Home Berita Internasional Antusiasme Warga Mesir Saat Shalat Jumat Pertama Pasca Pembatasan

Antusiasme Warga Mesir Saat Shalat Jumat Pertama Pasca Pembatasan

91
0
SHARE
Suasana menjelang shalat Jumat di Masjid Al Azhar Kairo (28/08). (Gambar : azhareg)

Wasathiyyah.com, Kairo – Luapan kegembiraan tampak terlihat di tengah masyarakat Mesir setelah pemerintah membuka kembali masjid-masjid besar untuk pelaksanaan shalat Jumat pada hari Jumat (28/08) kemarin.

Koresponden Ahram Online mengabarkan bahwa suasana menyambut shalat Jumat pertama ini seperti suasana shalat Idul Fitri. Masyarakat antusias mengikuti shalat Jumat, mereka memenuhi masjid-masjid hingga meluber ke halaman dan jalanan. Namun, otoritas setempat tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan cukup ketat.

Sukacita ini tampak juga di kalangan warga Kristen Ortodoks. Mereka diizinkan kembali menunaikan Misa yang akan dimulai pada 11 September mendatang, juga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sejak merebaknya Covid 19 di Mesir, pemerintah setempat memberlakukan pembatasan selama lima bulan. Saat ini pemerintah Mesir mulai melakukan pelonggaran setelah angka kasus Covid 19 menurun dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah membuka kembali masjid-masjid besar untuk shalat Jumat dengan dipimpin imam yang terakreditasi, pembatasan khutbah Jumat hanya 10 menit, pemberlakukan jarak sosial antar jamaah, pemakaian masker dan sajadah pribadi. Masjid mulai dibuka 10 menit sebelum adzan berkumandang dan akan segera ditutup segera setelah shalat Jumat selesai.

Petugas memeriksa suhu tubuh dan kelengkapan masker dan sajadah jamaah shalat.

Petugas berjaga-jaga di setiap pintu dan halaman masjid. Jamaah yang datang tanpa mengenakan masker dan tanpa membawa sajadah pribadi akan dipersilakan pulang.

Koresponden Ahram Online yang shalat Jumat di masjid besar di kawasan Maadi menggambarkan betapa warga antusias memenuhi masjid, dan bagi warga yang tidak mendapat tempat di bagian dalam harus rela mengikuti shalat Jumat di halaman masjid.

“Saya sangat rindu shalat berjamaah di masjid khususnya shalat Jumat,” kata Ahmed Saeed (37), dari balik maskernya kepada Ahram Online seusai shalat Jumat di masjid Maadi.

Dia tidak mengkhawatirkan lagi Covid 19, karena baginya ia harus beradaptasi.

“Kita selama ini tetap pergi keluar, bahkan ada yang pergi ke mal. Maka, pergi ke masjid untuk berdoa lebih penting lagi. Virus ini akan jadi bagian dari kehidupan kita, kita harus menerima dan mempelajarinya,” pungkas Ahmad.

Di masjid lain di kawasan Haram, antusiasme warga tak kalah besarnya.

“Saya senang bisa ikut shalat Jumat lagi. Tindakan pencegahan oleh petugas sangat bagus. Meski awalnya ada rasa khawatir karena virus. Tapi saya ikut bersemangat setelah melihat orang lain bersemangat pergi ke masjid,” kata Sabet Saqr kepada Ahram Online selesai shalat.

Jamaah lain di masjid yang sama, Mohamed Ahmed mengatakan, “Tentu saya sangat gembira. Tapi kita harus tetap hati-hati, terutama orang yang shalat di luar masjid karena di luar itu nampaknya masyarakat tidak terlalu mentaati social distancing.” (WST/RS/arabnews)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine − 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.