Home Berita Timur Tengah Jemaah Umrah dari Luar Negeri Dikarantina 3 Hari Setiba di Arab Saudi

Jemaah Umrah dari Luar Negeri Dikarantina 3 Hari Setiba di Arab Saudi

78
0
SHARE
Ilustrasi

Wasathiyyah.com, Mekkah — Arab Saudi telah mengeluarkan peraturan bagi jemaah umrah dari luar negeri seiring dengan akan dibukanya layanan umrah tahap III mulai Minggu, 1 November 2020.

Salah satu peraturan tersebut adalah jemaah harus dikarantina selama 3 hari begitu tiba di Arab Saudi.

“Karantina ini sesuai dengan protokol pencegahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah untuk membendung penyebaran virus corona,” demikian dikutip dari Saudi Gazette, Senin (26/10/2020).

Peraturan lainnya adalah:

  • Jemaah berusia 18-50 tahun.
  • Wajib memiliki surat keterangan tes PCR yang menunjukkan bebas virus corona yang dikeluarkan oleh laboratorium tepercaya di negaranya, tidak lebih dari 72 jam sejak pengambilan sampel hingga saat pemberangkatan ke Arab Saudi.
  • Jemaah sudah mendapatkan reservasi untuk pelaksanaan umrah serta kunjungan ke Dua Masjid Suci dan salat di Raudhah dengan melakukan registrasi melalui aplikasi Itamarna, serta telah melakukan konfirmasi reservasi penerbangan pulang sesuai dengan program yang disetujui untuk setiap jemaah.
  • Peraturan tersebut mencakup reservasi untuk akomodasi komprehensif, dan ini harus mencakup setidaknya tiga kali makan selama periode tiga hari isolasi medis (karantina).

“Semua perusahaan umrah harus mematuhi peraturan kementerian dan pengawasan yang mengatur penerimaan jemaah dari luar Kerajaan (Arab Saudi),” kata sumber kementerian.

Pada layanan umrah tahap III, Masjidil Haram akan menerima 20 persen jemaah dari kapasitas masjid, berasal dari jemaah domestik dan luar negeri. Jumlah itu setara dengan 20 ribu jemaah umrah per hari dan 60 ribu jemaah salat per hari.

Kemenag RI Persiapkan Umrah

Meski sudah merilis peraturan umrah bagi jemaah internasional, tapi Arab Saudi belum mengeluarkan daftar negara yang diizinkan mengirim jemaah umrah ke Makkah.

Meski demikian, Kemenag RI telah mempersiapkan skema perlindungan jemaah umrah jika Indonesia diizinkan mengirim jemaah.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Oman Fathurahman, menyatakan pihaknya sudah memfinalisasi Rancangan Keputusan Menteri Agama (RKMA) tentang Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi.

RKMA ini sebelumnya sudah dibahas dengan stakeholder, termasuk kementerian/lembaga terkait dan para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). RKMA ini antara lain mengatur tentang kriteria jemaah, protokol kesehatan, dan kemungkinan karantina.

Oman memastikan skema perlindungan tersebut disesuaikan dengan ketentuan yang diberlakukan Saudi. Menurutnya, Saudi sudah menerbitkan edaran terkait umrah di masa pandemi. (WST/YN/kumparan.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.