Home Berita Internasional Bom Jelang Buka Puasa di Afrin Suriah, 40 Warga Tewas, 11 Diantaranya...

Bom Jelang Buka Puasa di Afrin Suriah, 40 Warga Tewas, 11 Diantaranya Anak-anak

270
0
SHARE
Suasana pasar Afrin, Suriah Utara, pasca ledakan bom pada Selasa (28/04). 40 warga tewas, 11 diantaranya anak-anak. (Foto:bbc)

Wasathiyyah.com, Ankara – Sedikitnya 40 warga sipil tewas, termasuk diantaranya 11 anak-anak, akibat ledakan bom di dekat pasar di kota Afrin, Suriah Utara, pada Selasa sore (28/04).

Otoritas setempat mengatakan ledakan berasal dari mobil tanki berisi bahan bakar yang diledakkan dengan granat tangan. Kementerian Pertahanan Turki menuduh milisi YPG Suriah di balik serangan mematikan itu.

Dalam sebuah pernyataan di laman Twitter, kementerian mengatakan ledakan terjadi di kota Afrin. Sebuah video yang dibagikan pihak kementerian memperlihatkan asap hitam mengepul di udara beriringan dengan suara ambulan dan sirine mobil polisi.

Amerika Serikat mengutuk serangan Selasa sore itu. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus mengatakan, “Ledakan terjadi di tengah puluhan orang yang sedang berbelanja untuk keperluan berbuka puasa Ramadhan”.

“Laporan awal menyebutkan korban mayoritas warga sipil, termasuk anak-anak,” lanjut Ortagus. “Tindakan jahat seperti itu tidak dapat diterima dalam konflik ini,” pungkasnya.

Ortagus juga mengulas kembali seruan AS untuk genjatan senjata di Suriah.

Sementara Ankara menuduh YPG sebagai kelompok teroris yang bertanggungjawab atas pengeboman itu. Turki selama ini telah meningkatkan tekanan militer di perbatasan Suriah untuk memukul mundur kelompok ini dari perbatasan.

Militer Turki dan sekutunya berhasil merebut Afrin, sebuah distrik yang sebagian besar penghuninya orang Kurdi, dari YPG pada Maret 2018 melalui sebuah serangan besar-besaran.

Ledakan pada Selasa kemarin adalah yang serangan paling mematikan di wilayah yang dikuasai pasukan yang didukung Turki. Ankara menuduh YPG terlibat dalam serangan bom itu. Sementara YPG mengklaim bahwa mereka tidak menargetkan warga sipil. (WST/RS/reuters)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.