Home Berita Timur Tengah Tenggelam di Sungai Nil, Dua Mahasiswa Asal Indonesia Dikabarkan Meninggal Dunia

Tenggelam di Sungai Nil, Dua Mahasiswa Asal Indonesia Dikabarkan Meninggal Dunia

1301
0
SHARE
Ilustrasi

Wasathiyyah.com, Kairo — Kabar duka kembali menyelimuti mahasiswa asal Indonesia yang tengah menimba ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Dua orang mahasiswa di sana dikabarkan meninggal dunia lantaran tenggelam di Sungai Nil saat berenang.

Dua orang yang dikabarkan meninggal itu yakni Ainur Rahman asal Madura dan Mutawakkil Alallah dari kekeluargaan Gamajatim.

Kronologi kejadian nahas tersebut berdasarkan informasi yang diterima tim redaksi, keduanya bersama 16 anggota Ikatan Keluarga Besar al-Amien Prenduan (IKBAL) Korda ke Qonatir pada Senin (29/7/2019), sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

“Dengan tujuan berlibur. Termasuk di dalamnya memancing, naik kapal, bakar-bakar ayam dan ikan,” tulis informasi tersebut.

Dari awal, konsentrasi mereka berada di pinggir sungai untuk memancing dan sebagian kecil ada yang berenang.

Sekitar 14.00, Akil berenang bersama tiga orang temannya. Ia yang mencoba berenang ke tengah sungai, sempat ditegur beberapa orang rekannya. Akan tetapi teguran tersebut mungkin tidak terdengar, akhirnya korban terseret arus bawah sungai.

“Setelah korban meminta tolong, teman-teman yang berada di pinggir sungai, mencoba meminta bantuan. Kepada warga, mencari polisi dan sebagainya. Ainur Rahman yang sedang memancing di tepi sungai, refleks menolong korban. Ainur memang bisa berenang. Namun, kondisi kesehatannya pada saat itu kurang baik, dikarenakan sakit dan semalaman mempersiapkan rihlah ke Qanatir dan belum tidur. Kendati begitu, Akil sempat dipegang. Dan berusaha diselamatkan. Akan tetapi perbedaan bobot badan membuat Ainur yang mencoba menarik Akil ketengah, ikut tertarik oleh arus bawah sungai.”

Setelah Ainur meminta bantuan teman-temannya yang berada di pinggir sungai dengan teriakan minta tolong, mereka mencari bantuan kepada warga. Tersebab tidak ada yang mampu berenang, meminta warga untuk menolong pilihan terakhir. Namun, miris warga pun tidak bisa berenang.

“Selang 20 menit, tiga polisi ketemu, namun mereka juga tidak mampu berenang. Akhirnya polisi pun menelepon tim SAR. Baru setelah 30 menit, tim penyelam masuk ke sungai dan menemukan Ainur setelah 5 menit di dalam air. Sayangnya, Ainur yang telah tenggelam selama kurang lebih satu jam, nyawanya tidak dapat diselamatkan.”

Hingga berita ini diturunkan, Akil belum ditemukan. Rencananya pihak polisi akan melanjutkan pencarian hari ini, Selasa (30/7/2019) pukul 09.00 waktu setempat.

Diketahui, kasus meninggalnya mahasiswa Indonesia di Mesir karena tenggelam bukan kali ini saja. Pada Juli 2009 kejadian serupa menimpa Badrun Syamsu Ranga Dyka (22), mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo asal Ponorogo Jawa Timur. Ia meninggal dunia karena tenggelam di perairan Pantai Sharm El-Sheikh, Mesir.

Pada 23 September 2017, Gia Fauzi Ramadhan juga meninggal dunia lantaran tenggelam saat berenang di hotel sepulang dari ziarah makam Imam Abu al Hasan AsSyadzili yang dipimpin Syaikh Yusry dari universitas Al-Azhar. (WST/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.