Home Editorial Medio Desember

Medio Desember

152
0
SHARE

Wasathiyyah.com–Medio Desember 2019 ini, mengingatkan kita bahwa waktu begitu cepat bergulir. Serasa baru kemaren Desember 2018, namun kita ternyata dua minggu lagi kita akan memasuki tahun 2020. Lantas, apa yang harus kita lakukan di pertengahan bulan akhir tahun ini?

Tentu saja, setiap orang memiliki jawaban masing-masing. Yang berperan sebagai orang tua, mungkin sudah merencanakan berlibur bersama keluarga. Bagi pedagang, menawarkan diskon. ASN atau pekerja, sibuk membuat laporan akhir tahun. Dan seterusnya.

Sebagai muslim, sebaiknya mari kita dengarkan petuah Rasulullah ini:

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” Sabda Nabi Muhammmad SAW dalam kitab Shahih Bukhari nomor 6607.

Hadis tersebut, menjadi spirit bagi kita memasuki medio Desember 2019. Terlepas apapun kondisi kita di 11 bulan sebelumnya, ada kesempatan bagi kita untuk mengakhiri tahun ini dengan sebaik mungkin. Dua minggu ini, kita pergunakan untuk mengevaluasi apa yang telah kita lakukan, baik itu berhubungan dengan keluarga, pekerjaan, maupun sosial. Kita ambil waktu sejenak, untuk melihat diri kita sendiri.

Atau mungkin, sebelum kita melakukan evaluasi, ada baiknya kita kembali membuka buku atau kitab-kitab yang berkaitan dengan masalah waktu. Dr. Yusuf Qaradhawy menulis sebuah kitab berjudul Al-Waqtu fi Hayati al-Muslim, dalam edisi Indonesia berjudul Manajemen Waktu Generasi Sukses. Jasim M. Badr Al-Muthawi’ juga menulis kitab berjudul Al-Waqt ‘Amaar au Damaar, diterjemahkan menjadi Efisiensi Waktu, Konsep Islam.

Ada juga ulama yang menulis waktu lebih spesifik lagi, misalnya Ali bin Sa’id bin Da’jam menulis Ya Ibna al-Arba’in (Misteri Umur 40 Tahun) dan Ya Shahibas Sittin (Misteri Umur 60 Tahun). Dr. Anas Ahmad Karzoun juga menulis tentang Rahasia Usia 40 Tahun, judul aslinya Wa Balagha Arba’ina Sanah.

Masih banyak kitab atau buku karya para ulama tentang urgensi waktu. Tentu saja, buku ini bukan sekedar menambah wawasan, melainkan salah satu cara bagi kita untuk membangun kesadaran bahwa waktu itu sangat berharga dalam hidup, bahkan kehidupan itu sendiri.

Kembali dengan Sabda Nabi, bahwa amalan kita tergantung dengan endingnya. Apakah tahun ini kita happy ending atau sebaliknya bad ending?

Wallahu a’lam bish shawab!

Udo Yamin Majdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.