus, akan tetapi tidak memiliki waktu, maka kita tidak bisa melakukan apa-apa.

Yang menarik dari penjelasan Muhammed Faris adalah fokus, energi, dan waktu saja, tidak cukup. Ada satu hal yang sangat penting: fokus x energi x waktu (untuk tujuan bermanfaat). Menurut dia, sesuatu yang bermanfaat itu adalah surga.

Coba Anda perhatikan orang yang sedang main game: mereka fokus, sangat berenergi dan tentu saja memiliki waktu. Apakah ini disebut produktivitas? Apakah orang yang main game itu membawanya masuk surga?

Oooh, tentu tidak!

Produktivitas itu ada manfaat, ada tujuan, dan ada target. Lebih jauh lagi, sejatinya produktivitas adalah ketika fokus kita, energi kita, dan waktu kita, ditujukan semata-mata untuk Allah SWT. Inilah produktivitas menurut Islam.

Di akhir obrolan santai di medio Desember ini, saya ingin menyuguhkan kesimpulan, produktivitas adalah tentang membuat pilihan yang cerdas (secara terus-menerus) dengan fokus, energi, dan waktu kita untuk memaksimalkan potensi kita serta meraih hasil yang bermanfaat.

Nah, apakah di akhir tahun ini kita memiliki fokus, memiliki energi, dan memiliki waktu untuk berbuat yang terbaik? Kalau kita memiliki, maka kemungkinan besar, tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Semoga demikian.

Udo Yamin Majdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.