Home Berita Timur Tengah Hagia Sophia: Salat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun, Ornamen Kristiani Ditutup Tirai

Hagia Sophia: Salat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun, Ornamen Kristiani Ditutup Tirai

38
0
SHARE
Presiden Turki Erdogan dan istrinya di dalam Hagia Sophia Kamis (23/7/2020). (AFP)

Wasathiyyah.com, Ankaran — Salat Jumat pertama diselenggarakan di Hagia Sophia, gedung berusia 1.500 tahun yang semula adalah katedral yang dijadikan masjid dan kemudian museum, langkah yang membuat Paus, “sangat sedih.”.

Sekitar 1.000 orang diperkirakan akan mengikuti salat Jumat pertama dalam 86 tahun.

Pada 1934, di bawah kepemimpinan Presiden Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern, setelah jatuhnya Ottoman, masjid itu dijadikan museum.

Lukisan dan ornamen Kristiani akan ditutup tirai dengan menggunakan mekanisme khusus selama waktu salat tetapi tetap akan dipajang.

Gedung ini dibangun pada abad keenam sebagai katedral namun dijadikan masjid pada 1453 ketika Ottoman, biasa disebut juga dengan Kekhalifahan Utsmaniyah, di bawah Mehmed II atau Sultan Muhammad al-Fatih menaklukkan Konstantinopel yang kemudian berganti nama menjadi Istanbul.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengundang Paus Fransikus untuk menghadiri pembukaan masjid, lapor kantor berita Anadolou.

Namun sejauh ini belum ada laporan bagaimana tanggapan Paus.

Tanggal 12 Juli lalu, Paus mengatakan “sangat sedih” atas keputusan Turki menjadikan Hagia Sofia kembali menjadi masjid.

Paus sendiri mengunjungi Hagia Sophia dalam kunjungan ke Turki pada 2014.

Salat Jumat pertama akan dipimpin oleh Ali Erbaş ketua direktur keagamaan, lapor harian Turki Hürriyet.

Hürriyet melaporkan mosaik dan lukisan Kristiani akan ditutup tirai selama salat Jumat dan waktu salat lain.

“Mekanisme tirai yang digunakan mirip dengan yang dipakai dalam industri film,” kata harian itu.

“Tidak ada satu pun paku yang akan digores di struktur beton itu,” tambah Hürriyet.

Karpet yang akan dipakai untuk salat Jumat diproduksi di Provinsi Manisa, salah satu pabrik karpet pertama di Turki, kata surat kabar itu.

“Terbuat dari bulu domba 100%, karpet hijau yang dipasang dengan motif Ottoman abad ke-17.

President Tayyip Erdogan tanggal 10 Juli lalu menetapkan gedung yang menjadi katedral selama 900 tahun itu, sebagai masjid, setelah pengadilan membatalkan status bangunan ikonik yang ditetapkan UNESCO sebagai peninggalan bersejarah.

“Kami memperjuangkan ini selama bertahun-tahun,” kata Genc di depan masjid Kamis (23/07).

Kubah dan menara Hagia Sophia menandai langit Istanbul selama satu abad terakhir.

“Hagia Sophia adalah simbol dan kami, seperti Muslim lain, ingin dibuka sebagai masjid…Saat Sultan Mehmed, sang penakluk datang ke Istanbul, ia membeli Hagia Sophia dengan uangnya sendiri sebagai simbol penaklukkan dan ingin dijadikan masjid.”

Kelompok yang dipimpin Genc adalah gerakan yang dibentuk oleh perdana menteri pertama Islamis Turki, Necmettin Erbakan, yang partainya, Partai AK, memimpin Turki di bawah kepemimpinan Erdogan selama 17 tahun.

Selama kepemimpinannya Erdogan membentuk ulang Turki modern yang didirikan tokoh sekuler negara itu, Mustafa Kemal Ataturk, dengan mencabut larangan memakai jilbab di depan umum, meningkatkan pendidikan keagamaan.

Di tengah kekacauan dan pemberontakan di Timur Tengah pada 2011, Erdogan juga berupaya mengangkat posisi Turki sebagai kekuatan regional dan memimpin kelompok Muslim Sunni.

Menetapkan Hagia Sophia sebagai masjid, adalah petanda ke arah “mencapai pembebasan” masjid Al-Aqsa di Yerusalem, kata Erdogan bulan ini.

Erdogan mendorong langkah mengubah Hagia Sophia menjadi masjid sebelum pemilihan daerah tahun lalu, langkah yang menyebabkan pukulan bagi Partai AK.

Para pejabat mengatakan langkah itu memenuhi keinginan mendalam masyakat di negara itu.

“Keputsan menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid adalah tuntutan lama mayoritas rakyat Turki,” kata juru bicara presiden Ibrahim Kalin.

Ia mengatakan di bawah kepemimpinan Erdogan, masjid dan sinagog untuk masyarakat minoritas Kristen dan Yahudi Turki juga dibangun atau direnovasi.

Sejarah Hagia Sophia

  • Sejarah kompleks Hagia Sophia dimulai pada 537 ketika kaisar Bizantium, Justinianus, membangun gereja besar yang menghadap ke pelabuhan Tanduk Emas
  • Dengan kubahnya yang besar, Hagia Sopia sempat menjadi gereja dan gedung paling besar di dunia
  • Gedung ini tetap di tangan Bizantium selama berabad-abad kecuali pada satu momen singkat pada 1204 ketika Tentara Salib menyerbu kota
  • Pada 1453, dalam serangan telak ke Bizantium, Sultan Ottoman (Utsmaniyah) Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih, merebut Konstantinopel yang kemudian disebut Istanbul
  • Setelah menang, Mehmed II melakukan salat Jumat di dalam Hagia Sophia
  • Kekaisaran Ottoman segera mengubah bangunan itu menjadi masjid, menambahkan empat menara di bagian luar dan menutupi ikon Kristen dan mosaik emas hiasan dengan panel kaligrafi Arab
  • Setelah berabad-abad di jantung kerajaan Muslim Ottoman, Hagia Sophia diubah menjadi museum pada 1934 oleh pendiri Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk
  • Dewasa ini Hagia Sophia adalah situs wisata paling populer di Turki, menarik lebih dari 3,7 juta pengunjung per tahun. (WST/YN/bbc.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.