Home Berita Internasional Setelah Kematian Tragis Gadis Kecil Jana di Mesir, Al Azhar Kampanyekan Anti...

Setelah Kematian Tragis Gadis Kecil Jana di Mesir, Al Azhar Kampanyekan Anti Kekerasan dan Pelecehan terhadap Anak Sejak Hari ini

261
0
SHARE
Grand Syaikh Al Azhar Al Syarif mengutuk kejahatan yang dilakukan terhadap gadis kecil Jana oleh neneknya di propinsi Mansoura, Mesir.

Wasathiyyah.com, Cairo – Kejadian tragis yang menimpa seorang gadis kecil bernama Jana Mohammed Samir telah memicu kemarahan publik yang luas di Mesir. Jana yang baru berusia empat tahun harus meregang nyawa setelah mengalami penyiksaan oleh neneknya.

Dilaporkan sebelumnya bahwa Jana yang tinggal di sebuah desa di provinsi Mansoura meninggal dunia pada hari Sabtu lalu, beberapa hari setelah menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit karena sejumlah luka bakar parah yang dideritanya.

Orangtua Jana telah bercerai beberapa tahun lalu. Sejak perceraian itu Jana kemudian tinggal bersama kakak perempuannya, Amani dan ibunya yang mengalami kebutaan. Mereka pindah dan tinggal bersama neneknya.

Kasus ini sontak menarik perhatian publik dan memicu kemarahan yang luas di tengah masyarakat Mesir. Warga di provinsi Mansoura turun ke jalanan untuk menuntut penegakan keadilan dan hukuman atas nenek pelaku kejahatan ini. Kemarahan publik pun meluas hingga ke seluruh bagian Mesir dan kasus ini menjadi isu nasional.

Laporan polisi menyebutkan bahwa sebelumnya Jana mengalami penyiksaan berat oleh nenek dari pihak ibu, berupa penyiksaan dengan besi panas yang mengakibatkan luka bakar parah dan memicu keracunan darah, penurunan sirkulasi darah, dan runtuhnya sistem pernapasan. Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh harian Al Masr Al Youm.

Luka-luka yang dialami Jana sangat parah yang membuat kakinya harus diamputasi pada tiga hari sebelum kematiannya. Berdasar penyelidikan polisi, bibi sang anak menceritakan bahwa Jana sempat mengadukan kepadanya tentang perbuatan neneknya yang telah membakar dia di sekitar alat kelamin. Perbuatan sadis sang nenek ini dimaksudkan untuk mengaburkan jejak kejahatan seksual yang dilakukan oleh pamannya.

Namun, berdasar laporan polisi, sang nenek yang saat ini telah diamankan di tahanan kantor polisi membantah tuduhan itu.

Kebrutalan perbuatan sang nenek dan besarnya kemarahan publik atas kasus ini membuat Al Azhar turun untuk menyatakan sikapnya melalui Grand Syaikh Al Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al Thayyeb. Grand Syaikh menyampaikan bahwa ia sangat terluka atas kejadian yang menimpa gadis kecil bernama Jana itu.

“Apa yang telah menimpa Jana berupa penyiksaan dan pembakaran adalah tindakan jahat dan brutal, dan ini merupakan bencana kemanusiaan.” Tegas Grand Syaikh Al Azhar.

Sebagai tangapan atas kasus ini, Al Azhar mencanangkan kampanye anti kekerasan dan pelecehan terhadap anak yang dimulai sejak hari ini, Senin 30 September 2019. Kampanye ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kesadaran akan pentingnya memberikan kasih sayang dan perlindungan terhadap anak-anak yang dimulai dari lingkaran terkecil yaitu keluarga, serta menanamkan nilai-nilai kasih sayang terhadap anak-anak sedari kecil. (WST/RS/arabnews/gulfnews)

Suasana menuju pemakaman gadis kecil Jana.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.