Home Berita Internasional Dua Pasien Meninggal, Raja Salman Lockdown Mekkah dan Madinah

Dua Pasien Meninggal, Raja Salman Lockdown Mekkah dan Madinah

28
0
SHARE

Wasathiyyah.com, Riyadh – Otoritas Arab Saudi melaporkan dua kasus kematian pertama pasien Corona (Covid 19). Kedua pasien ini merupakan warga kota Mekkah. Atas kasus kematian ini, pemerintah Arab Saudi menutup akses keluar masuk kota Mekkah, Madinah dan ibu kota Riyadh.

Penutupan akses keluar masuk Mekkah, Madinah dan Riyadh ini berdasar arahan langsung dari Raja Salman agar pemerintah meningkatkan upaya menangkal penyebaran virus Corona. Kasus Corona di Saudi saat ini telah meningkat hingga 900 kasus.

Karena penutupan ini maka untuk sementara tidak ada aktifitas keluar masuk ketiga kota ini. Pergerakan antar provinsi juga ditutup.

Kantor berita Arab Saudi SPA pada Rabu (25/03) melaporkan titik-titik mana saja di ketiga kota tersebut yang ditutup.

Titik-titik di kota Mekkah diantaranya : Pusat Kontrol Keamanan di Al-Shemaisi, Jalan Raya Jeddah, Pusat Kontrol Keamanan di Al-Shemaisi, Jalan Tua Jeddah, dan Pusat Kontrol Keamanan di Sabwah Al-Sail Center, Pusat Kontrol Keamanan di Al-Kurr, Pusat Kontrol Keamanan di Khakiah, Pusat Kontrol Keamanan di Nuriya, dan juga jalan cabang internal ke Makkah.

Titik-titik di kota Madinah diantaranya : Pusat Kontrol Keamanan di Jalan Makkah, Pusat Kontrol Keamanan di Jalan Yanbu, (Al-Furaish), Pusat Kontrol Keamanan di Jalan Tabuk, (Al-Hufairah), Pusat Kontrol Keamanan di Jalan Raya Qassim, (Al-Har), dan juga pos pemeriksaan keamanan sementara di Jalan Raya Tua Madinah-Qassim.

Otoritas Saudi juga menambah waktu jam malam yang semula hanya 11 jam, yakni dari pukul 19.00 hingga pukul 06.00, menjadi 16 jam, yakni sejak pukul 15.00 hingga pukul 06.00. Penambahan jam malam ini mulai berlaku sejak Kamis (26/03) dan berlaku selama 21 hari ke depan.

Untuk memastikan jam malam ini berjalan semestinya, pihak keamanan menerapkan hukuman bagi siapa saja yang melanggar kebijakan ini, yaitu denda sebesar 10 Ribu Riyal atau sekitar 43 juta rupiah. Jika pelanggaran dilakukan berulang kali, maka dijatuhi hukuman bui. (WST/RS/nuonline)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.