Home Berita Timur Tengah Pangeran Emirat Beli Saham Klub Bola Papan Atas Israel, Fans Protes

Pangeran Emirat Beli Saham Klub Bola Papan Atas Israel, Fans Protes

197
0
SHARE
Suporter Beitar Jerusalem, klub bola Israel yang terkenal dengan rasismenya terhadap Arab dan Islam. (foto:cnn)

Wasathiyyah.com, Abu Dhabi – Klub sepak bola Israel, Beitar Jerusalem, menghadapi krisis setelah menandatangani kesepakatan kemitraan dengan keluarga penguasa Abu Dhabi, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Nahyan.

Suporter fanatik klub tersebut, yang terkenal rasis dan punya slogan anti-Arab serta kental dengan Islamofobia, kini mengarahkan cemoohan terhadap Syekh yang telah memiliki 50% saham klub tersebut.

“Kesepakatan itu membuat banyak fans memprotes pihak klub,” kata seorang suporter setia Beitar, Moar Ifrach, seperti dikutip The Guardian.

Ifrach mengatakan bahwa dia mendukung saja kesepakatan itu karena dapat mendatangkan uang untuk meningkatkan anggaran klub. Tetapi ia merasa pendukung fanatik klub tidak akan pernah menerimanya.

Reputasi rasisme yang lekat dengan klub ini tidak datang begitu saja, katanya kepada The Guardian.

Beitar Jerusalem adalah bagian dari sayap kanan politik Israel. Seminggu yang lalu, suporter fanatik – dikenal dengan sebutan “La Familia” – menyemprotkan cat slogan anti-Arab di dinding stadion. Polisi dilaporkan menangkap empat orang atas insiden tersebut.

Beberapa anggota La Familia mengklaim bahwa kesepakatan baru-baru ini menimbulkan ancaman bagi identitas ke-Yahudi-an klub dan kota Yerusalem – bagian timurnya diduduki secara ilegal oleh Israel dalam perang dengan negara-negara tetangga Arab pada tahun 1967.

Kesepakatan pembelian saham klub Beitar ini oleh keluarga pangeran Emirat itu diumumkan awal Desember oleh pihak klub. Beitar Jerusalem adalah salah satu klub sepak bola terkemuka Israel. Pembelian tersebut juga termasuk komitmen untuk menginvestasikan lebih dari 300 juta shekel (sekitar $ 92 juta) di klub selama sepuluh tahun ke depan.

Kesepakatan bisnis itu datang beberapa bulan setelah kedua negara menormalisasi hubungan dalam perjanjian kontroversial yang ditengahi AS. (WST/RS/alaraby)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.