Home Berita Timur Tengah Gaza di Ambang Bencana Akibat Lonjakan Kasus Covid 19

Gaza di Ambang Bencana Akibat Lonjakan Kasus Covid 19

82
0
SHARE
Mural kampanye menggunakan masker untuk menghindari penularan virus corona di Jalur Gaza, Palestina. (gambar:AFP)

Wasathiyyah.com, Gaza – Angka kasus Covid 19 di Jalur Gaza, Palestina mengalami lonjakan pesat dan dikhawatirkan semakin tak terkendali dalam beberapa hari ke depan. Hal ini diutarakan penasihat menteri kesehatan Palestina Fathi Abuwarda.

Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan bahwa lonjakan kasus sangat berpotensi terjadi terutama di kamp-kamp pengungsian.

“Kami telah memasuki tahap bencana dan jika terus seperti ini, sistem perawatan kesehatan akan runtuh. Solusi terbaik adalah karantina penuh selama 14 hari, yang akan memungkinkan tim medis untuk mengendalikan dan memerangi virus, dengan hanya toko yang menyediakan persediaan makanan tetap buka,” ungkap Abuwarda seperti dilansir Aljazeera, Senin (23/11).

Abuwarda mengatakan kementerian kesehatan telah mempersiapkan Rumah Sakit Eropa Gaza untuk merawat pasien Covid-19. Akan tetapi kapasitas rumah sakit itu tidak mencukupi. Sebanyak 300 dari 360 tempat tidurnya sudah terisi.

“Di Jalur Gaza, ada sekitar 500 tempat tidur yang tersebar di daerah kantong pantai. Namun mengingat sekitar 5.000 warga Palestina tinggal di setiap kilometer persegi di Gaza, rumah sakit ini tidak dapat menampung semua kasus,” jelasnya.

Kurangnya alat penguji virus corona dan alat pelindung diri (APD) juga memperumit perjuangan melawan virus karena Israel terus memberlakukan pembatasan pada pasokan medis yang mencapai Gaza.

Pada 24 Agustus lalu, hanya empat warga Palestina yang dilaporkan terinfeksi virus corona di Jalur Gaza. Namun hingga Senin, 14.768 orang telah tertular Covid-19 dengan 65 kematian dan jumlah kasus kritis mencapai 79.

“Jalur Gaza kekurangan mesin penghasil oksigen, ventilator, alat pelindung, dan bahan kebersihan. Kepala hubungan internasional di pemerintahan yang dipimpin Hamas. Tiga puluh dua persen obat dasar dan 62 persen obat dan bahan untuk laboratorium medis tidak tersedia,” kata mantan menteri kesehatan Basim Naim.

Basim meminta komunitas internasional dan badan-badan bantuan untuk segera turun tangan guna menghentikan bencana yang akan segera terjadi. Ia juga menuduh Israel membatasi masuknya pasokan medis hanya dengan dalih keamanan.

Salama Marouf, kepala kantor informasi pemerintah, menggarisbawahi perlunya membawa ventilator penyelamat jiwa ke Gaza. Dia menambahkan bahwa semua tindakan sedang dibahas sekarang, termasuk karantina penuh untuk mengendalikan infeksi. (WST/RS/republika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.